Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
8/29/2009 12:04:00 AM

Camat Pallangga Dituding Potong Uang Makan

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Camat Pallangga Andi Malik dituding oleh salah seorang stafnya, Firman Hamzah, telah melakukan pemotongan secara sepihak uang aluk pauk (uang makan). Akibatnya, uang yang seharusnya diterima Rp 600 ribu, hanya dipeeroleh Rp 400 ribu.

Bahkan saat mempertanyakan pemotongan itu, Firman mengaku mendapat jawaban yang tidak dimengertinya. "Setelah saya tanyakan ke camat, Pak Camat bilang sangat tidak sangat menguntungkan. Saya tidak mengerti maksudnya," ungkapnya kepada wartawan di Kantor Bupati Gowa, Kamis (27/8).

Kurang puas dengan jawaban tersebut, ia pun melaporkan atasnya itu ke Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo lewat pesan pendek (SMS). Hari itu juga, ia dijemput di rumahnya oleh satpol PP kemudian dibawa ke kantor camat.

"Kejadiannya Senin (24/8) setelah saya jemput anak sekolah. Satpol PP datang menjemput saya. Setiba di kantor camat, di lobi kantor dia bertemu dengan camat dan langsung diperlihatkan ponsel menanyakan nomor yang mengirim SMS tersebut dan saya benarkan itu sms saya. Ia langsung merogoh kantongnya lalu melemparkan uang ke muka saya," jelasnya.

Firman mengaku tidak menerima perlakuan itu karena terkait harga diri. Apalagi dilakukan di depan sejumlah kepala desa dan staf lainnya. Aksi itu tidak berlanjut karena camat langsung dirangkul oleh salah seorang kepala deas lalu dibawa masuk ke ruangannya.
Emosi

Dikonfirmasi terpisah, Andi Malik membenarkan tindakan pelemparan uang kepada stafnya itu. Ia mengaku tindakan itu spontanitas dilakukan karena emosi membaca SMS yang dikirim stafnya ke bupati dan di-forward ke ponselnya.

"Saya akui saya lakukan pelemparan uang. Tapi saya tidak terima dituduh lakukan pemotongan uang lauk pauk. Pemotongan itu sudah kesekapatan staf untuk dibagikan kepada staf lain yang tidak kebagian," jelasnya di ruang kerjanya.

Menurutnya, tindakan pelaporan oleh stafnya itu pencemaran nama pimpinan. Apalagi tuduhan itu sama sekali tidak dimengertinya. Firman dikatakan staf yang sangat jarang masuk kantor dan kemungkinan tidak mengetahui kesepakatan tersebut.

Malik menjelaskan, besaran potongan uang lauk pauk itu didasarkan pada jumlah kehadiran. "Sebenarnya dia (Firman) tidak menerima sebesar itu (Rp 400 ribu). Hanya karena kebijakan maka diberi sebesar itu. Itu pun uang lauk pauk saya tomboki (tambah) Rp 300 ribu," ungkapnya.

Ditambahkan, pemotongan dilakukan karena sesuai daftar penerima hanya 22 orang. Sementara jumlah staf 36 orang. Akhirnya di antara staf disepakati yang menerima dilakukan pemotongan untuk staf yang tidak terdaftar.

Malik mengaku siap menerima jika dirinya dilaporkan. Namun, ia dengan tegas membantah tidak melakukan pemotongan karena uang itu untuk staf yang lain. Uang itu oleh staf lainnya disebut sebagai sumbangan kepada teman-temannya yang tidak terdaftar.(ute/tribun-timur.com)

0 komentar: