Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
10/22/2009 06:55:00 PM

SMKN 2 Sombaopu Belajar Membatik

Diposkan oleh tuGOWA

MAKASSAR, BKM-Membatik menjadi mata pelajaran di SMKN 2 Somba Opu, Kabupaten Gowa. Jika selama ini batik selalu identik dengan corak suku Jawa, namun siswa di Gowa terobosan baru dengan mendesain batik bercorak Makassar.
Sekolah kejuruan yang dibina Yayu Wahyuni Yuritman selaku kepala sekolah itu akan membuat corak cura’ la’ba’ (motif sarung sutera cura’ la’ba’).
Dari 1.096 siswa SMKN 2 Somba Opu, 172 orang di antaranya menjadi siswa yang konsen di karya tekstil.
Mereka mendalami tehnik menjahit, bordir, desain, batik hingga tenun. Pelajaran membatik dan menjahit sangat diminati siswa. Hendra Sanjaya, satu-satunya siswa laki-laki yang ditemui di ruang praktek batik mengatakan, minatnya untuk membatik cukup besar.
''Saya masuk di Krya Tekstil dan tidak memilih Karya Otomatif atau Logam dan Kayu karena saya suka jurusan ini,’’ ucapnya. Meski hanya sendiri laki-laki, namun Hendra tetap percaya diri.
Siswa berusia 16 tahun asal Kabupaten Jeneponto ini juga siap mempelajari mata pelajaran lain seperti menjahit dan bordir.
Kasriani, siswa kelas 2 jurusan Karya Tekstil mengaku senang membatik. Alasannya, ia bisa mencurahkan seluruh imajinasinya ke dalam corak. Khusus pelajaran menjahit, Kasriani mengaku sudah terampil. Bahkan, ia telah berhasil membuat gaun dan kini dipajang di sekolahnya.
Abidin selaku instruktur tekstil dan Desma Yuliati selaku Ketua Program Studi Desain dan Produksi Krya Tekstil mengaku, ia telah 10 tahun mengajar krya. Hasilnya sangat menggembirakan.
Menurut Abidin, bahan baku seperti katun asli 100 persen adalah salah satu kendala. Soalnya, bahan baku
harus didatangkan dari Jawa dengan jumlah terbatas.
Selain itu, juga ada pengadaan pewarna (tinta) yang khusus didatangkan dari Yogyakarta. ((Sar/R11) )



0 komentar: