Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
10/28/2009 03:44:00 PM

Dinilai Vulgar, Biduan Elekton Diprotes

Diposkan oleh tuGOWA

Gowa,BKM—Pesta resepsi pernikahan yang menggunakan musik elekton di sejumlah wilayah di Kabupaten Gowa menuai sorotan. Itu lantaran, biduan wanita yang berlenggak lenggok di atas panggung dinilai berpenampilan vulgar dan seronok.
“Selain Jamnya mainnya sampai tengah malam,
goyangan dan penampilan biduan elekton sangat liar dan tidak etis,”ujar M Syahrir, warga Pallangga.
Hal senada diungkapkan Syaripuddin warga Manuju. Menurutnya, pesta pernikahan di kampungnya kerap berbuntut perkelahian.
''Karena goyanganya seksi, anak muda terpancing naik ke atas panggung. Akibatnya, sering terjadi perselisihan dan bentrok di lokasi pesta,'' ujar Syaripuddin.
Kerisauan serupa juga diungkapkan Barlianta Maska. Menurutnya, warga harus lebih selektif memilih hiburan.
''Kami berharap masyarakat menolak biduan wanita yang goyangannya liar dan seksi,” ujarnya.
Para warga mendesak Pemkab Gowa dan MUI untuk segera turun tangan mengatasi masalah tersebut.
''Ada biduan yang berani menampakkan auratya ke penonton. Ini harus dihentikan,''ujar Dg Ngewa, warga Pallangga. ((K5/R11))


0 komentar: