Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
11/04/2009 12:54:00 PM

Puluhan Ribu Pohon Penghijauan Ludes

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM--Dinas Kehutanan Perkebunan Kabupaten Gowa berhasil menginventarisir luas hutan yang terbakar di pos 1 dan pos 2, kampung Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimonong. Kadishutbun Gowa, H Djamaluddin Maknun, Selasa (3/11) mengatakan, hasil pendataan ada 75 hektar areal hutan yang terbakar di kaki Gunung Bawakaraeng. Secara rinci, kata Djamaluddin, di Pos 1 luas hutan yang terbakar, 25 hektar dan di Pos 2 ada 50 hektar hutan yang ludes.
Untungnya, kata Djamaluddin, hanya lantai hutan (semak belukar) yang terbakar. Meski demikian, tidak dipungkiri ada puluhan ribu tanaman penghijauan dari program Gerakan Nasional Rehabiitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL) yang rusak dan ludes.
Tanaman penghijauan tersebut adalah tanaman tahun 1999. Untuk di Pos 2, tanaman yang terbakar adalah pohon jenis ekaliptus dan pinus yang ditanam tahun 2005.
Terkait maraknya kebakaran hutan, jajaran Dishutbun Gowa gencar melakukan sosialisasi, salah satunya dengan memasang papan larangan pengolahan hutan tanpa izin Pemkab Gowa. ((Sar-R11))


0 komentar: