Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
12/22/2009 08:37:00 AM

Poros Malino Rawan Longsor

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Tahun 2010 mendatang, Gowa lebih rawan terkena bencana longsor dibaidng tahun 2009 ini. Jika curah hujan terus meningkat dan mencapai 700 mm pada Januari-Februari mendatang, maka intensitasnya sama dengan awal 2009 lalu
"Sehingga dengan intensitas yang sama, berarti Gowa memiliki tingkat kerawanan yang jauh lebih tinggi dibanding tahun Januari-Februari 2009. Curah hujan yang tinggi akan semakin memacu pori-pori tanah lebih terbuka dan lebih labil sehingga rawan longsor," ungkap Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo usai penyerahan nota keuangan dan RAPBD 2010 di DPRD Gowa, Senin (21/12).
Berdasar data Badan Meterologi dan Geofisika (BMG), curah hujan mencapai puncaknya pada Januari-Februari 2010. Sehingga masyarakat, khususnya yang berada di dataran tinggi lebih meningkatkan kewaspadaan akan bahaya longsor.
Namun, Ichsan berharap longsoran tahun 2010 tidak lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Ia mengaku sudah meminta semua aparat pemerintahan bersiaga.
"Kita berharap tahun ini longsoran yang terjadi di Gowa tidak lebih besar dari tahun sebelumnya. Tapi kita juga tidak menginginkan tidak terjadi longsoran-longsoran kecil karena itu akan berdampak dengan pada keberadaan anak cucu kita ke depan," jelas mantan anggota DPRD Sulsel ini.
Poros Malino
Terpisah, Pimpinan Pelaksana Kegiatan (PPK) Bawakaraeng Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang (BBWSPJ) Haeruddin mengatakan, dengan tingginya intensitas hujan nanti, maka daerah rawan berada di Kecamatan Parigi dan Manuju.
Kedua daerah ini rawan terjadi banjir debris atau banjir lumpur. Menurutnya, curah hujan sangat mempengaruhi. Dengan tingginya curah hujan akan memacu terlepasnya danau buatan yang memicu banjir lumpur.
Titik lain yang perlu diwaspadai adalah daerah hulu Jeneberang. Sehingga semua masyarakat yang bermukin di sepanjang sungai jeneberang perlu ekstra hati-hati.
"Begitupula dengan sepanjang jalur propinsi jalur poros malino sangat rawan terjadi longsor. Sehingga diharapkan memang meningkatkan kewaspadaan," ungkap Haeruddin, kemarin.
Hasil pengamatan dan survei detail Konsultan Yachio Engineering menyatakan, saat ini Gunung Bawakaraeng telah memiliki tingkat potensial collapse sekitar 115 juta meter kubik, 22 juta meter kubik di antaranya termasuk dalam kategori level satu atau patut diwaspadai.
Runtuhnya dinding Gunung Bwakaraeng pada pos delapan dan sembilan tahun 2004 lalu telah membuat sedimen di daerah hulu Sungai Jeneberang sekitar 250 juta hingga 300 juta kubik. Sedimen di daerah hulu ini terus menjadi ancama karena sewaktu-waktu bisa mengalir dengan deras.(ute)

Waspada hujan deras
- Puncak curah hujan tertinggi terjadi pada Januari-Februari
- Daerah dataran tinggi di Gowa rawan longsor
- Potensi longsor di jalan poros Malino cukup besar jika curah hujan terus tinggi

Bangun Sabodam untuk Redam Pergerakan Lumpur
PIHAK BBWSPJ sudah mengantisipasi dengan membangun tujuh buah sabodam termasuk dua sabo seri di atas bangunan sabodam 72 dan 73. Kemudian, satu sabo multipurpose yang juga berfungsi sebagai jembatan, plus dua bangunan groundsill di Sungai Daraha yang ada Kecamatan Parigi.
Di bagian hilir dibangun empat consolodation DAM (CD) jembatan penyeberangan sebagai akses masyarakat yang bermukim pada beberapa desa di sebelah kiri Sungai Jeneberang, tiga jembatan evakuasi, serta pembangunan Jembatan Daraha yang akan rampung Desember ini.
"Secara struktur kita lebih siap tahun ini, karena sudah hampir semua bangunan kita selesaikan untuk tahap most urgen work. Sehingga palung Sungai Jeneberang sedikit lebih normal kondisinya," ungkap PPK Bawakaraeng Direktorat Jenderal Sumber Daya Air BBWSPJ Haeruddin Haeruddin.(ute)


0 komentar: