Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
9/29/2009 07:44:00 PM

Warga Afganistan Ditahan

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Sebanyak enam orang imigran asal Afganistan yang sempat ribut di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Makassar Timur, Minggu (27/8), diamankan di Rudenim Makassar, Jl Lembaga Bolangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Gowa.
Masing-masing Liyaqud Ali (35), Nawrowz Ali (19), Akbar Ali (25), Hussain Ali Ahmad (14), Khaidar Ali (25), dan Ali Abrar (20). Dengan masuknya enam warga asal Afganistan tersebut, jumat penghuni rudenim asal Afganistan menjadi 37 orang.
Selain dihuni warga Afganisten, rudenim itu juga dihuni dua orang warga Myanmar, 10 orang dari Vietnam, dan dari Pakistan dua orang. Total penghuni Rudenim Makassar sebanyak 51 orang.
Wakil Kepala Rudenim Patriono Imam Santoso mengatakan, rudenim sifatnya hanya penampungan, sarana, dan prasarana bagi pengungsi atau imigran gelap.
"Yang memproses meeeka adalah IOM (International Organization for Migration) inilah yang memberi keputusan terhadap status mereka. Apakah yang bersangkutan masih mau diterima oleh negaranya atau tidak. Kalau tidak maka mereka tetap dititip di Rudenim dan dibiayai oleh PBB," katanya kepada wartawan, kemarin.
Rudenim, katanya, hanya mitra IOM, sebagai tempat penampungan. Sehingga status warga asing yang berada di tempat itu hanya titipan untuk menunggu proses pengembalian mereka.
Mereka tidak ada yang terkait kasus lain selain hanya karena masuk ke Indonesia secara ilegal.(ute)


0 komentar: