Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
11/04/2009 12:49:00 PM

25 Hektare Tanaman Ekaliptus Terbakar

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA -- Dinas Kehutanan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Gowa mengumumkan sedikitnya 25 hektare tanaman ekaliptus yang berada di kaki gunung Bawakaraeng hangus terbakar. Jumlah itu sesuai hasil inventerisasi pascakebakaran yang terjadi pekan lalu selama empat hari berturut-turut.

Kepala Dishutbun Gowa, Djamaluddin Maknun, menjelaskan, total luas hutan yang terbakar 75 hektare di Kampung Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong.

Kebakaran hutan yang masuk pada taman wisatan alam, berada pada posisi pos 1 Gunung Bawakaraeng dengan luas lahan yang terbakar mencapai 25 hektare, sedang pada pos 2 mencapai 50 hektare. Beruntung, api hanya melalap rata semak belukar.
Meski demikian, dia mengakui tanaman penghijauan hasil Gerakan Nasional Rehabiitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) jenis sekaliptus rusak. Dikatakannya, pasca kebakaran di dua pos kaki gunung itu, 25 hektare tanaman ekaliptus di pos 1 merupakan tanaman penghijauan 1999 sedang di pos 2 adalah tanaman penghijauan 2005 berupa ekaliptus dan pinus hangus terbakar.

Terkait maraknya kebakaran hutan itu, jajaran Dishutbun Gowa gencar melakukan sosialisasi terkait bakal pemasangan papan larangan pengolahan hutan tanpa izin Pemkab Gowa. (rhd)


0 komentar: