Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
9/16/2009 12:07:00 AM

Kerusakan Jaringan Sekunder Capai 75%

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Musim gadu atau musim tanam bersamaan musim hujan akan tiba sebentar lagi. Untuk meningkatkan produksi padi petani dan menghindari gagal panen akibat air irigasi, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Gowa mengambil langkah antisipasi,
Dinas PSDA mulai menginventarisir kerusakan jaringan baik primer mauun sekunder. Kepala Dinas PSDA Gowa Suhartati bahkan terjun langsung ke lapangan untuk memantau langsung kondisi irigasi.
Beberapa kecamatan yang jadi incaran pantauannya adalah Bontonompo, Bajeng, dan Pallangga. Dalam pemantauan itu, Suhartati melihat rata-rata tingkat kerusakan jaringan mencapai 75 persen.
Bukan hanya itu, Suhartati juga mendapati rata-rata endapan saluran sudah mencapai ketebalan 25 sentimeter sehingga mesti segera dikeruk.
Suhartati mengatakan, dengan kondisi itu, kerusakan serta pengendapan saluran ini mesti segera diantisipasi guna menghadapi musim gadu yang sudah dekat.
Mantan Kabid Fispra Bappeda Gowa ini mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang Pompengan (BBWSJP) serta PSDA Sulsel terkait rehab kerusakan jaringan sekunder yang cukup serius di beberapa kecamatan.
"Saya sudah koordinasikan itu termasuk upaya pengerukan endapan saluran yang sudah menebal. Kalau endapan ini tidak segera dikeruk maka bisa menghambat kucuran volume air ke persawahan. Dan bila itu terjadi maka persawahan di Kampili seluas 8.670 hektare dan di kawasan Bissua yang mengairi 4.360 hektare tidak akan optimal lantaran volume air tidak mencukupi sementara musim gadu (tanam) sudah tiba,'' jelasnya.
Dikatakan Suhartati, khusus biaya rehab jaringan sekunder yang rusak diperkirakan membutuhkan anggaran antara Rp 30-40 miliar, sementara yang dialokasi pihak balai hanya Rp 2 miliar saja.
"Dari hasil inventarisir kami, untuk rehab sekunder di Kampili dan Bissua anggarannya itu membutuhkan sekitar Rp 30 miliar. Itu belum pada kerusakan saluran primer," terang Suhartati.(ute)


0 komentar: