Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
9/16/2009 12:00:00 AM

Empat Randis DPRD Belum Dikembalikan

Diposkan oleh tuGOWA


SUNGGUMINASA -- Empat dari tujuh kendaraan dinas (randis) milik DPRD Gowa periode 2004-2009 belum dikembalikan ke sekretariat dewan. Padahal, anggota DPRD sepekan lalu sudah berganti. Randis yang tercatat di Setwan masing-masing untuk pimpinan DPRD, yakni DD 2 B untuk ketua, serta DD 6 B dan DD 7 B masing-masing untuk wakil ketua.

Empat randis lainnya, DD 19 B, DD 20 B, DD 21 B, dan DD 23 B, masing-masing untuk ketua komisi.
Dari tujuh randis tersebut, tiga randis telah kembali, yakni DD 2 B, DD 6 B, dan DD 21 B. Empat lainnya masih berada di tangan mantan anggota DPRD.
Randis DD 7 B masih berada di bawah kekuasaan Wakil Ketua DPRD Gowa yang lama, Amir Uskara. DD 19 B masih dimiliki mantan ketua komisi A, Burhanuddin Matakko, DD 20 B masih dipakai ketua komisi B, Ansar Usman, dan DD 23 B dipakai mantan Ketua Komisi D, Talha Tinri.

Sekretaris DPRD Gowa, Abdul Madjis Basolle, mengatakan, para mantan pimpinan dan mantan ketua komisi DPRD tersebut telah diberitahu secara lisan untuk mengembalikan aset negara tersebut. Namun, ternyata masih ada empat yang belum mengembalikan sampai kemarin.

"Kami juga sudah mengirimkan surat pada masing-masing. Tetap diupayakan seluruh aset kembali ke DPRD Gowa," kata Madjis. Jaringan Kerja Pemerhati Pelayanan Publik Gowa (Jaker P3G), Muhammad Hatta, menilai, anggota dewan semestinya memperlihatkan contoh yang baik bagi masyarakat. Begitu masa bakti telah selesai, maka penggunaan aset daerah yang tidak lagi sesuai peruntukkannya dikembalikan. "Jangan sampai persoalan randis tersebut menjadi pemicu masalah baru," katanya. (rhd)


0 komentar: