Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
10/20/2009 08:49:00 PM

Pedagang Membusuk di Dapur

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA,BKM-Warga BTN Komplek Bokolu, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Gowa, Senin (19/10) pagi dibuat geger. Sesosok mayat yang belakangan diketahui bernama Heri Pitoyo ditemukan telah menjadi mayat di dapur rumahnya. Heri adalah warga keturunan yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang barang campuran. Ia tinggal seorang diri.
Mayat korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya.
Saat hendak belanja di toko Heri, warga merasa heran karena hingga pukul 09.00 Wita toko korban belum juga terbuka.
Warga berteriak memanggil nama Heri. Namun tak ada jawaban. Karena curiga, mereka menerobos masuk ke dalam rumah.
Alangkah terkejutnya warga setelah melihat tubuh Heri telah terbujur kaku di dalam dapur. Penemuan mayat itu dilaporkan ke Polresta Gowa.
Syahriar, warga setempat mengatakan, korban diduga meninggal akibat penyakit asma. Indikasinya, di dapur korban ditemukan obat asma.
Kapolsekta Pallangga mengatakan, mayat korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi.
Polisi juga telah mengontak keluarga Heri.
''Penyebab kematian korban masih kita selidiki,'' tegas Kapolsek. ((K5/R11))



0 komentar: