Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/01/2009 11:02:00 PM

Sungai Balang Malino Meluap

Diposkan oleh tuGOWA

Gowa -- Hujan yang terus mengguyur sabtu(31/1) hingga minggu(1/2), mengakibatkan Sungai Balang Malino yang mengalir di Dusun Lebong Desa Lonjo'boko Kecamatan ParangloE meluap. Akibatnya, rumah 15 KK yang berada di sisi Sungai terendam air setinggi 1 meter.

Air mulai merendam rumah warga, minggu, sekira jam 03.00 dini hari. Selain merendam rumah 6 hektar sawah yang telah ditanami padi oleh warga juga ikut terendam.Total kerugian puluhan juta.

Kepala Desa (Kades) Lonjo'boko Ismail Dg Buang yang dihubungi via ponselnya, mengatakan, kondisi warganya, terutama 15 KK tersebut semakin terancam, oleh luapan air Sungai Balang Malino yang bermuara di Sungai je'neberang.

Dikatakan, arus air Sungai sangat keras, dan sewaktu-waktu bisa menenggelamkan rumah warga. Selain rumah yang rusak, rendaman air juga merusak sejumlah perabot rumah milik warga. Kondisi ini, membuat warga panik dan ketakutan. "Warga selau resah bila hujan deras turun, air kembali naik", ujar Ismail.

Untuk itu, dia meminta perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk segera merelokasi warganya yang terancam ke daerah yang lebih aman. Pasalnya, kata dia, bila kondisi itu terus dibiarkan, maka, pihaknya khawatir, akan terjadi korban jiwa.

"Kita harapkan 15 KK yang terancam di upayakan direlokasi ke tempat yang aman", tandasnya, sambil menambahkan daerahnya merupakan daerah rawan bencana banjir dan longsor.(Rusli Haisarni)

0 komentar: