Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
9/12/2009 12:54:00 PM

Ratusan Warga Keracunan Makanan Buka Puasa

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA(SI) – Ratusan warga Desa Bontosunggu, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, terpaksa dilarikan ke Puskesmas Bajeng dan RSUD Syekh Yusuf.


Warga keracunan makanan seusai menyantap menu buka puasa bersama di Masjid Desa Bontosunggu, Kamis (10/9) malam. Semula warga yang keracunan itu dilarikan ke Puskesmas Bajeng. Namun, karena daya tampung puskesmas tersebut hanya cukup untuk 80 pasien, sisanya terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf. Mereka mengalami gejala mual, pusing,muntah, dan diare seusai menyantap nasi kotak pada acara buka puasa yang diselenggarakan Kepala Puskesmas Pa’bentengan,Amran Dg Sitonro.
Mayoritas korban yang mengalami keracunan didominasi anakanak. Tuti, 28, salah satu korban, mengatakan, kejadian tersebut bermula saat warga disuguhi nasi dus, seusai menyantap timbul gejala mual, pusing,muntah, dan diare. Sebagai antisipasi awal, warga berinisiatif meminum air kelapa. Namun, karena gejalanya tidak berhenti, sebagian besar dilarikan ke Puskesmas Bajeng. ”Sementara sisanya sekitar 20- an orang dilarikan ke RSUD Syekh Yusuf,mengingat kapasitas puskesmas yang tidak mencukupi,” ungkapnya di RSUD Syekh Yusuf kemarin.
Informasi dari UGD menyebutkan, pasien yang memang menunjukkan gejala keracunan sudah diberi tindakan medis awal, berupa infus, obat antimuntah, dan metaflamon. “Untuk mengetahui penyebab pastinya, masih menunggu hasil laboratorium atas sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi penderita,” kata petugas medis yang enggan disebutkan namanya. Sebelumnya,Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Syekh Yusuf dr Ummu Salamah mengatakan, pihak medis sudah memiliki protap terhadap penanganan pasien keracunan.

Sebagai pertolongan pertama terutama pada pasien anak, akan diberi infus RL untuk menghindari dehidrasi dan pemberian obat-obat simptomatik (obat sesuai gejala pasien). ”Setelah pemeriksaan tandatanda vital, akan dilakukan proteksi lambung.Kalau gejalanya ringan, akan diberikan Norid untuk meresap racun dan langsung diperbolehkan pulang,”paparnya. Dari pantauan di Puskesmas Bajeng, banyak pasien yang harus mendapat perawatan intensif dan ditampung hingga lantai 2,bahkan pasien yang rata-rata anak-anak ini terpaksa dirawat di lantai ruangan dan koridor puskesmas karena ranjang dan ruangan penuh.

Salah satu warga BTN Sinar Bombong Blok D, Armiati, 41, menjelaskan, makanan yang dibuat keluarga kepala puskesmas ini sebagai hajatan buka puasa dan makanan yang ditaruh dalam dus gabus. Nasi dalam dus ini kemudian dibagikan kepada semua warga BTN dari blok A hingga D, Masjid BTN, dan beberapa warga di luar BTN. ”Masing-masing rumah dibagikan dua dus makanan. Masjid mendapat 100 dus dan dibagikan kepada orang-orang di luar kompleks,”jelasnya.

Menurut beberapa warga BTN Sinar Bombong,keracunan ini diduga disebabkan reaksi plastik pelapis dusnya yang terbuat dari gabus dan berbahan plastik. Dugaan ini muncul mengingat orang yang menyantap makanan yang sudah dipindahkan ke piring atau wadah lain,tidak mengalami keracunan.

Polisi Periksa Sampel Makanan

Menyikapi adanya laporan keracunan makanan, petugas Polsek Barombong dan Polresta Gowa langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Selain meminta keterangan pemilik hajatan, aparat juga mengambil sampel makanan yang diduga mengandung racun untuk diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulselbar.

“Bila terbukti ada makanan mengandung racun,kasus ini akan ditindaklanjuti. Kami juga mengharapkan warga bila menghadiri sebuah acara, makanan jangan langsung disantap.Tetapi, dimakan sedikit demi sedikit untuk memastikan makanan itu tidak mengandung racun. Biasanya, daging baik sapi maupun ayam yang sudah membusuk, bisa mengandung racun,’’ ungkap Kapolsek Bajeng AKP Salang Paninglo. Dia memaparkan,kasus warga keracunan makanan sering terjadi, tapi belum ada yang menelan korban jiwa.

‘’Sejauh ini pihak korban tidak ada yang mengajukan keberatan atas kejadian itu. Pihak korban hanya berharap petugas dapat memastikan makanan yang mengandung racun agar tidak menimpa warga lainnya,’’ tandasnya. (herni amir/ant)


0 komentar: