Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/01/2009 11:04:00 PM

Sebagian Gowa Banjir

Diposkan oleh tuGOWA

DI Kabupaten Gowa banjir melanda Kecamatan Parangloe, Bontonompo Selatan (Bonsel), Pattallassang, dan Barombong.
Sungai Balang Malino di Parangloe meluap akibat hujan yang terus terjadi dua hari terakhir. Akibatnya 15 KK di Dusun Lebong, Desa Lonjo'boko, Kecamatan ParangloE terandam air dengan ketinggian sekitar satu meter.

Air mulai merendam rumah warga, Minggu (1/2), sekitar pukul 03.00 dini hari. Selain merendam rumah, sekitar enam hektare sawah yang telah ditanami padi oleh warga juga ikut terendam. Kerugian puluhan juta rupiah.

Kepala Desa Lonjo'boko Ismail Dg Buang mengatakan, kondisi warganya terutama 15 KK tersebut semakin terancam. Arus air sungai sangat deras dan sewaktu-waktu bisa menenggelamkan rumah warga.

"Warga selalu resah bila hujan deras turun, air kembali naik," ujar Ismail. Ia mengharapkan pemerintah segera merelokasi warganya itu ke daerah aman.

Di Bonsel, banjir melanda Desa Jipang. Sedikitnya 100 rumah terendam. Berdasarkan pendataan, sebanyak 30 rumah bawah terpaksa ditinggalkan pemiliknya karena sudah terendam air. Mereka memilih mengungsi ke rumah kerabatnya yang lebih aman.

Anggota DPRD Gowa yang tinggal di Bontonompo, Air Bakri pato, mengatakan, hanya warga yang berada di rumah panggung yang memilih bertahan. Ketinggian air telah mencapai anak tangga terakhir rumah panggung atau sekitar dua meter.

"Banjir ini lantaran Sungai Jipang meluap. Ini setiap tahun terjadi dan makin parah karena daerah Takalar sudah membuat tanggul di bantaran sungai yang menjadi pembatas wilayah tersebut sehingga luapan sungai lari ke Desa Jipang," katanya.

Di Pattallassang, ketinggian air sekitar setengah meter. Warga yang berada di Jl Poros Samata-Pattallassang terpaksa menggunakan rakit untuk sarana transportasi sementara. Di Barombong, banjir melanda Dusun Tompobalang, Desa Moncobalang.(ute/tribun-timur.com)

0 komentar: