Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
10/07/2009 08:51:00 AM

1.600 KK di Beruttalasa Krisis Air Bersih

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-Sebanyak 1.600 Kepala Keluarga (KK) di Desa Berutallasa, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa hingga kini masih mengalami krisis air bersih. Untuk mengatasi kebutuhan air bersih, warga terpaksa mencari ke kampung tetangga. Itupun dengan cara membeli Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu per jerigen.
Kades Berutallassan, Hasan Rijal mengakui kalau ia dan warganya kesulitan air bersih.
Krisis seperti itu, kata Hasan, selalu dialami setiap musim kemarau.
''Untuk mendapatkan air, warga harus relah menempuh jarak tiga kilometer ke kampung sebelah. Ada yang pakai motor dan ada pula yang pakai kuda,'' tukas Hasan. Menurut Hasan, kebutuhan air tanah juga dirasakan sangat sulit. Soalnya, warga harus menggali sumur hingga kedalaman 13 meter. Itupun dirasakan sangat sulit, lantaran kondisi tanah yang bebatuan.
''Sangat sulit mendapatkan air di lokasi ini,'' kata Hasan saat ditemui di Beruttallasa, baru-baru ini.
Hasan menegaskan, minimnya sumber air di desanya dipicu oleh kondisi hutan yang mulai tandus.
'Sebagai kades, saya tidak pernah menandatangani surat izin pengantar dan penebangan hutan. Herannya, selalu saja ada kayu yang diangkut ke kota oleh oknum pengusaha. Ini yang harus dipertanyakan, kenapa bisa lolos,” tanya Hasan.
Sementara itu, Kadis Pekerjan Umum (PU) Kab. Gowa, H Muh Amin Yakub yang dimintai komentarnya terkait krisis air di desa itu mengatakan, sejak 2008 lalu, pihaknya sudah membangun Pansimas (Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) dengan APBN Rp 192 juta.
''Keberadaan Pansimas sangat membantu masyarakat. Memang berjarak dua kilometer dari Beruttallasa, tapi ini jauh lebih membantu jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. ((Sar-R11))


0 komentar: