Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
9/12/2009 12:36:00 PM

Jaringan Sekunder Irigasi Rusak Parah

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA -- Jaringan sekunder irigasi di wilayah Kecamatan Bontonompo, Bajeng, dan Pallangga Kabupaten Gowa mengalami kerusakan yang cukup parah. Konstruksi bangunan rawan ambruk. Endapan lumpur pada saluran pun telah mencapai lima sentimeter.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Gowa, Suhartati, mengatakan kerusakan parah itu diketahui setelah dilakukan pemantauan selama beberapa pekan terakhir. "Dalam pemantauan itu, rata-rata tingkat kerusakan jaringan mencapai 75 persen. Ini harus segera diantisipasi guna menghadapi musim hujan," kata Suhartati, Kamis, 10 September.

Guna penyelesaian masalah tersebut, dibutuhkan rehabilitasi jaringan sekunder irigasi. Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang Pompengan
(BBWSJP) serta PSDA Sulsel terkait rehabilitasi kerusakan jaringan sekunder yang cukup serius di tiga kecamatan."Saya sudah koordinasikan, termasuk upaya pengerukan endapan saluran yang sudah menebal," katanya.

Menurut dia, jika endapan ini tidak segera dikeruk, maka bisa menghambat kucuran volume air ke persawahan. Bila itu terjadi, persawahan di Kampili seluas 8.670 hektare dan di kawasan Bissua yang mengairi 4.360 hektare tidak akan optimal lantaran volume air tidak mencukupi sementara musim tanam sudah tiba.

Dia menyebutkan, biaya rehabilitasi jaringan sekunder yang rusak diperkirakan membutuhkan anggaran antara Rp 30 miliar-Rp 40 miliar, sementara yang dialokasikan pihak balai hanya Rp 2 miliar.
"Dari hasil inventarisasi kami, untuk rehab sekunder di Kampili dan Bissua anggarannya membutuhkan sekitar Rp 30 miliar. Itu belum pada kerusakan saluran primer," terangnya.

Suhartati berharap instansi yang terkait dapat lebih memerhatikan kelangsungan fungsi dari jaringan sekunder irigasi. Hal itu dilakukan agar produksi pertanian di Gowa tidak menurun. (rhd)



0 komentar: