Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
9/02/2009 10:28:00 AM

KDRT di Gowa Capai 700 Kasus

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Gowa cukup tinggi. Sedikitnya terdapat 700 kasus hingga Agustus lalu. Jumlah inilah yang mendorong DPRD Gowa melahirkan peraturan daerah (perda) inisiatif tentang pencegahan KDRT.
Ketua DPRD Gowa Tenri Olle Yasin Limpo mengungkapkan, angka tersebut diperolehnya dari Polresta Gowa saat dilakukan pembahasan rancangan perda pencegahan KDRT. Rancangan perda ini telah dibahas selama dua tahun dan baru tahun ini berhasil disahkan.
"Karena tingginya angka KDRT yang kami dapatkan dari Polresta Gowa membuat kami di dewan berinisiatif melahirkan perda pencegahan KDRT," ungkap Tenri yang juga Ketua Kaukus Perempuan Batara Gowa ini di ruang kerjanya, Selasa (1/9).
menurutnya, perda tersebut dilahirkan untuk mencegah tindakan KDRT. Diharapkan secara perlahan mengurangi dan menghapuskan KDRT di daerah ini. Dalam perda itu, pencegahan diarahkan kepada komponen masyarakat yang bisa berperan mencegah KDRT.
"Kalau masih saja terjadi sementara sesungguhnya mampu dicegah maka yang terkena sanksi adalah komponen masyarakat yang harus mencegah itu misalnya tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat," jelas kakak Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini.
Ditambahkan, kelahiran perda itu merupakan implementasi Undang-undang Nomor 23 Tahun tentang Penghapusan KDRT. Apalagi di Gowa sudah terbentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Gowa, November 2008 lalu.
Perda tersebut diklaim yang pertama di Sulsel sehingga Gowa diharapkan menjadi pioner pencegahan KDRT. Gowa, terangnya, juga telah menjadi percontohanpengarusutamaan gender yang ditunjuk langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan.(ute)


0 komentar: