Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
9/02/2009 10:23:00 AM

Sekat Kepartaian Hilang, Berganti Pengabdian

Diposkan oleh tuGOWA

TANGGAL 3 September besok, adalah hari berbahagia bagi 45 anggota DPRD Gowa hasil Pemilu 2009, karena hari itu adalah hari pengesahan resminya mereka duduk di kursi wakil rakyat. 3 September itu pula adalah hari terakhir bagi para anggota dewan periode lima tahun sebelumnya. Tak terkecuali bagi Hj Tenriolle Yasin Limpo yang mengakhiri dua periode yang dilaluinya dengan penuh suka duka. Kita simak cerita Ketua Partai Golkar Gowa ini selama menjadi wakil rakyat Gowa periode 1999-2004 dan 2004-2009.
Sejak terjun ke dunia politik dan mampu meraih kursi di DPRD Gowa dua kali periode, wanita berparas cantik dan anggun ini banyak mempelajari berbagai hal. Semua itu melengkapi kehadirannya untuk tampil tak percuma sebagai wakil rakyat. Mulai dari argumentasi, retorika hingga buah pikirannya dinilai berbobot. Semua anggota dewan seangkatannya pun memuji jika Ketua Kaukus Perempuan Batara Gowa ini punya aura kepemimpinan yang baik.
''Dulu sebelum saya duduk di dewan, saya mengira semua orang (anggota dewan) akan tetap berpijak pada partainya. Tapi setelah saya masuk, hal itu tidak ada. Sekat kepartaian itu hilang. Yang ada hanya membaur jadi satu visi untuk mengabdi kepada rakyat. Dan saya nilai, ini sangat menyenangkan,'' ucap Tenriolle yang punya 'nama' di pusat sebagai Sekjen Adkasi (Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia).
Dalam status menjadi anggota dewan, kata Tenriolle, harus ada take and give. ''Artinya kita harus memahami SDM orang lain, apalagi dalam satu gedung kedewanan itu, puluhan jenis karakter anggota dewan yang menyatu. Ada yang lemah, ada yang tegas. Kita sebagai anggota dewan harus punya leadership untuk saling memahami sesama anggota dewan lainnya,'' ungkapnya.
Tenriolle tak menyangkali selama sepuluh tahun mengabdi kepada rakyat, banyak pengalaman yang didapatnya. '' Saya bersyukur dengan masuknya saya jadi anggota dewan banyak kesan-kesan yang baik yang didapatkan. Kita bisa selesaikan semua persoalan dengan kesepakatan bersama meskipun diawali adu argumen yang mendominasi masalah itu, tapi pada muaranya jadi satu kesepakatan,'' katanya.
Tenriolle juga mengaku bersyukur karena dia yang mengawali sebagai pimpinan sementara dan dia juga yang menutup masa jabatan anggota dewan periodenya sebagai ketua dewan. Dan bahkan setelah dia jadi pimpinan dewan di akhir masa jabatan itu, anggota DPRD periode 2004-2009 mampu menelorkan 3 Perda inisiatif dewan. ''Ini kesyukuran saya kesekian kalinya, karena setelah saya jadi pimpinan dewan perda inisiatif ini bisa disahkan padahal rancangannya sejak dua tahun lalu,'' kata ibu dua putra ini.
Sulung dari mendiang Kolonel HM Yasin Limpo ini juga berharap dengan masuknya para anggota dewan yang baru, sedapat mungkin menanamkan prinsip sebagai wakil rakyat sejati, dimana posisi wakil rakyat di mata wanita yang akrab disapa Daeng Bannang ini, adalah pemegang amanah rakyat. Baginya, kepentingan rakyat harus di atas dari segala kepentingan diri pribadi, sehingga rakyat makin percaya kepada wakilnya di parlemen.
Dijelaskan Tenriolle, selama lima tahun bekerja (periode 2004-2009), anggota dewan telah menghasilkan Perda dari eksekutif sebanyak 58 buah dan 3 Perda inisiatif dewan. Perda inisiatif dewan ini meliputi Perda tentang program wajib belajar. Perda ini adalah Perda pendukung Perda pendidikan gratis. ''Kita tambah Perda ini karena tokh masih banyak kita temukan anak-anak usia sekolah nyatanya putus sekolah (usia 7-15 tahun) karena harus bekerja padahal mesti ikut wajib belajar. Perda wajib belajar ini arahnya kepada orangtua agar mensekolahkan anaknya, sementara Perda pendidikan gratis arahnya ke leader pendidikan agar tidak lakukan pungutan-pungutan lagi,'' jelasnya.
Perda iniatif lainnya yakni Perda tentang pencegahan kekerasan dalam rumahtangga. Perda ini pertama di Sulsel bahkan Kab. Gowa menjadi percontohan pelaksanaan pengarusutamaan gender yang ditunjang dengan terbangunnya P2TP2A yang diresmikan Menteri Pemberdayaan Perempuan tahun 2008. Lalu Perda tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah. Perda ini juga adalah Perda baru yang dimiliki kabupaten dan pertama dilakukan di Kab. Gowa.


0 komentar: