Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/30/2009 09:22:00 PM

Pembunuh Polisi Ditangkap

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA----- Upaya yang dilakukan Polresta Gowa untuk menangkap kasus pembunuhan polisi, Bripda Hendra, Minggu 11 Januari, di Cambaya, Kec. Pallangga, akhirnya membuahkan hasil, setelah Anwar Bota (23), berhasil diciduk oleh Polresta Gowa, di desa Suka Maju, Masamba Kab.Luwu Utara, Jumat dini hari, Pkl 04:30 wita.

Setelah melakukan penikaman, Anwar, masih sempat melakukan pencurian emas di Bantaeng bersama jaringan pencuri emas antar daerah.

Pengejaran yang dilakukan pihak Polresta Gowa kurang lebih 18 hari memang berliku. Setelah mengendus pelaku pembunuhan yang terbilang sadis ini bermula ketika mengorek informasi keberadaan Anwar lewat pacarnya, Ade (20).

Dengan menggeladah nomor telepon yang digunakan Ade, akhirnya diketahui kalau dalam pencarian oknum tersebut, Ade pernah melakukan hubungan telepon Anwar. Tidak heran, kalau Polresta Gowa bekerjasama dengan Polda Metrojaya, berhasil melacak keberadaan titik terakhir nomor HP Anwar Bota di Masamba dengan menggunakan teknologi IT.

Menurut Kapolresta Gowa, AKBP Rudi Hananto, yang didampingi Kasat Reskrim, AKP Agus Salim, Jumat 30 Januari, mengatakan, begitu mengetahui keberadaan Anwar yang berasal dari Taipale'leng desa Kampili Kec. Pallangga, pihaknya dari Unit Resmob bekerjasama dengan Polresta Luwu Utara, melacak melakukan penyelidikan. Hasilnya diperoleh informasi dari masyarakat kalau ada orang asing di desa tersebut.

Lebih jauh dikatakan, Rudi, Tim Resmob Polresta Gowa, kembali melakukan pelacakan ulang terhadap titik HP Anwar yang sudah dalam keadaan tidak aktif.

Namun demikian, lanjutnya, berdasar hasil pemantauan titik HP dan informasi masyarakat, diketahui kalau Anwar berada di rumah salah seorang warga asal Gowa. ''Kami langsung lakukan pengerebekan, namun yang bersangkutan berusaha melarikan diri,'' ujar Rudi.

Tak ingin kehilangan buruannya, Tim Resmob Polresta Gowa, langsung mengeluarkan tembakan peringatkan dua kali, namun tak digubris oleh Anwar dan berusaha kabur. Akibatnya, polisi harus menghadiahi sebutir timah panas pada kaki sebelah kiri.

Kendati sudah ditembak, tersangka masih tetap berusaha melarikan diri dari kejaran Polisi. Akhirnya polisi kembali menembak kaki kanan Anwar.

Sementara itu, Agus Salim, mengatakan, pihaknya masih terus mengorek keterangan dari tersangka, terkait dengan tindakan kriminal lainnya yang dilakukan selama ini.

Selain itu, lanjut Agus, tersangka diancam dengan menggunakan pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman penjara 15 tahun lamanya.

Pelaku pembunuhan ini, menurut Kapolresta Gowa juga dikenal salah seorang residivis yang selama ini sering melakukan tindak pencurian. (arif.saeni@gmail.com)

Selanjutnya...
1/30/2009 09:15:00 PM

Polresta Gowa Gulung DPO Curas

Diposkan oleh tuGOWA

* Oknum TNI Diduga Terlibat Dalam Jaringan

SUNGGUMINASA------ Polresta Gowa kembali mengukir prestasi. Setelah sebelumnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan polisi, kali ini Tim Resmob Polresta Gowa, kembali menggulung jaringan pencuri antar daerah, Yusril alias Samson (24) dam Samad Pasang (34), 27 Januari lalu, Pkl 03:00 wita dinihari di Kab. Sidrap.

Dalam kasus pencurian emas di Sidrap, Juni 2008 lalu, berhasil membawa 7 Kg emas, yang diduga melibatkan oknum TNI berinisial As dengan pangkat Koptu. Hasil curian ini di jual ke Surabaya.

Informasi yang berkembang di Polresta Gowa, mengungkapan, kalau Pomdan sempat ke Polresta Gowa untuk melakukan pengecekan kasus dengan membawa foto oknum As. Hasilnya kedua pelaku mengiyakan setelah melihat foto tersebut.

Jaringan yang banyak melakukan pencurian di banyak kabupaten Sidrap, Pangkep, Barru, Pangkep, Gowa dan Bantaeng, umumnya berhasil menggondol emas yang berharga ratusan juta rupiah.

Komplotan ini, menurut Kapolresta Gowa, AKBP Rudi Hananto, Jumat 30 Januari, memang sudah lama menjadi incaran pihaknya. Karena itu, begitu mengetahui kalau ada aksi pencurian disertai dengan kekerasan di Sidrap, pihaknya langsung bergerak di daerah penghasil beras.

Hasilnya, menurut Rudi, gembong ini berhasil diringkus di salah satu rumah kebun, setelah sebelumnya dua pelaku berhasil dilumpuhkan dengan ditembak pada bagian kakinya, setelah sebelumnya berusaha kabur dari kejaran petugas.

Kaporesta Gowa juga mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengejeran terhadap sejumlah pelaku lainnya, setelah kedua oknum tersebut berhasil ditangkap. ''Kami akan terus kejar mereka,'' ujarnya.

Sementara itu, Yusril dan Samad, membenarkan kalau ada oknum TNI, As, yang terlibat dalam kasus pencurian emas antar daerah. As menurut Yusril yang membuat denah lokasi dalam kegiatan mereka. ''Dia yang memang menggambar pak,'' katanya, di kantor Polresta Gowa.

Dalam kasus pencurian di Sidrap, menurut Yusril dirinya bersama teman-temannya setelah memperoleh emas tujuh kilogram, sempat bermalam di salah satu hotel di Maros. Dia mendapat bagian Rp75 juta namun dipotong oleh oknum TNI As sebanyak Rp5 juta. Sedangkan Samad Pasang memperoleh Rp90 juta.

Sementara itu, Kasat Reskrim Gowa, AKP Agus Salim, mengatakan, pelaku akan dikenai pasal 365 dengan ancaman sembilan tahun. (arif.saeni@gmail.com-uttha_06@yahoo.com)

Selanjutnya...
1/30/2009 09:12:00 PM

Ruas Jalan Perkotaan Terendam

Diposkan oleh tuGOWA

* Poros Bontomanai-Cambaya Tergenang

SUNGGUMINASA------ Hujan deras yang 'menghantam' kota Sungguminasa dan sekitarnya, Kamis malam hingga Jumat dini hari, menyebabkan sejumlah ruas jalan dalam perkotaan terendam setinggi 10 cm, antara lain di Jl Malino, Kel. Tompobalang, Kel.Batangkaluku, dan Kel. Tombolo.

Daerah lain yang mengalami rendaman air, Pallangga, Somba Opu dan Bontonompo.

Selain itu, rendaman air juga terjadi di depan perkantoran Bupati Gowa, tepatnya persimpangan Jl Masjid Raya-jl Agus Salim-Jl Tumanurung dan pertigaan jl Andi Tonro, Jl Mawar dan Jl Kenanga Kel. Bontobontoa.

Sementara itu, saluran tersier yang menuju kepersawahan penduduk meluap ke badan jalan, menyebabkan poros Bontomanai-Cambaya sepanjang 400 meter di Kecamatan Bontomarannu tergenang air.

Selain menggenangi badan jalan, saluran tersier ini merendam area persawahan kurang lebih tiga hektar.

Rendaman air setinggi 30 cm menyebabkan kendaraan mengalami kemacetan. Akibatnya sejumlah motor mengalami kemacetan karena nekat menerobos rendaman air tersebut.

Dg Pale, salah seorang tukang ojek mengakui, banjir yang melanda poros Bontomanai-Cambaya, menyebabkan penghasilannya sebagai tukang ojek berkurang.

''Banyak memang penumpang yang ingin naik ojek, tapi kan motor tidak bisa lewat. Lagi pula, kalau dipaksakan motor bisa rusak,'' ujarnya. (arif.saeni@gmail.com)

Selanjutnya...
1/29/2009 10:46:00 PM

Diknas Tunggu Proses Hukum

Diposkan oleh tuGOWA

* Terkait Penyegelan SD Tala'borong

Sungguminasa, Tribun - Penyegelan SD Tala'borong, Desa Manjalling, Kecamatan Bajeng Barat oleh Oknum yang mengaku pewaris pemilik tanah menyegel tampaknya bakal berlangsung lama. Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Gowa tidak bisa berbuat banyak dan menunggu proses hukum.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Gowa, Idris Faisal Kadir, mengatakan, kasus penyegelan tersebut telah dilaporkan camat dan kacabdiknas Bajeng Barat ke Polsek Bajeng.

"Kita tinggal menunggu proses hukumnya namun jalur komunikasi tetap dilakukan agar bisa dilakukan pembukaan sekolah secepatnya," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (29/1). Ditambahkan, pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena warga tersebut memiliki alas hak yang kuat.

Penutupan sekolah itu telah berlangsung sejak 26 Desember 2008 lalu. Mustamin, anak peilik tanah mengaku ingin menggantikan posisi ayahnya yang telah meninggal sebagai PNS. Ia mengaku telah dijanji sejak dua tahun lalu namun tidak ada realisasi.

Kecabdiknas Bajeng Barat, Hayyul Husain mengaku tidak ada yang pernah menjanjikan Mustamin untuk menjadi PNS. "Mustamin pernah minta tapi saya jawab kalau jaminan PNS itu di luar kewenangan kami," jelasnya, kemarin.(ute/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/29/2009 07:34:00 PM

23 Rumah Terancam Longsor

Diposkan oleh tuGOWA

* Satu Keluarga Sudah Dievakuasi

SUNGGUMINASA------- Tingginya curah hujan tahun ini membuat puluhan warga yang tinggal di bantaran sungai Je'nelata Desa Tanah Karaeng resah. Akibarnya, satu rumah milik Rahim nyaris rubuh diterjang longsor dan mereka sudah dievakuasi ketempat yang lebih aman. Sementara itu, 23 rumah lainnya dalam kondisi terancam longsor.

''Kami terus melakukan pemantauan terhadap daerah bantaran sungai yang rawan longsor,'' ujar Camat Manuju, Marsuki, Kamis 29 Januari.

Mantan camat Parangloe ini, mengakui, keberadaan ke 23 warga yang tinggal di lokasi bantaran sungai Je'nelata tersebut memang cukup rawan. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak, selain mengingatkan mereka untuk selalu waspada terhadap gejala-gejala alam. Apalagi mereka berada pada daerah ketinggian yang dengan ke dalam 20 meter dari dasar sungai.

Lalu apa jalan keluarnya? Menurut Marsuki, pihaknya sudah mengusulkan ke Bupati Gowa dan Dinas Sosial untuk dilakukan relokasi ketempat yang baru. ''Saya sudah usul, tinggal tunggu jawaban,'' katanya.

Terkait dengan lokasi penempatan 23 KK yang tinggal di bantaran sungai Je'nelata, Marsuki mengatakan, lokasi PTPN yang tidak terpakai pada poros Malino paling cocok. Lokasi ini, katanya, terdapat di desa yang sama, Desa Tanah Karaeng seluas 10 ha. Tanah tersebut sekarang ini sudah tidak dipergunakan oleh pihak PTPN.

Kalau mereka pindah kelokasi tersebut, lebih jauh dikatakannya, maka infrastruktur pemerintahan tingkat desa juga bisa dibangun, karena selama ini kantor desa Tanah Karaeng belum ada sama sekali. (arif.saeni@gmail.com)

Selanjutnya...
1/29/2009 07:31:00 PM

Warga Samaya Tutup Poros Malino

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA------- Ratusan warga Samaya Desa Romangloe Kacamatan Bontomarannu menutup poros Malino, Kamis 29 Januari. Akibatnya, jalur lalu lintas mengalami kemacetan yang luar biasa hingga beberapa jam.

Penutupan jalan yang dimulai Pkl 08:00 wita oleh masyarakat setempat, disebabkan karena kesal dengan kerusakan jalan yang terus terjadi. Mereka juga menuding kalau Praswil Sulsel tidak memiliki perhatian dengan kondisi jalan yang ada.

Bagaimana tidak, kendati kerusakan sudah berlangsung dalam kurun satu tahun, 2008, namun institusi yang bertanggungjawab terhadap jalan provinsi ini, tidak mengalokasikan anggaran baik itu dalam bentuk pembangunan hotmiks ataukah betonisasi.

''Kerusakan depan panti jompo ini tidak pernah mendapat perhatian,'' ujar salah seorang warga Samaya.

Kejengkelan warga memuncak lagi, karena pada musim hujan tahun ini jalan poros Malino berkubang lumpur. Sementara itu, pada musim kemarau, debu beterbangan di mana-mana.

Sebenarnya aksi penutupan jalan bukan yang kali pertama dilakukan oleh masyarakat yang bermukim pada poros Sungguminasa-Malino. Pada tahun 2008, mereka sudah beberapa kali melakukan aksi yang sama. Bahkan, paling para dengan menanam pohon di tengah jalan.

Sementara itu, Kasubdin Jalan dan Jembatan Praswil Sulsel, Yusuf Genda, ketika dikonfirmasi mengatakan, kalau pihaknya sudah memerintahkan Kepala Sub UPTD Gowa-Makassar, H. Makmur Rahim Erang, untuk melakukan penimbunan pada jalan poros yang mengalami kerusakan cukup berat.

Makmur sendiri mengakui, kalau pihaknya sudah melakukan penimbunan dengan menggunakan sirtu kelas B. ''Sudami jalan itu saya timbun,'' ujarnya. (arif.saeni@gmail.com)

Selanjutnya...
1/29/2009 07:28:00 PM

Bontoala Rawan Pencurian

Diposkan oleh tuGOWA

* Semalam Lima Rumah ’Disikat’ Pencuri

SUNGGUMINASA-------- Masyarakat Desa Bontoala Kecamatan Pallangga belakangan ini diresahkan aksi para pencuri dengan menyikat emas, uang dan telepon genggam. Ironisnya, dalam semalam pencuri tersebut mampu memasuki rumah sebanyak lima buah, dua diantaranya rumah anggota polisi dan TNI.

’’Aksi para pencuri benar-benar sangat meresahkan masyarakat,’’ ujar Kepala Dusun Mannyampa, Muh. Ramli Dg Tika.

Sementara itu, Kepala Desa Bontoala Rusman Naba, Rabu 28 Januari, mengatakan, kasus pencurian yang terjadi di daerahnya telah menimbulkan keresahan warga. Karena itu, dirinya harus keliling kampung pada tengah malam untuk melakukan pengecekan kondisi keamanan warga. ’’Saya harus keliling di desa Bontoala melihat kondisi keamanan,’’ katanya.

Dia mengakui, sejak dirinya terpilih dan dilantik menjadi Kades Bontoala, kasus pencurian tiba-tiba merebak. Kendati tak menyebutkan bahwa ada hubungan terpilihnya sebagai kepala desa, tapi jika dihubungkan dengan kondisi awal, keadaan desa Bontoala aman-aman saja.

Yang menjadi sasaran para pencuri utamanya perumahan di dusun Lambengi dan daerah perkampungan di dusun Mannyampa. Untuk Perumahan BTN Nusa Indah, sejumlah masyarakat mengungkapkan kalau beberapa orang tak dikenal sering menyantroni perumahan tersebut pada tengah malam.

’’Saya sering melihat ada orang yang tidak dikenal masuk ke perumahan dengan menggunakan sepeda motor. Begitu kami buntuti, mereka langsung kabur,’’ ujar Syamsir, salah seorang warga BTN Nusa Indah.

Dalam catatan yang ada, dalam kurun waktu satu bulan saja, Januari, sudah terjadi kasus pencurian sebanyak 12 kali. Ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kasus pencurian dalam kurun waktu satu di desa Bontoala.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat Manyampa dan Lambengi, melakukan kegiatan pos Kamling dengan melibatkan warga setempat. Namun demikian, kendati sudah dilakukan kegiatan ronda ancaman masih juga terjadi. ’’Masih saja ada orang yang mencurigakan, jalan tengah malam dengan jalan berkelompok dua hingga empat orang,’’ ujar salah seorang warga Mannyampa. (arif.saeni@gmail.com)

Selanjutnya...
1/28/2009 11:23:00 PM

Praswil Sulsel Diminta Perhatikan Jl Malino

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM -- Akses jalan provinsi di poros Malino Raya, kini makin memprihatinkan. Kondisinya mulai rusak berat dengan lubang-lubang dalam menganga.

Kecelakaan lalulintas pun makin rawan terjadi. Utamanya di poros rusak bilangan Kec. Bontomarannu-Somba Opu, tepatnya di titik Km 8 sekitar cek poin depan kawasan eks Pabrik Kertas Gowa, Kel. Romanglompoa dan Km 9-10 Kel. Bontomanai-Desa Pakkatto, Kec. Bontomarannu serta poros Lingkungan Buttadidi, Kel. Mawang, Kec. Somba Opu.

Dari kondisi ini, sopir angkot maupun pengguna jalan lainnya, setiap hari mengeluh. Apalagi diketahui, poros ini baru saja dihotmix dan dibeton tahun anggaran 2008.

Kerusakan jalan yang lubangnya hingga 30 centimeter itu, membuat para pengguna jalan resah kendaraannya cepat rusak. Apalagi harga onderdil masih saja tinggi.

Sejumah LSM mulai gerah dengan kinerja Praswil Sulsel. Kendati kerusakan jalan poros Malino semakin parah, namun institusi yang mengurusi jalan dan jembatan ini dinilai tidak punya perhatian.

"Masa' jalan mengalami kerusakan parah begini tidak mendapat perhatian dari Praswil Sulsel. Di mana dana pemeliharaan selama ini,"ujar Rusli Kadir, Direktur LSM Makassar Mandiri.

Poros jalan di Kec. ParangloE juga keropos. Menurut Himyar Salim dari LSM Karaeng Pattingalloang, kondisi buruk ini masih juga disebabkan dari aktivitas truk 10 roda yang mengangkut tambang C.

Kedua pengurus LSM ini juga mempertanyakan konstruksi jalan beton yang terbentang sepanjang 1 Km di Bontomarannu maupun di ParangloE. Menurut mereka, aneh saja lantaran baru beberapa bulan lalu (akhir 2008) dikerja, keretakan sudah terjadi di mana-mana. "Kenapa bisa, padahal anggaran yang digunakan tidak sedikit,'' ujar Rusli Kadir.

Karena itu, Praswil Sulsel dalam melakukan pekerjaan di Gowa, lanjut Rusli Kadir, agar berkoordinasi dengan Praswil Gowa, sehingga hasil dari pekerjaan jalan dan jembatan lebih maksimal. (arif/sar/beritakotamakassar.com)

Selanjutnya...
1/28/2009 11:21:00 PM

SD Tala'borong Sudah Sebulan Disegel

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Penyegelan sekolah karena kasus tanah kembali terjadi di Kabupaten Gowa. Kali ini menimpa SD Tala'borong, Desa Manjalling, Kecamatan Bajeng Barat. Oknum yangmengaku pewaris pemilik tanah menyegel seluruh ruang kelas sejak, 26 Desember 2008 lalu.

Akibat penyegelan tersebut, 144 murid SD Tala'borong nyaris tidak dapat belajar. Akhirnya pihak Cabang Dinas Pendidikan (Cabdiknas) Bajeng Barat memindahkan proses belajar mengajar siswa tersebut ke gedung SD Bontosunggu, Desa Borimatangkasa, sekitar satu kilometer dari SD Tala'borong.

"Masalah ini sudah dilapor ke camat tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut," ungkap Kepala Cabdiknas Bajeng Barat Hayyul Husain saat dikonfirmasi per telepon, Rabu (28/1).

Dijelaskan, penyegelan gedung sekolah dilakukan anak Suaib Dg Liu, Mustamin. Mustamin ingin menggantikan posisi ayahnya sebagai PNS yang telah meninggal dunia.

Pembangunan sekolah yang dilakukan sejak tahun 1980 saat itu menggunakan tanah almarhum Dg Liu. Sebagai kompensasinya, Dg Liu diangkat menjadi PNS.

"Saat itu Dg Liu serahkan tanahnya untuk dibanguni sekolah dan dia diangkat menjadi PNS. Kayak barterlah saat itu. Orang tuanya (Dg Liu) sudah diangkat PNS, tapi anaknya (Mustamin) juga ingin jadi PNS menggantikan ayahnya," ungkap Hayyul.

Terpisah, Kepala SD Tala'borong Abd Rahim mengaku penutupan dilakukan Mustamin karena kecewa janji yang dilontarkan kepadanya tidak direalisasikan hingga sekarang.

"Mustamin mengaku dijanji menjadi PNS sejak dua tahun lalu oleh pemerintah setempat. Tapi sampai sekarang tidak diangkat-angkat. Karena itu dia menutup sekolah sebagai bentuk kekecewaan," jelasnya.

Dikonfirmasi wartawan sebelumnya, Mustamin mengaku akan membuka sekolah kalau dirinya sudah diangkat menjadi PNS. Ia mengaku sudah dua tahun dijanji jadi PNS oleh pemerintah setempat, tapi tidak ada realisasi.(ute/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/28/2009 11:03:00 PM

Guru SD di Somba Opu Pelatihan

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA - Sebanyak 29 guru kelas VI dan guru bidang studi se-Kecamatan Somba Opu mengikuti pelatihan pemantapan materi ujian akhis sekolah berstandar nasional (UASBN) di SDI Pa'bangngiang, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Rabu (28/1).

Pemantapan UASBN ini untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, matematikan,dan IPA. Ketua panitia Mahmud Kamran mengatakan, kegiatan ini untuk menambah wawasan guru kelas VI dalam menghadapi UASBN serta meningkatkan kemampuan profesional guru, khususnya tiga mata pelajaran pokok tersebut.

Kepala SDN Mangasa I, Hamidah Kaiyum didampingi Ketua Kerja Kelompok Kepala Sekolah wilayah II, Kamaruddin, menilai kegiatan ini sangat positif untuk pengetahuan tambahan para guna sebagai persiapan peningkatan kualitas hasil kerja murid. Kegiatan ini akan berakhir hari ini.(ute/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/28/2009 10:56:00 PM

Warga Bontomanai Tanyakan Sertikasi Tanah

Diposkan oleh tuGOWA

BPN Nilai Deptan Lepas Tangan

GOWA, BKM-- Sedikitnya 89 orang warga Kel. Bontomanai, Kec. Bontomarannu meragukan kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gowa. Pasalnya, sejak mendaftarkan pengsertifikasian lahan tani mereka tahun 2006, hingga kini sertifikat atas lahan yang dibiayai sebesar Rp 300 ribu secara kolektif itu, belum juga diterima.

Proyek pengsertifikatan kolektif ini adalah program kerjasama pihak Departemen Pertanian (Deptan) dengan BPN secara nasional. Anehnya, hingga memasuki tahun keempat (hingga 2009) ini, kabar sertifikasi lahan tani warga mengabur, berikut tidak adanya respon aktif pihak kelurahan yang merupakan perpanjangan tangan dari pihak Deptan.

Kepala BPN Gowa, Supratman SH yang dikonfirmasi di kantornya, Rabu (28/1) kemarin, langsung memanggil Kasi Pengukuran dan Pendaftaran Tanah, Muh Ramli SH terkait proses sertifikasi kerjasama Deptan tersebut.

Supratman didampingi Muh Ramli, mengatakan, sertifikasi 89 lahan tani tersebut sudah jalan. Semua gambarnya sudah ada. Bahkan sekitar 32 lahan sudah selesai sertifikatnya dan sudah diserahkan ke pemerintah setempat. Kini menyusul penyelesaian sekitar 27 lahan lagi dan siap untuk dicetak sertifikatnya.

"Yang jelas BPN siap menuntaskan pekerjaan ini kendati kami menilai pihak Deptan terkesan lepas tangan. Begitu menyetor nama-nama warga, tidak mau campur tangan lagi padahal yang tahu lokasi-lokasinya adalah orang pertanian," kilah Kepala BPN.

Di sisi lain, kata Supratman, proyek sertifikasi semacam ini memang memerlukan peran aktif aparat kelurahan maupu desa yang menanganinya, karena itu sangat membantu pihak BPN dalam menyelesaikan kelanjutan prosesnya.

"Proses sertifikasi itu lama. Yang paling penting kelengkapan PBB, KTP serta alas haknya ada, karena itu yang penting. Kita tidak mau menahan-nahan. Begitu berkasnya usai diproses ya langsung diserahkan sertifikatnya," kata Supratman seraya mengatakan karena indikasi lepas tangannya Deptan tersebut, maka pengsertifikatan yang sama yang diusulkan Deptan tahun 2007 terpaksa ditolaknya (BPN,red).(sar/beritakotamakassar.com)

Selanjutnya...
1/28/2009 12:03:00 AM

Renungkan

Diposkan oleh tuGOWA



"Ia yang datang, akan pergi. Seorang penguasa, pengemis atau pertapa - setiap orang yang lahir pasti mati. Menghembuskan nafas terakhir di atas tahta,
atau diseret ke dalam kubur dengan kaki dan tangan terikat,
apa bedanya?"

Kabir (1398-1448)
Seorang penyair mistik dan orang suci dari India. Menurut legenda, ia lahir dari seorang perawan. Dikatakan bahwa ibunya hamil setelah mengunjungi sebuah kuil Hindu. Setelah melahirkan anaknya diadopsi seorang Muslim dan dibesarkan dalam komunitas penenun Islam.

Selanjutnya...
1/27/2009 11:50:00 PM

* Baksos Alumni SMAN 1 Sungguminasa (Habis)

Diposkan oleh tuGOWA

Warga Rappocidu Berharap Bantuan Listrik Tenaga Surya


AKSES masuk ke Lingkungan Rappocidu, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, tidak hanya sulit. Masyarakat yang bermukim di daerah yang terletak pada daerah perbatasan Gowa- Makassar ini pun tidak dapat menikmati listrik.

Penerangan di lingkungan itu pada malam hari hanya bertumpu pada lampu minyak dan lilin. Sementara untuk sarana ibadah yang ada, sebuah musala, hanya dibantu penerangan oleh genset kecil yang daya suplai listriknya sangat minim.

Divisi humas panitia bakti sosial alumni SMAN 1 Sungguminasa, Muh Zulfikar Hasanuddin, mengatakan, dari keterangan Lurah Samata Zubair mengaku bahwa PLN tidak masuk karena rugi kalau membuat jaringan ke wilayah tersebut.

"Biaya pembangunan infrastruktur cukup besar sementara penduduk yang ada dinilai sangat sedikit," jelasnya.

Ketua RW setempat, Dg Tompo, berharap pemerintah bisa memikirkan jalan keluar untuk membantu penerangan di daerah tersebut pada malam hari. Ia mengaku kalau tidak bisa dibantu dengan genset besar, bisa juga pembangkit listrik tenaga surya untuk jadi alat penyuplai listrik.

Kesulitan masyarakat di lingkungan itu tak cukup sampai di situ. Masyarakat setempat juga sangat kesulitan berobat jika sedang didera sakit. Warga baru memilih keluar dari lingkungan tersebut jika sudah sakit keras.

Selain karena akses jalan yang sangat sulit, kehidupan ekonomi masyarakat juga terbatas. Kehidupan sekitar 31 KK di lingkungan itu bergantung pada hasil pertanian dan peternakan. Ternak utamanya berupa sapi, ayam, dan bebek.

"Untuk membeli minyak tanah, mereka (warga Rappocidu) lakukan dengan barter hasil ternaknya di lingkungan luar saat pergi berbelanja. Kadang telur, kadang juga ternak seperti ayam atau bebek," jelas Zulfikar.

Lingkungan Rappocidu memang berada di antara dua kota besar, Sungguminasa dan Makassar. Namun, keberadaan wilayahnya sekali lagi sangat sulit untuk didatangi. Motor hanya bisa masuk saat kemaru, itupun hanya berlangsung sekitar lima bulan.

Saat hujan mulai turun, lumpur dan genangan air menghalangi motor ke wilayah itu. Solusinya hanya berjalan kaki sekitar dua kilometer ditambah naik perahu atau menyeberangi genangan setinggi paha orang dewasa.(muhtar muis/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/27/2009 11:46:00 PM

Camat Barombong Kumpul Pelaku Pertanian

Diposkan oleh tuGOWA

SEMENTARA itu, Camat Barombong Luthfy Latief mengantisipasi kelangkaan pupuk menggelar rapat koordinasi (rakor) pertanian di aula kantor camat, Selasa (27/1). Rakor diikuti sekitar 60 orang dari muspika, distributor, cabang dinas pertanian, kepala desa/lurah, gapoktan, dan pengecer pupuk.

Dalam rakor terungkap masih banyak petani belum mendapatkan jatah pupuk karena tidak terdaftar dalam kelompok tani. Permasalahan itu langsung disikapi dengan meminta aparat terkait melakukan pendataan.

"Saya telah perintahkan agar segera dilakukan pendataan bagi petani yang belum ada kelompoknya sehingga bisa dimasukkan dalam RDKK dan mendapatkan jatah pupuk bersubsidi pada musim gadu akan datang," jelas Lutfhi, kemarin.

Luthy juga sempat mengancam distributor jika masih saja terjadi kelangkaan pupuk dan harga melebihi HET. "Kelangkaan pupuk atau harga tidak mungkin melebihi ketentuan jika distributor, pengecer dan semua pihak menjalankan tugas dan mengedepankan hati nurani," tegasnya.(ute/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/27/2009 03:58:00 PM

Kekeruhan Air Baku PDAM Parah

Diposkan oleh tuGOWA

* Sudah Capai 5.000 NTU

SUNGGUMINASA--------- Direktur Utama PDAM Gowa, H. Hasanuddin sangat prihatin dengan kondisi air baku PDAM Gowa. Posisi tingkat kekeruhan saat sekarang ini sudah mencapai 5.000 NTU, nephelometric turbidity unit. Malah, naiknya NTU tersebut membuat pompa air jebol, kendati sudah dilakukan perbaikan. ''Tapi kalau keadaannya mengalami terus kenaikan, ini tentu akan sangat mengkhawatirkan kami,'' ujarnya, Selasa 27 Januari.

Untuk mengatasi masalah tersebut, menurut Hasanuddin, pihaknya harus menggunakan magna flog hingga air bisa dikonsumsi oleh masyarakat, itu pun penggunaannya sudah mengalami kenaikan 100% dari sebelumnya.

Selain itu, langkah-langkah lain yang dilakukan pihak PDAM Gowa dengan membersihkan bak air baku secara insentif, sehingga pengendepan lumpur di bak tidak semakin tebal, yang akan semakin memperbesar penggunaan magna flog.

Kenaikan tingkat kekeruhan air baku PDAM Gowa yang begitu tinggi memang mengagetkan para pengelola air ini. Sebab, awal Januari saja hanya berada pada kisaran 200 NTU. Artinya mendekati air baku normal yang hanya 100 NTU. Nah, katanya, dengan naiknya kekeruhan pada posisi 5.000 NTU membuat mereka kalang kabut. ''Ini kan tidak biasanya, naik begitu cepat,'' katanya.

Menurut Hasanuddin, kenaikan tersebut dimungkinkan karena tingginya curah hujan di daerah hulu, sehingga akan semakin mempercepat pergerakan lumpur yang membuat air baku menjadi keruh.

Konsekwensi yang harus diterima, lanjutnya dengan naiknya biaya produksi. Hasanuddin menghitung, dalam kondisi normal biaya produksi hanya Rp1.960,25 permeter kubik, sementara magna flog yang digunakan hanya satu meter kubik perhari.

Namun kenaikan tingkat kekeruhan saja menurut dia kalau sudah mencapai 700 NTU, penggunaan magna flog sudah besar dari biasanya yang bisa mencapai 30% dari penggunaan biasa. (ari/fajar.co.id)

Selanjutnya...
1/27/2009 03:56:00 PM

Kejari Periksa Distributor Pupuk

Diposkan oleh tuGOWA

* Bupati Dukung Kejaksaan

SUNGGUMINASA------- Kelangkaan pupuk yang sering terjadi di daerah ini akhirnya membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungguminasa akhirnya turun tangan dengan memeriksa Zugiarto dari Koperasi Karaenta Data. ''Kami memang akan melakukan pemeriksaan terkait dengan laporan yang masuk ke kami,'' ujar Kajari Sungguminasa, Mohammad Hamid, yang didampingi Kasi Intel, Hamdun, Selasa 27 Januari.

Selain itu, pihak Kejaksaan sudah memeriksa sejumlah pengecer untuk memperkuat data terkait dengan penjualan pupuk di atas HET. Sementara itu, Selasa, Kejaksaan juga memeriksa Gapoktan Parangloe dari desa Biringbulu.

Tindakan yang dilakukan pihak Kejaksaan Sungguminasa, tentu saja mendapat dukungan dari Bupati Gowa, H. Ichsan Yasin Limpo, agar menindak tegas para distributor yang telah banyak merugikan para petani di daerah.

''Saya tentu saja sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan pihak Kejaksaan terkait dengan kelangkaan pupuk yang terjadi selama ini, yang ditengarai dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,'' ujarnya.

Dukungan yang ingin diberikan oleh orang nomor satu di daerah ini dengan melakukan kunjungan ke kantor Kejaksaan Sungguminasa hari ini, Selasa 27 Januari. Namun karena terkendala tugas yang padat, mantan anggota DPRD Sulsel ini memerintahkan wakilnya H. Abd Razak Badjidu. ''Pak Wabup jalan-jalanlah ke Kejaksaan, untuk melihat distributor itu,'' ujarnya yang diiyakan Razak.

Berdasarkan catatan yang ada, oleh PT Pupuk Kalimantan Timur KP Sulselbar bernomor 112-F/SULSELBAR/V.2008, telah memberikan kewenangan kepada empat distributor, yakni CV Pupuk Sari Tani dengan wilayah meliputi Sombaopu, Barombong, Bungaya, Tompobulu dan Bontolempangan. Sedangkan Koperasi Karaenta Data meliputi Pallangga, Bontonompo, Pattalassang dan Biringbulu.

Distributor lainnya adalah PT Gresik Cipta Sejahtera meliputi Bajeng, Bajeng Barat, Parangloe dan Tinggimoncong. Sedangkan Kopinkra Mulia meliputi Bontomarannu, Bontonompo Selatan, Manuju, Tombolopao dan Parigi.

Menurut Bupati Gowa. H. Ichsan Yasin Limpo persoalan pupuk adalah masalah urgen sehingga tidak bisa dianggap main-main. Karena itu, kalau ada distributor atau pengecer yang menjual pupuk ke daerah lain, maka itu dinilainya sebagai pelanggaran besar.

Sementara itu, dalam kunjungan Wakil Bupati Gowa, H. Abd Razak Badjidu ke kantor Kejaksaan Negeri Sungguminasa, dia mengungkapkan kalau banyak laporan yang masuk, masalah ini muncul ada ditingkat Gapoktan.

Terkait dengan penjualan pupuk di atas HET, Zugiarto kepada wartawan di kantor Kejaksaan Sungguminasa, penjualan di atas HET merupakan masalah klasik, sejak beberapa tahun lalu. (ari/fajar.co.id)

Selanjutnya...
1/26/2009 09:48:00 PM

Renungkan

Diposkan oleh tuGOWA

"Tempat untuk berbahagia itu di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini.
Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia."

Happiness is the only good. The time to be happy is now. The place to be happy is here.
The way to be happy is to make others so.

Robert Green Ingersoll (11 Agustus 1833-21 Juli 1899)
Seorang veteran perang saudara Amerika, pemimpin politik, dan ahli pidato selama masa Golden Age of Freethought, catatan atas berbagai budaya dan pembelaan agnostisme.


Selanjutnya...
1/26/2009 09:41:00 PM

* Baksos Alumni SMAN 1 Sungguminasa (1)

Diposkan oleh tuGOWA

Lingkungan Rappocidu, Lingkungan Terpencil di Tengah Kota

INI bukan kunjungan ke daerah terpencil untuk memperkenalkan calon anggota legislatif. Bukan juga untuk sekedar membuat kegiatan bakti sosial. Namun, niat tulus yang berangkat dari segelintir alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sungguminasa cukup mulia.

Mereka menggelar bakti sosial di lingkungan yang nyaris terisolasi di tengah peradaban kota. Letaknya pun tak jauh dari pusat Kota Sungguminasa, bahkan Kota Makassar. Tapi, akses ke daerah ini lebih parah menuju desa terpencil di daerah pegunungan.

Adalah Lingkungan Rappocidu, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, yang menjadi sasaran bakti sosial alumni sekolah yang dulu terkenal sebagai SMA Salis atau SMA 159.

Lingkungan yang berada dekat perbatasan Kota Makassar ini didiami 31 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa. Luas wilayah sekitar enam hektare termasuk daerah pertaniannya yang dikelola masyarakat setempat. Mata pencarian utama adalah bertani dan beternak.

"Kegiatan ini kami gelar di tempat itu (Lingkungan Rappocidu) untuk mengangkat keberadaan daerah yang terisolasi tersebut," ungkap Sekretaris panitia pelaksana Nurul Faidah Anwar, kepada Tribun, kemarin.

Bakti sosial yang dilaksanakan alumni SMAN 1 Sungguminasa antara lain penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis, dialog, dan pembagian sembako. Masyarakat setempat juga diberi siraman rohadi dari Ustad Muh Nur Maulana yang sengaja didatangkan ke tempat tersebut.

Divisi humas panitia, Muh Zulfikar Hasanuddin, mengungkapkan, untuk mencapai lokasi panitia dan tim medis harus berjalan kaki sekitar dua kilometer. Di saat musim hujan ini, motor pun tidak bisa melintas jalan menuju daerah itu.

"Akses masuk ke Lingkungan Rappocidu bisa melalui Samata dan Mala'lang. Tapi, saat musim hujan begini tidak bisa lewat Samata karena air cukup tinggi, sedang lewat Mala'lang lumpur cukup tinggi," jelasnya.

Ditambahkan, dari keterangan Ketua RW Dg Tompo, jalan bagus ke daerah itu hanya sekitar lima bulan saat musim kemarau. Pada Desember-Januari, warga harus menggunakan perahu untuk melalui akses jalan.(muhtar muis/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/25/2009 09:46:00 PM

Renungkan

Diposkan oleh tuGOWA


"Terlalu banyak cerita yang terjadi dalam satu tahun terakhir. Banyak kejadian dan beberapa di antaranya sangat menyentuh, dan sulit untuk dilupakan. Banyak kenangan membantu kita belajar untuk menghargai, dan membuat kita lebih kuat, lebih indah. Semua orang baik hati di dunia ini. Happy Chinese New Year!"

Zhang Ziyi (Beijing, 9 Februari 1979)
Salah satu aktris Cina yang paling terkenal. Ia salah satu dari Four Young Dan actresses in China. Membintangi Crouching Tiger, Hidden Dragon, pemeran geisha Sayuri Nitta dalam Memoirs of a Geisha ini. Majalah Forbes di China menempatkan Zhang Ziyi di peringkat kedua, setelah pemain NBA, Yao Ming. Zhang Ziyi juga tercantum dalam daftar 100 wanita tercantik dunia, versi majalah Harpers & Queen. Serta puluhan penghargaan telah diterimanya.

Selanjutnya...
1/25/2009 09:43:00 PM

Gaji Panwas Lebih Tinggi, PPK Cemburu

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) se-Kabupaten Gowa mempertanyakan perbedaan gaji dengan panitia pengawas pemilihan umum (Panwaslu) kecamatan. Perbedaan itu sangat mencolok dibanding pelaksanaan pemilu lalu.

Gaji ketua PPK untuk pelaksanaan pemilu kali ini Rp 450 ribu per bulan dan Rp 400 ribu untuk anggota. Sementara gaji ketua panwas Rp 1juta dan untuk anggota Rp 750 ribu.

Masalah gaji tersebut mengemuka di sela-sela acara pengukuhan dan bimbingan teknis PPK se-Kabupaten Gowa di Gedung Wanita Sungguminasa, Sabtu (24/1).

"Kami heran kenapa gaji panwas sekarang lebih besar dari gaji PPK. Sebelum-sebelumnya malah gaji PPK yang lebih besar," terang Ketua PPK Tinggimoncong, Muh Hardianto Syakur.

Menurutnya, tugas dan tanggung jawab PPK lebih besar dibandingkan tugas pengawasan panwas. PPK menjadi tulang punggung kesuksesan pelaksanaan pemilu sehingga kesejahteraannya juga harus diperhitungkan.

Terpisah, Ketua KPU Gowa Hirsan Bachtiar mengatakan, pihaknya akan mencoba memperjuangkan peningkatan gaji tenaga PPK, minimal disejajarkan dengan gaji panwas. Ia juga mengaku pengukuhan ini tetap digelar meski belum ada anggaran turun.

"Pengukuhan ini juga menjawab bahwa tidak semua KPU tidak bisa melantik anggota PPK hanya karena tidak ada anggaran. Kita tetap laksanakan karena tahapan pemilu harus tetap berjalan sesuai jadwal," jelasnya.

Jumlah PPK yang dikukuhkan kembali sebanyak 90 orang. Mereka akan bertugas di 18 kecamatan yang ada di Butta Bersejarah ini.

Usai pengukuhan, dilanjutkan dengan bimbingan teknis dengan pemateri anggota KPU. Materi yang diberikan antara lain sosialisasi UU pemilu termasuk tata cara pemberian suara, logistik, pengisian format formulir, dan sebagainya.

"Dalam waktu dekat kita (KPU) juga akan melaksanakan pengukuhan panitia pemungutan suara (PPS)," jelasnya.(ute/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/23/2009 10:16:00 PM

Telat, Siswa Dipukul

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA (SINDO)-Gara-gara terlambat, Muh Rustam, siswa kelas 3 IPS 1 SMA Muhammadiah harus menerima bogem mentah tepat di mata sebelah kiri.

Akibatnya, mata Rustam mengalami bengkak berwarna biru lebam serta terdapatnya darah menggumpal pada selaput mata. "Tidak hanya pukulan, saya juga sempat ditendang,"ungkap Rustan saat ditemui di kelasnya kemarin.

Dia menuturkan, kejadiaan naas tersebut terjadi kamis (22/1) sekitar pukul 7.30 wita. Saat itu dirinya bersama 10 orang siswa lainnya dinyatakan terlambat. Menurut aturan sekolah, setiap siswa terlambat sebelum masuk kelas harus diproses lebih dahulu oleh pihak sekolah.

Sayangnya, aturan itu hanya diterapkan pada dirinya saja. Sedang 10 siswa lainnya langsung dimasukkan. Karena kesal, Rustam lalu menendang pagar sekolah. "Cuma saya dikasi begitu tidak dikasi masuk ditutupi pagar. Apa masalahnya ka. Yang lain tidak kena sanksi apapun,"tukasnya.

Akibatnya, Lukman yang sehari-hari bekerja sebagai bujang sekolah langsung mengejar Rustam. Kemudian memukul mata kiri dilanjutkan dengan menendang.

Setelah diperlkukan demikian, Rustam pun pulang ke rumahnya. Ditemani kerabat, dia melaporkan hal ini ke Polresta Gowa hari itu juga. Adapun nomor laporan polisinya: lp/54/1/2009/spk-resta tanggal 22 Januari.

"Sekarang kalau mau masuk sekolah, saya lihat-lihat dulu. Kalau tidak ada Lukman baru saya masuk. Kalau ada dia, jangan sampai saya dipukul lagi. Apalagi Lukman tidak dikenakan sanksi apapun dari sekolah,"tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Sirajuddin mengatakan, jika kejadian ini bukan insiden pemukulan sepihak, tapi adu pukul diantara keduanya.

Bengkaknya mata Rustam lanjut Sirajuddin, karena waktu Rustam memukul, Lukman menangkis dan saat bersamaan tangkisan itu mengenai mata Rustam.

"Cerita ini baru saya ketahui dari Lukman. Karena sampai detik ini, saya belum pernah lihat Rustam di kelasnya. Yang jelas kita akan selesikan secara kekeluargaan,"pungkasnya.(herni amir/seputar-indonesia.com)

Selanjutnya...
1/23/2009 10:14:00 PM

1 Februari, Gowa Sehat Gratis

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKMonline -- Sukses menerapkan program pendidikan gratis, Pemerintah Kab. Gowa kembali akan menerapkan program yang sangat membantu meringankan beban masyarakat miskin, yakni kesehatan gratis.

Program ini mulai dicanangkan Pemkab 1 Februari 2009. Rencana ini sudah matang dengan diawali ekspose bagi dua leading sektor, masing-masing Dinas Kesehatan dan RSU Syekh Yusuf.

Terkait program sehat gratis ini yang polanya sama dengan pendidikan gratis yakni pembiayaannya disubsidi pemerintah kabupaten melalui APBD 2009, masyarakat Kab. Gowa tampak antusias menantinya.

Pihak RSU Syekh Yusuf seperti dikatakan Direkturnya, dr H Muhammad Rizal MM, di kantornya, sudah mempersiapkan diri menanti program yang tentunya akan mengakses tingkat pelayanan yang lebih baik lagi.

"Sarana prasarana kami sudah siap seiring meningkatnya status rumah sakit ini dari tipe C menjadi B. Status ini merupakan yang pertama di Berlakukan untuk daerah/kabupaten di Sulsel selain RSU Labuang Baji Makassar. Hanya saja efektif pemberlakuannya menunggu pencanangan dari pemerintah kabupaten," jelas dr H Muhammad Rizal.

Dikatakannya, naiknya status RSU ini ke tipe B tentu akan berdampak pula kepada peran dan status bagi Puskesmas yang sudah bisa melayani rawat inap. (saribulan/beritakotamakassar.com)

Selanjutnya...
1/23/2009 09:58:00 PM

Desa Terpencil Gowa Segera Nikmati Listrik

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Desa terpencil Gowa yang terletak di wilayah Kec. Tombolopao dan Tinggimoncong dalam waktu dekat akan terakses jaringan listrik tenaga air.

Hal itu dipastikan terwujud setelah Pemkab Sinjai membuka kerjasama dengan investor dari Norwegia yang akan membangun PLTA di perbatasan Gowa- Sinjai tepatnya di Desa Tabbingjai (Gowa)- Kel. Tassiliu (Sinjai Barat).

Kamis (22/1) lalu, lokasi bakal mega proyek listrik berdaya ekitar 10 MW itu telah ditinjau Dubes Norwegia, Eviens S Homme didampingi Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Wabup Gowa, H Abd Razak Badjidu, aparat Pemkab Sinjai serta investor PT Sulawesi Mini Hydro Power.

Dilibatkannya Pemkab Gowa dalam kerjasama ini, menurut Wabup Gowa, karena Gowa menjadi penyedia sumber air untuk PLTA itu nanti. Sementara proyek yang akan ditangani pihak PLN ini, dialokasi di Sinjai karena Sinjai merupakan daerah terujung yang tersuplay jaringan antara lain dari Bakaru.(Saribulan/beritakotamakassar.com)

Selanjutnya...
1/23/2009 09:55:00 PM

Poros Malino Dianggarkan Kembali

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKMonline -- Poros Malino Raya yang kini kembali keropos tahun ini dianggarkan pada anggaran 2009 guna perbaikan. Hal itu dibenarkan Wabup Gowa, H Abd Razak Badjidu S.Sos saat ditemui di sela memantau aktivitas pekerja bangunan kantor Pemkab Gowa, Jumat (23/1).

Dikatakan Wabup, pihaknya memang sudah melihat sendiri kondisi poros Malino. Dari kota Sungguminasa hingga kota Malino di Kec. Tinggimoncong diperkirakan 10 titik jalan yang rusak.

"Saya sudah lihat dan memang parah. Poros ini memang akan dibetonisasi. Tahun ini dianggarkan kembali hanya saja dikerja bertahap," jelas Wabup.

Terkait kerusakan jalan tersebut, menurut Wabup tidak dipungkiri salah satu penyebabnya adalah aktivitas truk tambang.

Karena itu, Pemkab telah berencana akan membuka akses khusus untuk jalur truk tambang itu melalui poros Macanda' yang tembus langsung di Jl Herstasning Baru, Makassar.

"Kita juga sulit menghentikan aktivitas truk ini karena jika itu dilakukan maka pembangunan di Makassar dan sekitarnya akan terhambat. Makanya kita cari solusi terbaik saja dengan mencarikan jalur untuk truk tambang ini agar tidak masuk ke dalam kota kabupaten," kata Wabup. (saribulan/beritakotamakassar.com)

Selanjutnya...
1/22/2009 10:47:00 PM

Renungkan

Diposkan oleh tuGOWA


"Jadilah bambu. Jangan jadi pisang. Daunnya lebar membuat anaknya tidak kebagian sinar matahari. Bambu lain: rela telanjang asal anaknya, rebung, pakaiannya lengkap."

Prof Dr Nurcholish Madjid (Jombang, Jawa Timur, 17 Maret 1939-Jakarta, 29 Agustus 2005)
Lebih populer dipanggil Cak Nur adalah seorang pemikir Islam, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Cak Nur merupakan ikon pembaruan pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia. Gagasannya tentang pluralisme telah menempatkannya sebagai intelektual Muslim terdepan, terlebih di saat Indonesia sedang terjerumus di dalam berbagai kemorosotan dan ancaman disintegrasi bangsa.

Selanjutnya...
1/22/2009 10:43:00 PM

Kerusakan Jalan Poros Malino Mulai Parah

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Belum setahun mengalami perbaikan, jalan poros Malino mulai mengalami kerusakan. Hujan deras yang melanda daerah ini sebulan terakhir telah membuat kubangan di sejumlah titik di jalan menuju kota wisata berhawa sejuk, Malino, itu.

Kerusakan jalan cukup parah terlihat di Lingkungan Romanglompoa, Kelurahan Romanglompoa, Kecamatan Bontomarannu, Lingkungan Buttadidi, Kelurahan Mawang, Lingkungan Panggentungan, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, dan beberapa ruas di Kecamatan Parangloe.

Bahkan kondisi rusak terdapat pula pada jalanan hotmix dan beton yang dikerja akhir 2008 lalu. Beberapa jalan beton terlihat retak yang diduga karena kualitas campuran kurang bagus. Poros Malino ini merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi.

Sementara itu, kubangan yang terbentuk di jalan mulai menelan korban. Anggota DPRD Gowa, Nasaruddin, kemarin mengatakan, sebuah mobil sempat terjerambat dalam kubangan besar di dekat pabrik pengemasan air mineral di Kecamatan Bontomarannu.

"Mobil itu kesulitan naik karena kubangan cukup dalam. Kubangan tersebut sangat berbahaya, apalagi jika dilalui sepeda motor dan pada malam hari karena kondisi gelap," jelasnya.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap pemerintah cepat mengambil langkah penanganan darurat. "Minimal dilakukan penimbunan dululah biar tidak membahayakan pengguna jalan," pinta Nasaruddin.

Beberapa waktu lalu, Kepala Sub UPTD Jalan Jembatan Gowa-Makassar, Abd Makmur Rahim, yang dikonfirmasi wartawan saat dikonfirmasi via ponsel, Selasa (13/1) kemarin membenarkan kondisi jalan yang mulai rusak.

Namun, katanya, saat ini sulit dilakukan perbaikan karena curah hujan masih cukup tinggi. ''Jika perbaikan dilakukan sekarang, maka hanya buang-buang anggaran,'' jelasnya.(ute/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/22/2009 10:36:00 PM

PD HCGM Canangkan Tahun Take Off

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, Upeks----Tahun ini,Perusahaan Daerah (PD) Holding Company Gowa Mandiri (HCGM) mencanangkan sebagai tahun take off.

Hal tersebut disampaikan Direktur PD HCGM, Gowa, Wakito kepada koran ini dikantornya, Kamis (22/1). Menurut Wakito, pencanangan ini dilakukan seiring dengan adanya perkembangan yang dicapai oleh perusahaan yang dipimpinnya itu, baik segi omzet maupun soal pengembangan bidang usaha.

Dari beberapa unit usaha yang dikelolah oleh perusahaan milik Pemkab Gowa ini, seperti halnya, jasa konstruksi, taxi, agrobisnis semuanya mengalami perkembangan yang cukup baik.

Bahkan menurut Wakito, semua sektor usaha yang dijalankan itu sudah dikuasai, khususnya soal pasar. "Satu kesyukuran buat kami, karena bidang-bidang usaha yang kita kelolah pasarnya kita sudah kuasai," kata Wakito.(aspar/ujungpandangekspres.com)

Selanjutnya...
1/21/2009 11:30:00 PM

Pabrik Kakao di Gowa Dipertanyakan

Diposkan oleh tuGOWA

Makassar, 21/1 (ANTARA) - Rencana pembangunan pabrik pengolahan kakao di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipertanyakan anggota DPRD Sulsel karena dinilai tidak strategis dan akan menimbulkan biaya tinggi.

"Sentra produksi kakao berada di Kabupaten Luwu, Sulsel, jadi idealnya pabriknya dibangun di situ untuk efisiensi," jelas salah seorang anggota DPRD Sulsel Qayyim Munarka di Makassar, Rabu.

Menurut dia, apabila Pemprov Sulsel ngotot agar pabrik pengolahan kakao itu ditempatkan di Kabupaten Gowa, tentu akan memakan biaya tinggi bagi industri karena harus mendatangkan bahan baku ke lokasi pabrik yang jaraknya sekitar 350 kilometer (km).

Karena itu ia meminta kepada Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo untuk mempertimbangkan lebih mendalam penetapan lokasi proyek yang akan didanai APBN sebesar Rp14 miliar itu.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sebenarnya lokasi pabrik ada tiga opsi yakni di Kabupaten Gowa, Maros dan Pangkep.

Namun karena pemerintah kabupaten (Pemkab) Gowa yang lebih siap baik dari segi penyediaan infrastruktur dan lahan sekitar tiga hektare (ha) akhirnya dipilih lokasi itu.

Alasan lainnya, pabrik di Gowa itu nanti akan mengolah kakao setengah jadi dalam bentuk powder (bubuk) dan butter (mirip mentega) yang dihasilkan pabrik di Kawasan Industri Makassar (KIMA) menjadi produk siap konsumsi seperti permen coklat.

"Jadi bahan setengah jadi itu nanti akan berasal dari KIMA yang jaraknya tidak jauh dari lokasi pabrik di Gowa," katanya memberikan argumentasi.

Argumen tersebut ditanggapi Qayyim dan anggota dewan lainnya yang berasal dari Kabupaten Luwu sebagai akal-akalan saja karena bagaimana pun, penempatan pabrik akan lebih bermanfaat jika dibangun di sekitar lokasi sentra produksi kakao.

Data Dinas Perkebunan Sulsel mencatat, di beberapa daerah yang merupakan sentra kakao di antaranya Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Palopo, dan Pinrang menghasilkan rata-rata 230 ribu ton pertahun dalam tiga tahun terakhir padahal sebelumnya mampu mencapai 250 sampai 270 ribu ton pertahun.

Penurunan produksi kakao itu disebabkan serangan hama penggerek buah kakao (PBK) dan usia tanaman kakao rata-rata sudah diatas 15 tahun sehingga sudah kurang produktif lagi.(tugowa.news@gmail.com)

Selanjutnya...
1/21/2009 11:27:00 PM

Warga Keluhkan Aktivitas Penambangan Liar

Diposkan oleh tuGOWA

Gowa, Sulsel, 21/1 (ANTARA) - Warga Desa Kampili, Kecamatan Pallanga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), sangat resah dengan adanya penambangan pasir liar yang dilakukan oleh salah satu pengusaha setempat.

"Kami sangat resah dengan adanya aktivitas penambangan pasir yang dilakukan oleh Daeng Nyo, salah seorang oknum warga Taipale'leng," ujar tokoh masyarakat, Daeng Nyalla, Rabu.

Menurut dia, penambangan liar dengan menggunakan pompa pengisap pasir itu antara lain telah menyebabkan saluran air jebol, sehingga areal persawahan yang berada di wilayah tersebut tergenang air.

Karena itu, pihaknya telah memperlihatkan surat rekomendasi pemberhentian penambangan pasir yang diterbitkan oleh Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) kepada Daeng Nyo, agar segera memberhentikan akyivitasnya tersebut.

"Saya sudah memperlihatkan surat pemberhentian itu dan mudah-mudahan saja cepat ditanggapi sehingga tidak lagi terjadi penambangan di wilayah tersebut," kata Daeng Nyalla.

Kasi Pertambangan Umum Distamben Gowa, Lukman Dg Bombong, mengaku pihaknya sudah menerima laporan tentang aktivitas penambangan yang dilakukan Daeng Nyo. Karena itu dia langsung menurunkan tim untuk memantau kondisi di lapangan.

Dikatakannya, lokasi penambangan dan pengambilan pasir yang dilakukan oleh Daeng Nyo adalah areal bekas penambangan dengan penggunaan alat-alat berat sehingga mempengaruhi struktur tanah.

Menurut dia, meskipun hanya menggunakan pompa pengisap pasir, namun tetap mempengaruhi lingkungan sekitarnya, sehingga pengambilan pasir harus dihentikan. Apalagi, penambangan itu menyebabkan terjadi pengikisan tanah dan pasir, termasuk mempengaruhi aliran air ke sawah yang ada di sekitarnya.

"Kita hanya memberi teguran saja agar aktivitas penambangan dapat dihentikan. Apalagi, dia jelas-jelas tidak mengantongi izin dari pemerintah," katanya.(tugowa.news@gmail.com)

Selanjutnya...
1/21/2009 11:25:00 PM

Pimpro dan Kontraktor Diperiksa Dua Jam

Diposkan oleh tuGOWA

* Terkait Ambruknya Lods Pasar Malino

GOWA, BKM-- Kendati pihak PT Berkah Anugrah Utama (BAU) selaku rekanan pembangunan lods Pasar Sentral Malino menyatakan kesiapannya memperbaiki kembali lods pasar yang ambruk akibat hantaman angin puting beliung, Kamis pekan lalu, bukan berarti peristiwa ini tak berbuntut.

Buktinya, saling tuding antara Kadis Pasar Gowa, Ir H Majid Basolle MSi dengan Direktur PT BAU, Syafruddin yang tak ingin disalahkan atas kualitas bangunan lods tersebut, akhirnya masuk ke agenda pemeriksaan pihak Kejaksaan Negeri Sungguminasa.

Rabu (21/1) kemarin, Jaksa mengawali penanganan kasus lods pasar ini dengan memeriksa Pimpro Pasar Malino, A Yaser. Yaser diperiksa selama dua jam lamanya. Sementara menurut informasi pihak penyidik Kejaksaan, Kadis Pasar Majid Basolle pun segera dipanggil untuk diperiksa.

Madjid Basolle dipastikan akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sama seperti Yaser. Hal tersebut dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Sungguminasa, H Mohammad Hamid SH di kantornya, kemarin. Didamping Kasi Intel, Hamdun SH, Kajari mengaku sementara mempelajari kasus yang melibatkan Kadis Pasar tersebut.

"Kita akan melayangkan surat panggilan kepada Kadis Pasar, namun sebelumnya kita akan turunkan tim lebih dahulu untuk melihat sejauh mana pelaksanaan proyek pasar yang telah dikerjakan di lapangan, "jelas Kajari.

Sebelumnya, tim Kejaksaan juga telah memeriksa kontraktor atau pelaksana lapangan. Dari pemeriksaan yang berlangsung dua jam hingga pukul 12.30 Wita tersebut, penyidik menyodorkan 19 pertanyaan terkait runtuhnya bangunan lods Pasar Malino di Kec. Tinggimoncong itu. (R8-Sar/beritakotamakassar.com)

Selanjutnya...
1/21/2009 11:23:00 PM

Warga Mappala Kecewa Sidang Ditunda

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Sidang pencemaran nama baik Ramli Dg Lallo, Kepala Lingkungan Mappala, Kel. Pangkabinanga, Kec. Pallangga, ditunda hingga hari ini, Kamis (22/1). Pasalnya, sidang pertama kasus yang mendudukkan Drs H Kadir Baharu sebagai terdakwa pelaku pencemaran nama baik di PN Sungguminasa, Kamis (16/1) lalu tidak hadir.

Akibatnya sekitar 200 orang warga Mappala yang hadir mengikuti sidang itu, merasa kecewa. Warga mengharapkan pihak PN segera menuntaskan persidangan tersebut secepatnya dan memberikan vonis hukuman yang sesuai bagi pencemar nama baik kepala lingkungan mereka.

Forum Masyarakat Penuntut Keadilan Mappala melalui koordinatornya L Dg Lili, Rabu (21/1) kemarin mengatakan, kasus ini sebaiknya segera tuntas agar masyarakat tahu posisi tokoh masyarakat itu seharusnya bisa menempatkan diri sebagai panutan masyarakat.

Rencananya, sidang kedua yang digelar hari ini, Kamis (22/1) mnurut L Dg Lili akan dihadiri ratusan warga yang prihatin dengan nasib Ramli Dg Lallo.

Sementara itu Ramli Dg Lallo kepada wartawan, kemarin mengatakan, kasus ini sempat menyita kelancaran tugas-tugasnya sebagai perangkat kelurahan setelah terdakwa menuding dirinya menggelapkan 4 unit handtraktor bantuan Departemen Pertanian yang diakui Ramli Dg Lallo tidak pernah diterimanya. Selain itu, dirinya juga dituduh menjual tanah pengairan seluas 100 meter persegi yang nyatanya adalah milik warga yang memiliki alas hak berupa rinci leter C. (R8/sar/beritakotamakassar.com)

Selanjutnya...
1/21/2009 11:08:00 PM

Rem Blong, Truk Seruduk Ruko

Diposkan oleh tuGOWA

Ibu Menyusui Tewas Tertimbun Sirtu, Sopir lari

GOWA, BKM-- Naas nasib Hariana (19). Ibu muda ini langsung tewas di tempat ketika ruko miliknya diseruduk sebuah truk enam roda bernopol DD 9879 D pukul 15.00 Wita, Selasa (20/1). Seketika warga di Desa Bilibili, Kec. Bontomarannu pun histeris, apalagi anak Hariana yang masih berumur 3 bulan terlempar dari gendongannya.

Untungnya bayi yang bernama Ardiansyah itu selamat kendati di beberapa bagian tubuhnya lecet. Sementara suami Hariana, Rusdianto (22) luka lecet serta seorang warga bernama Dg Gau (45) yang sedang berbelanja di ruko, kritis.

Hariana tewas dengan luka terbuka di kepala dan lengannya patah. Sementara Rusdianto dan Dg Gau langsung dibawa ke RSUD Syekh Yusuf.

Kasat Lantas Polresta Gowa, AKP Toton Prahara Wardana, Selasa malam saat dikonfirmasi seusai tiba dari tempat kejadian perkara (TKP) menjelaskan, kejadian bermula ketika mobil truk pengangkut sirtu itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Malino ke Sungguminasa.

Hanya ketika jalanan menurun dan menikung, remnya blong dan kerusakan pada persenelannya. Truk pun langsung menyeruduk dua mobil (diantaranya panther hitam nopol DD 5400 AB milik Dg Gau) yang terparkir didepannya lalu menerobos ke dalam ruko dimana Hariana sedang menyusui putranya.

"Saat ini sopir masih dalam pengejaran karena melarikan diri,"tukas Toton.

Mayat Hariana ditemukan tertimbun sirtu dalam rumahnya. Itupun, menurut Kades Bilibili, Irwan Hana, Rabu (21/1) di rumah duka, mayat Hariana baru sempat dikeluarkan setelah menggunakan alat berat loader pukul 19.00 Wita termasuk mengeluarkan truk mitsubhisi yang remuk. Dari peristiwa ini, dikatakan Kades, ditaksir kerugian material sekitar Rp 200 juta di luar kerusakan tiga mobil tersebut. (R8/sar/beritakotamakassar.com)

Selanjutnya...
1/20/2009 10:45:00 PM

Formasi Lowong CPNS Gowa Diisi

Diposkan oleh tuGOWA

cpns gowa
- Formasi lowong atau tanpa pendaftar: Guru sosial budaya sembilan orang (SMP enam orang, SMA dua orang, dan SMK satu orang) dan penata anastesi dua orang
- Formasi pengganti: Guru kelas sembilan orang dan perawat dua orang
- Lulus tapi mundur: Empat orang (tiga orang guru dan satu perawat)
* pengisi formasi kosong
- Guru kelas: Marhaeni AMa (0220008), Ridhwan AMa (0220632), Nanik M Yasin AMa (0220533), Rahmawati (0220645), Abdul Rahman AMa (0220353), Syaharuddin AMa (0220279), Dwi Shinta Sulfianti S (0220660), Firman AMa (0220549), dan Haspirah AMa (0220413)
- Tenaga perawat: Bungaliah (0221454), Indiriadi (0221390), dan Muslimah (0210732)
- Guru bimbingan konseling SMP: Sutri SPd (0211517)
- Guru bahasa Inggris SMA: M Sahrul SPd (021197)
- Guru bimbingan konseling SMK: Muhammad Idris (0210359)
SUMBER: BKD GOWA

Sungguminasa, Tribun - Pemerintah Kabupaten Gowa akhirnya mengisi formasi lowong calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2008. Formasi lowong tersebut berjumlah 15 orang, terdiri atas 11 formasi tanpa pendaftar dan empat formasi pesertanya mengundurkan diri.

Formasi tanpa pendaftar yakni guru sosial budaya sebanyak sembilan orang dan dua orang penata anastesi. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gowa telah meminta pergantian formasi kepada BKN dan telah mendapat persetujuan.

"Surat Menneg PAN nomor B/3481/M.PAN/12/2008 tanggal 24 Desember 2008 menyetujui formasi kosong tersebut dialihkan menjadi guru kelas sembilan orang dan perawat dua orang," ungkap Wakil Bupati Gowa Abd Razak Badjidu yang memimpin rapat penentuan CPNS yang lulus di ruang rapat wakil bupati, Selasa (20/11).

Seperti pada penentuan kelulusan sebelumnya, penentuan kelulusan 15 formasi kosong tersebut juga dihadiri pejabat dan muspida terkait. Sementara proses pemberian tanda peserta yang berhak lulus kembali dilakukan perwakilan wartawan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Nama-nama yang dinyatakan lulus diambil dari nomor urut berikut dari nama yang luuls sebelumnya. Terdiri atas sembilan guru kelas, tiga tenaga perawat, guru bimbingan konseling SMP, guru bimbingan konseling SMA, dan guru bahasa Inggris SMA (lihat CPNS Gowa).(ute)

Lulus di Daerah Lain lain
KEPALA BKD Gowa, Muliaty hamka, mengungkapkan, CPNS lulus yang menyatakan mundur masing-masing Ihsan Maulana (guru konseling SMPN), Sufriadi S (guru bahasa Inggris SMA), Nirwana Masdar (guru bimbingan konseling SMA), dan Rahmah Mutmainnah (perawat).

"Rahmah Mutmainnah telah mengajukan surat pengunduran diri. Sedangkan tiga orang lainnya telah disurati batas waktu pemasukan berkas namun tidak menyerahkan berkas hingga batas waktu ditentukan sehingga dinyatakan mengundurkan diri," tambah Kepala BKD Gowa Muliaty Hamka.

Ditambahkan, mereka yang mundur ada karena lulus di daerah lain, seperti di Sulbar dan departeman. Ujian di Sulbar dan beberaapa departemen setelah dilakukan pengecekan memang tidak bersamaan dengan yang dilaksanakan daerah di Sulsel, termasuk Gowa.(ute/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/20/2009 10:43:00 PM

Kadis Pasar-Rekanan Saling Tuding

Diposkan oleh tuGOWA

Pasar Malino Dianggarkan Kembali Tahun 2009

GOWA, BKM -- Ambruknya bangunan lods pasar sentral Malino di Kel. Malino, Kec. Tinggimoncong akhirnya berbuntut ke persoalan kualitas pekerjaan. Baik rekanan maupun Kadis Pasar Gowa saling tuding, tak mau disalahkan.

Kadis Pasar, Ir H Majid Basolle MSi yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (20/1) membantah jika rekanan (PT Berkah Anugrah Utama) sudah mengirimkan surat protes kepadanya. "Sampai sekarang saya belum terima suratnya itu," sanggah Majid.

Dijelaskan Majid, terkait proyek pasar itu, pihaknya sudah mengeluarkan surat penghentian pekerjaan karena proyek dengan masa kontrak pekerjaan hingga 22 Desember 2008 itu terhambat akhir tahun.

" Tapi proyek ini akan diusulkan kembali pada anggaran 2009 ini dengan memasukkan sisa anggaran yang ada (Rp 1,092 miliar). Dan sekarang kontraktornya sejak Sabtu (17/1) lalu telah memperbaiki atap seng karena masih tanggung jawabnya. Itu saja karena dia sudah diputus kontrak," kata Kadis.

Terkait bahasa rekanan mengakui pekerjaannya salah bestek karena berdasarkan RAB, menurut Kadis berarti kontraktornya yang salah. "Soal tiang tidak ditanam pada kolom beton, bukan persoalan karena konstruksi pasar lama juga begitu, tidak ditanam cuma diikat angker beton. Dan soal hanya 41 persen (bukan 40 persen) yang baru dibayar, menurut Pimpronya saat saya klarifikasi, ya karena memang bobotnya baru segitu. Dan yang bobot adalah kontraktornya sendiri. Dan perlu ditahu, pembobotan itu pula dilakukan tidak secara parsial atau per unit, tapi secara keseluruhan pekerjaan. Karena ada lods juga yang belum dikerja, ada juga yang sudah 80 persen realisasi pekerjaannya," tambah Majid seraya mengakui dirinya memang terlambat melaporkan hal tersebut ke Bupati Jumat itu.

Secara terpisah Pimpro Pasar, A Yaser menambahkan, kesiapan pihak rekanan memperbaiki fisik lods pasar yang rusak didasari surat penyampaian pihak rekanan yang baru diterimanya, siang kemarin.

Terkait bangunan lods, Yaser membantah menyalahi bestek karena sudah sesuai RAB (rencana anggaran belanja).(sar/beritakotamakassar.com)

Selanjutnya...
1/20/2009 10:40:00 PM

SMA 1 Sungguminasa Sabet Juara e-Com

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA, TRIBUN - Untuk memeriahkan hari jadinya, Pusat Pendidikan Computer e- Com menggelar berbagai lomba dan kegiatan sosial yang digelar mulai 14-20 Januari 2009. Untuk IT competetion menempatkan SMA Negeri 1 Sungguminasa sebagai juara pertama.

SMA Negeri 1 Sungguminasa berhasil menyisihkan 14 sekolah di Kabupaten Gowa. Sementara yang keluar sebagai juara dua adalah SMA Muhammadiyah Sungguminasa, dan SMA Negeri 1 Pallangga harus puas diurutan ketiga.

Selain IT competetion untuk anak SMA, e-Com juga menggelar bazaar IT bertema Untukmu Guruku yang diikuti dua orang guru dari setiap sekolah yang diundang, jelas Asrul, Presiden Direktur Yayasan Pendidikan Komputer E-Com, Selasa (20/1).

Penyerahan hadiah pada pemenang lomba, sekolah yang berpartisipasi, dan sponsor digelar Selasa (20/1) acara puncak. Sponsor kegiatan ini antara lain Bank Panin, Pharayangan, Fajar TV,dan Tribun Timur.(lim/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/20/2009 10:32:00 PM

Bupati Ancam Tindak Kacabdis dan PPL

Diposkan oleh tuGOWA

Banyak Petani Tak Dapat Pupuk

GOWA, BKM -- Bupati Gowa, H Ichsan YL menegaskan akan menindak tegas para Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pertanian serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) jika masih banyak petani yang tidak mendapatkan pupuk bersubsidi.

Hal itu ditegaskan Bupati dihadapan para wartawan di Rujab, Jumat (16/1) lalu sebagai tanggapan atas permasalahan dugaan kelangkaan pupuk yang kini dikeluhkan sejumlah petani, di antaranya mengeluh karena tidak dimasukkan dalam kelompok tani.

Terkait masalah itu, Bupati mengatakan, akan melakukan pertemuan khusus membicarakan permasalahan pupuk ini dengan memanggil jajaran Dinas Pertanian, para Camat serta para Kacabdis. Bupati menilai, sangat ironis bila harga pupuk bersubsidi di pasaran justru tinggi.

"Jika masih ada harga pupuk bersubsidi eceran tinggi, berarti cabang dinasnya yang tidak 'benar'. Saya juga dengar banyak petani yang tidak dapat pupuk karena tidak masuk kelompok, itu berarti PPL nya yang tidak proaktif," tandas Bupati.

Terkait pupuk ini, Ichsan pun berharap Dinas Pertanian beserta jajarannya ke bawah, terlebih para Camat harus meningkatkan pengawasan, utamanya terhadap pendistribusian pupuk.

"Saya dapat laporan di dataran tinggi (Biringbulu) terjadi kerawanan pendistribusian karena dikedoki Parpol. Jelas ini modus operandi yang harus diputus mata rantainya agar PPL maupun Cabdis tidak kena," tandas Bupati seraya mengatakan, untuk memutus mata rantai kerawanan itu maka mulai Pebruari nanti seluruh Gapoktan diharuskan melapor ke Polsek masing-masing terkait adanya ulah pengecer atau distributor yang bermain-main dalam persoalan ini.(R8/sar/beritakotamkassar.com)

Selanjutnya...
1/19/2009 11:17:00 PM

Warga Bontomarannu Tergilas Truk

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Fajar (17), warga Kampung Borongrappo, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, tewas mengenaskan setelah terjatuh dari motor dan terlindas truk pengangkut sirtu di Jl Poros Malino, Kampung Borongloe, depan SMAN 1 Bontomarannu, Senin (19/1) sekitar pukul 10.30 wita.

Fajar tewas di tempat dengan kondisi tubuh sangat mengenaskan. Bagian perut ke atas tidak utuh lagi. Sedangkan Rahim (21), teman Fajar yang dibonceng, hanya mengalami luka lecet.

Kejadian bermula saat motor yang dikendarai Fajar dengan Rahim, Honda Supra Fit DD 2416 JC melaju dari arah Sungguminasa menuju Bontomarannu. Depan SMAN 1 Bontomarannu, motor Fajar turun ke bahu kiri jalan karena menghindari kubangan di badan jalan.

Rahim memperingati Fajar karena nyaris terjatuh akibat menoleh ke kiri. Fajar tiba-tiba membanting stir motor ke kanan dan mencoba menaikkan motor kembali ke badan jalan. Namun, nahas, ban motor terselip dan terjatuh.

"Fajar terlempar dan berada persis di bawah ban belakang mobil dump truk enam roda DD 9153 E yang disopiri Irwan (21), warga Borongloe, Bontomarannu. Truk yang melaju dari arah berlawanan tidak bisa menghindar dan menggilas tubuh Fajar," jelas Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Gowa, AKP Toton Prahara Wirya, didampingi pemeriksa Bripka M Darwis, kemarin.

Sedangkan motor, katanya, menabrak ban depan truk dan boncengannya terlempar. Kondisi motor rusak pada pelek. Polisi telah menahan sopir truk dan memeriksa teman korban serta mengamankan kendaraan motor dan truk.(ute/tribun-timur.com)

tergilas truk
- Fajar (17) membonceng Rahim (26) dengan motor Honda Supra Fit DD 2416 JC melaju dari arah Sungguminasa menuju Bontomarannu di Jl Poros Malino, dekat eks PKG
- Di depan SMAN 1 Bontomarannu, motor Fajar keluar ke bahu kiri jalan karena menghindari lubang di badan jalan. Teman yang diboncengnya, Rahim, memperingati Fajar karena menoleh ke kiri sedang ban motor mulai turun ke bahu jalan yang agak rendah dari badan jalan
- Fajar tiba-tiba banting setir ke kanan untuk kembali naik ke badan jalan. Namun, ban motor tiba-tiba selip dan Fajar terlempar
- Nahas, badan fajar yang terlempar tepat berada di bawah ban belakang dump truk enam roda bermuatan sirtu DD 9153 E yang dikemudikan Irwan (21) yang datang dari arah berlawanan
- Bagian atas tubuh Fajar terlindas ban mobil truk dan motornya menghantam ban depan truk
- Fajar tewas seketika dengan kondisi tubuh mengenaskan. Sedang boncengannya, Rahim, hanya luka lecet
DATA: UTE

Selanjutnya...
1/19/2009 11:16:00 PM

Guru SMA/SMK di Gowa Dilatih Konseling

Diposkan oleh tuGOWA

SEBANYAK 31 orang guru dan pegawai dari sejumlah sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan Instansi Pendidikan Non-Formal (PNF) mengikuti pelatihan bimbingan konseling karier dan pendidikan di aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gowa, akhir pekan lalu.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut terlaksana atas kerja sama International Labour Organisation-Education And Skill Training (ILO-EAST), Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia Propinsi Sulawesi-Selatan (ABKIN Sul-Sel), dan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Gowa.

Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas Diknas Gowa, Idris Faisal Kadir, ini merupakan kali kedua setelah kegiatan yang digelar medio Desember lalu. Pemateri antara lain DR Abdullah Sinring dari Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Nurmin K dari ABKIN Sulsel.

Perwakilan ILO-EAST, Imelda Sibala, mengatakan, peserta yang mengikuti program pelatihan akan dipantau kurang lebih 29 bulan. Pemantauan dilakukan terhadap penerapan hasil bimbingan di tempat mereka bertugas. Sedangkan semua kebutuhan untuk menunjang pelaksanaan program itu akan dibantu oleh ILO-EAST.

Beberapa materi yang diberikan pada pelatihan itu antara lain wawasan bimbingan dan konseling pendidikan, teknik bimbingan dan konseling, pelaksanaan bimbingan karir, kewirausahaan, serta kerja sama industri dengan pendidikan.

Ketua ABKIN Gowa yang juga ketua panitia program ini, Muh Hasim, mengungkapkan, Gowa adalah daerah pertama yang melaksanakan program pelatihan dari ILO-EAST ini dari tujuh kabupaten/kota yang mendapat bantuan dari organisasi dunia tersebut.

Hasim menambahkan bahwa program dari ILO-EAST ini merupakan program berkepanjangan hingga tahun 2011. Daerah lain yang juga mendapat bantuan dari organisasi buruh sedunia itu adalah Makassar, Takalar, Bantaeng, Bulukumba, Wajo dan Tana Toraja.(muhtar muis/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/19/2009 11:14:00 PM

Rekanan Pasar Malino Salahkan RAB

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - PT Berkah Anugrah Utama sebagai pelaksana proyek pembangunan Pasar Malino menyalahkan gambar perencanaan bangunan dalam rencana anggaran belanja (RAB) rehabilitasi Pasar Malino, Kecamatan Tinggimoncong.

Tudingan kesalahan tersebut akibat ambruknya salah satu lods akibat hujan deras dan angin kencang, Kamis (15/1) lalu.

Dalam laporan Direktur PT Berkah Anugrah Utama, Syafruddin, AMd, kepada dinas pasar mengatakan, secara teknis kondisi struktur pada bangunan lods yang dimaksud khususnya pada pekerjaan kolom tiang ukuran 12x12 cm hanya duduk pada kolom beton dengan besi plat dan baut-mur sebagai pengikat.

"Hal tersebut sesuai gambar perencanaan di lapangan yang menurut kami seharusnya tertanam di dalam beton untuk menjaga kekuatan tiang pada bangunan lods," katanya dalam surat nomor 018/BAU/I/2009 tertanggal 16 Januari 2009 yang diperlihatkan kepada wartawan, Senin (19/1).

Kadis Pasar Abd Majid Basolle yang coba dikonfirmasi tidak berhasil ditemui. Menurut stafnya, kadis bersama pimpro sedang dipanggil menghadap ke ruang kerja bupati.(ute/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/19/2009 11:12:00 PM

BPN Lanjutkan Proyek Ajudikasi

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, Upeks---Kendati telah dianggap close date, namun tahun ini, Badan Pertanahan Nasional kembali akan melanjutkan pensertifikatan gratis lewat pr
oyek ajudikasi.

Hanya saja, jumlahnya dikurangi menjadi 7000 bidang dari 9000 bidang pada tahun 2006, 2007 dan 2008 dengan alokasi anggaran kurang lebih Rp 1 miliar lebih yang bersumber dari word bank (Bank Dunia).

span id="fullpost">Hal ini disampaikan Kepala BPN Gowa, Supratman saat dihubungi di kantornya baru-baru ini. Menurut Supratman proyek ajudikasi yang 7000 bidang ini disebut back look.

Disebut back look kata Supratman, karena caranya proses ajudikasi tahun 2006, 2007dan 2008 yang belum terselesaikan yang jumlahnya mencapai 1000 bidang akan kembali disisir untuk diselesikan tahun ini.

"Sedangkan sisanya yang 6000 bidang, lokasinya belum kita tetapkan karena sekarang lokasinya sedang diinventerisasi," kata Supratman.

Namun demikian, mantan Kepala BPN Bone itu berharap proyek ajudikasi ini sudah berjalan paling lambat bulan April mendatang.

Sejauh ini lanjut Supratman, sudah lima kecamatan yang sudah terajudikasi,masing-masing, Pallangga, Barombong,Bajeng Barat, Bontonompo dan Bontonompo Selatan.

Menyinggung soal mekanisme, Supratman mengaku tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana biaya patok batas, materai dan alas hak tetap ditanggung oleh masyarakat peserta.(par/ujungpandangekspres.com)

Selanjutnya...
1/19/2009 11:10:00 PM

Terjadi Banjir Debris di Gowa

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, Upeks---Hujan keras yang turun sejak beberapa pekan terakhir, termasuk di daerah hulu Sungai Jeneberang, mengakibatkan terjadinya banjir debris di sepanjang sungai terbesar dan terpanjang di bumi berserah itu. Bahkan puncaknya terjadi pada tanggal 17 Januari lalu.

Akibat dari banjir debris itu, air bercampur bebatuan besar dan kecil meluap dan nyaris memutuskan Jembatan Daraha, sehingga arus kendaraan roda empat baik dari arah Malino menuju Parigi maupun arah sebaliknya lumpuh total.

Satu-satunya kendaraan yang bisa menjadi alat penghubung hanya sepeda motor, itupun hanya bisa melintas di Jembatan Merah Karaeng Lompo. Bahkan bangunan sabo dam 7-1 hingga 7-4 yang berada di sepanjang Sungai Jeneberang sudah penuh.

Pimpro Pengendalian Sedimen Bawakaraeng, Haeruddin yang dikonfirmasi, Minggu (18/1) membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, curah hujan yang turun pada hari Sabtu (17/1) mencapai puncaknya, di mana untuk Lengkese curah hujan yang turun mencapai 134 melimeter dan di Majannang, keduanya di Kecamatn Parigi mencapai 110 melimeter.

Haeruddin juga mengungkapkan semua fasilitas penahan laju sedimen seperti bangunan sabodam sudah berfungsi dengan baik. Namun untuk river crossing (jalan kerja) yang telah dibangun di daraha tidak berfungsi karena tertimbun banjir debris.

Ia menambahkan pergerakan material eks longsoran Bawakaraeng dari Lengkese diakibatkan karena adanya longsor kecil yang terjadi di bagian hulu.c

"Kami berharap kepada masyarakat baik yang bermukim di daerah hulu maupun yang bermukim di sepanjang bantarng Sungai Jeneberang untuk selalu waspada. Apalagi saya perkirakan puncak curah hujan akan terjadi mulai awal Pebruari mendatang," pinta Haeruddin.(par/ujungpandangekspres.com)

Selanjutnya...
1/18/2009 11:12:00 PM

Longsor Mulai Tutupi Jembatan Daraha

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Endapan lumpur longsoran Gunung Bawakaraeng mulai bergerak cukup besar. Pergerakan dari hulu Sungui Jeneberang mulai menutupi Jembatan Pelimpah Daraha di perbatasan Kecamatan Tinggimoncong dengan Kecamatan Parigi.

Minggu (18/1) dilaporkan, material lumpur yang membanjiri Jembatan Pelimpah Daraha mulai tinggi. Derasnya arus sungai yang membawa material lumpur mengancam keberadaan jembatan yang kerap dilalui kendaraan tersebut.

Kondisi badan jembatan dikabarkan mulai retak. Kendaraan yang ingin melintas terpaksa mengurungkan niatnya dan menunggu arus reda di sekitar jembatan tersebut. Jembatan itu tidak memungkinkan dilewati saat ini.

"Kondisi ini sudah terjadi sejak empat hari terakhir. Sekarang jembatan tidak memungkinkan dilewati karena arus cukup deras dan lumpur meninggi," ungkap Lurah Bontorerung, Kecamatan Tinggimoncong, M Arsyad, per telepon kepada wartawan, kemarin.

Namun, kondisi itu hanya menghambat arus kendaraan roda empat. Sedangkan pejalan kaki dan motor masih bisa melintas melalui Jembatan Merah. Jembatan Merah melintang jauh di atas Jembatan Daraha dan hanya bisa dilaluio pejalan kaki dan motor.

Warning Bupati
Sebelumnya, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo meminta masyarakat mengantisipasi bencana alam khususnya pada bulan Januari dan Februari nanti. Pasalnya, curah hujan di bulan ini cukup tinggi dan potensi bencana sangat besar.

Beberapa peristiwa bencana alam mulai terlihat beberapa hari terakhir, seperti longsor tebing jalan, banjir akibat luapan sungai, dan bobolnya saluran irigasi. Beruntung, peristiwa itu belum menelan korban jiwa.

"Kita juga telah instruksikan pada camat untuk antisipasi, khusus area rawan di sekitar kaki Gunung Bawakaraeng, yang rawan banjir, longsor, angin kencang, dan hujan. Kita minta masyarakat yang berada di daerah rawan untuk sementara menempati rumah masyarakat yang dianggap lebih aman," jelas Ichsan.

Untuk seluruh masyarakat di daerah tersebut, Ichsan mengimbau, masyarakat harus ambil fungsi membantu pemerintah. Dengan jalan selalu berkoordinasi dengan camat, lurah atau kepala desa untuk memilih tempat yang aman jika keadaan membahayakan.(ute)

updating
- Lumpur longsoran Gunung Bawakaraeng membanjiri Jembatan Pelimpah Daraha
- Kendaraan roda empat tidak dapat melintas

Kekeruhan Air Masih Ditolerir
PERGERAKAN lumpur longsoran Gunung Bawakaraeng ke Sungai Jeneberang belum meresahkan titik pengambilan air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gowa. Tingkat kekeruhan air baku yang terambil masih berkisar 200-300 NTU (satuan kekeruhan air).

"Kita masih menggunakan air baku yang diambil dari air permukaan Sungai Jeneberang di bawah Jembatan Kambara sehingga tidak terlalu keruh," ungkap Direktur Umum (PDAM) Gowa, Hasanuddin Kamal, beberapa waktu lalu.

Penggunaan air permukaan saat ini hanya membuat penggunaan bahan kimia magna flog meningkat 10 persen dari keadaan normal. Namun, pembersihan bakK sudah dilakukan sekali sepekan. Batas toleransi kemampuan pengolahan air baku PDAM hingga kekeruhan 5.000 NTU.(ute/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/18/2009 11:10:00 PM

Siswa SMPN 1 Pallangga Tenggelam

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA (SINDO)- Arfah 14,siswa SMPN 1 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa, tenggelam di tempat permandian laut Barombong Kecamatan Tamalate, Sabtu (17/1) sekira pukul 15.00 Wita.

Hinggga kini korban yang terbawa arus laut itu masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian oleh pihak keluarga, kepolisian, dan Tim SAR.

Orang tua korban Syamasuddin, 45, mengaku terkejut mendengar kabar hilangnya Arfah pada sore tersebut. Sebab sebelumnya, Arfah minta izin untuk pergi belajar kelompok setelah pulang sekolah.

"Saya baru mengetahui setelah teman-temannya menghubungi dan melaporkan Arfah tenggelam di permandian Barombong,"ungkap guru SDI Bontoala itu.

Syamsuddin menuturkan, setelah laporan diterima, pencarian langsung dilakukan. Tingginya gelombang laut menyebabkan sulitnya pencarian . Akhirnya pencarian korban dihentikan malam harinya. Pencarian
kembali dilakukan kemarin. Namun, belum membuahkan hasil.

Meski demikian lanjutnya, pihak keluarga berharap agar korban dapat ditemukan secepatnya baik dalam keadaan hidup maupun meninggal. "Kami pasrah saja,"katanya.

Terpisah Kapolsekta Tamalate Ahmad Mariadi berjanji akan tetap mengupayakan pencarian.''Kami harapkan agar pihak keluarganya tetap bersabar karena pihak kepolisian tetap berupaya melakukan pencarian,"ujarnya.

Ahmad juga mengimbau, kepada masyarakat agar senatiasa waspada di area permandian laut seperti di Barombong mengingat tingginya gelombang yang bisa saja menelan korban jiwa.(herni amir/seputar-indonesia.com)

Selanjutnya...
1/18/2009 11:07:00 PM

Gowa-Cianjur Jajaki Kerjasama Kentang

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA -- Pemerintah kabupaten Gowa jajaki produksi kentang bermutu dengan Kabupaten Cianjur. Hal itu berlangsung di Desa Padaluyu Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, provinsi Jabar, Kamis, 15 Januari lalu.

Pada proses penjajakan kerjasama tersebut, Bupati H Ichsan didampingi Kepala Bappeda H Baharuddin Mangka, Kadis Pertambangan Hairil Muin, Kabag Umum Taufiq Mursad, Camat Tinggimoncong Syafruddin Ardan, Camat Tombolopao A Malik, dan KaInfokom Zainuddin Kaiyum, seharian meninjau pembibitan kentang yang punya luasan 25 hektar.

Turut pula melakukan penjajakan untuk sebuah kerjasama adalah Direktur Holding Company Gowa Mandiri (HCGM) Wakito dan petani kentang dari Kanreapia Tombolopao H Raping. Kehadiran perusda HCGM sebagai mitra yang akan dikerjasamakan dengan perusahaan PT Puncak Biotek di Cianjur.

Di lokasi pembibitan kentang milik perusahaan yang baru dua tahun di Cianjur tersebut, berjarak sekira 85 kilometer dari Jakarta. Ichsan menyampaikan perlunya dikembangkan kerjasama bisnis dengan pola alih teknologi serta SDM, yang saling menguntungkan antara ke dua pihak.

Kerjasama kentang yang sedang dalam penjajakan ini diupayakan demi untuk kepentingan masyarakat, mengingat adanya kesamaan SDA serta iklim yang cocok di kedua daerah. Ia pun mengutip ucapan Presiden SBY terkait pentingnya peran pemda untuk mendorong investasi di sektor kentang yang masih sangat dibutuhkan sebagai konsumsi internal, bahkan kepentingan eksport.

''Saya berharap ke depan ada feur bisnis digerakkan tanpa merugikan kelompok petani, lebih-lebih menjaga kepentingan konsumsi masyarakat dengan pola kerjasama yang saling menguntungkan masing pihak serta ada kandungan pembelajaran ke depan,'' ungkap Ichsan.

Orang nomor satu gowa itu lantas berpesan untuk memperhatikan soal cost produksi agar dapat lebih efisien, tidak berisiko terjangkit virus serta perlunya dibuat demplot, termasuk melakukan survey lokasi agar sasaran makin optimal.

Dalam peninjaun Bupati Gowa, Ichsan dan rombongan, banyak mendapat penjelasan teknis dari perusahaan, termasuk kehadiran dua tenaga ahli (exspert) techno~industry dr negara korea, yakni Mr Shon June Young dan DR CHung Kyong Ho,Ph.D dapat melancarkan berlangsungx Momurendum of Understanding (MoU) ke depan.

Kainfokom zainuddin kaiyum, jelaskan, kunjungan ini sifatnya penjajakan untuk bagaimana di Gowa bisa mengembangkan potensi sama dimiliki oleh perusahaan pembibitan kentang di Cianjur yang dikenal dengan nama Generasi nol (GO).

''Pak Ichsan tidak gegabah untuk segera lakukan MoU karen perlu lebih jauh untuk saling berinteraksi dan beradaptasi baik iklim, estimasi harga di pasaran, khususnya cashflow produksi dan pangsa pasar domestik serta luar negeri,'' ujar zainuddin.(mimi/fajar.co.id)

Selanjutnya...
1/17/2009 12:14:00 AM

Kamasutra Versi Bugis

Diposkan oleh tuGOWA

SEBAGAIMANA di kebudayaan lainnya, seks bagi masyarakat Bugis selalu dipandang sebagai sesuatu yang eksklusif, sakral, dan tabu untuk dibicarakan secara luas.

Maka pengetahuan tentang hal itu sedapat mungkin dijaga dengan rapat. Selain karena ini menyangkut pola komunikasi paling personal antara sesama manusia, seks juga dipandang sebagai bagian dari kehormatan manusia.

Adalah Muhlis Hadrawi yang menjadi salah satu dari sekian ahli naskah kuno Universitas Hasanuddin yang mengungkap bahwa di masyarakat Bugis, pengetahuan tentang seks sebenarnya juga terangkum dan terdokumentasi dengan baik.

Berbekal ketekunan menghimpun naskah kuno Bugis dalam bentuk lontara, lahirlah buku Assikalabineng Kitab Persetubuhan Bugis yang diterbitkan Penerbit Ininnawa akhir tahun lalu. Buku ini sekaligus menjadi penjelas dari sekian tabir yang hanya bisa dilewati orang tertentu sejak dulu kala. Dan uniknya, semua pengetahuan itu masih bisa dipraktikkan dengan baik di zaman modern ini.

Berbeda dengan Kama Sutra yang lebih mengedepankan pada teknik belaka, Assikalabineng lebih dari hal itu. Pengetahuan tentang organ genital dan alat reproduksi, filosofi seks, teknik penetrasi, sentuhan bagian sensitif, penentuan jenis kelamin, pengendalian kehamilan, serta waktu baik untuk berhubungan intim, juga terangkum di dalamnya.

Tak hanya itu, juga terdapat pengetahuan cara membuat tubuh istri tetap seksi dan berwajah cerah dengan menggunakan medium seks. Pengobatan alat kelamin pun dibahas dengan indah.

Mari kita simak Assikalabineng memandang seks dari sudut agama pada halaman 113.
"dan perbaikilah perasaanmu kepada Allah. Apabila kamu telah terbaring, niatkanlah menempatkan neraka di kiri dan durga di kanan...".

Atau pada teknik pendahuluan (foreplay) di halaman 92 yang bercerita mengenai tindakan apa saja yang bisa membangkitkan gairah. "Lalu ciumlah pipi kirinya tiga kali kemudian bacalah ini. Cium lagi pangkal lehernya dan bacalah ini..."

Selengkapnya baca di http://ghinamuhtar.blogspot.com atau http://tribun-timur.com/read/artikel/5077 ; http://tribun-timur.com/read/artikel/5306 ; http://tribun-timur.com/read/artikel/5557 (amirpr/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/16/2009 11:47:00 PM

Ichsan Warning Antisipasi Bencana

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA -- Musim hujan yang memasuki curah meninggi di bulan Januari hingga Februari mendatang, membuat Pemda Gowa mewaspadai terjadinya bencana alam. Terlebih karena awal Januari ini beberapa peristiwa saluran air bobol dan sungai meluap terjadi.

Karena kondisi tersebut, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo mengeluarkan warning kepada masyarakat Butta Bersejarah untuk bersama-sama melakukan tindakan preventif, mengantisipasi segala macam bencana alam yang kemungkinan terjadi.

"Sikap waspada ini perlu dilakukan, sebab menurut prediksi, curah hujan, akhir minggu keempat Januari hingga Februari lebih tinggi dari bulan Februari 2008 lalu," kata Ichsan, dalam jumpa pers di rumah jabatannya, Jumat, 16 Januari.

Pemda sendiri dalam mengantisipasi bencana, kata Ichsan, telah membuka posko penanggulangan bencana, pada titik-titik daerah dataran tinggi yang dianggap rawan.

"Kita juga telah instruksikan pada camat untuk antisipasi, khusus area rawan di sekitar kaki gunung Bawakaraeng ke bawah, yang rawan banjir, longsor, angin dan hujan, telah kita instruksikan pada masyarakat untuk mengambil langkah menempati rumah masyarakat yang dianggap wilayah lebih aman," papar Ichsan menambahkan.

Adapun daerah-daerah yang dianggap rawan kata Ichsan, adalah Kecamatan Parigi, Tinggimoncong, Biringbulu, Manuju, Parangloe, dan Tombolopau. Untuk seluruh masyarakat di daerah tersebut, Ichsan menghimbau, masyarakat harus ambil fungsi membantu pemerintah, dengan jalan selalu berkoordinasi dengan camat, lurah atau kepala desa untuk memilih tempat yang aman.(mimi/fajar.co.id)

Selanjutnya...
1/16/2009 11:43:00 PM

Baru Dikerja, Lods Pasar Malino Ambruk

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA -- Cuaca yang kurang kondusif saat ini, akibat hujan deras disertai angin kencang beberapa hari ini, mengakibatkan bangunan lods di pasar sentral Malino ambruk. Padahal bangunannya masih terbilang baru, sebab dikerjakan tahun anggaran 2008.

Lods yang dibangun dengan nilai anggaran Rp 1.092.000.000 itu, ambruk sekitar pukul 17.00 wita, Kamis sore, 15 Januari. Angin kencang yang menghantam, menghamburkan seluruh atap seng yang baru dipasang.

Keterangan tersebut diungkapkan Lurah Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Hamzah Asmal, dikonfirmasi via ponsel, Jumat, 16 Januari mengatakan, bangunan lods itu ambruk karena angin kencang.

"Lods ukuran 30 meter panjangnya itu yang ambruk hanya satu unit saja. Dan saya bersama Kadis Pasar sementara meninjau di lokasi," kata Lurah Malino.

Sementara Kadis Pasar, Ir H Majid Basolle yang dihubungi Jumat, 16 Januari kemarin mengatakan, berdasar pengamatannya di lapangan, ambruknya lods itu kemungkinan karena belum rampung pembangunannya.

Terpisah, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo di rumah jabatan mengatakan, ambruknya lods tersebut merupakan sebuah kesalahan. "Kita akan lihat bagaimana kasus ini dan penyebabnya, bila memungkinkan kita putus kontrak pihak yang menangani proyek tersebut," tegasnya.(mimi/fajar.co.id)

Selanjutnya...
1/15/2009 11:25:00 PM

Teman Pelaku Menyerahkan Diri

Diposkan oleh tuGOWA

* Terkait Penikaman Polisi di Pallangga

Sungguminasa, Tribun - Salah seorang teman pelaku penikaman yang menewaskan Polisi Air (Polair) Polda Sulselbar Briptu Hendra di Kecamatan Pallangga, Gowa, Minggu (11/1) lalu, Ty menyerahkan diri ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Gowa, Kamis (15/1) pagi.

Ty menjadi salah seorang saksi yang menyaksikan langsung perbuatan penikaman Hendra yang mendapat luka tusukan badik hingga enam kali. Sehari sebelumnya, seorang saksi lainnya, Sy juga telah diperiksa.

Sy juga salah seorang teman pelaku yang hingga saat ini masih buron. Saat kejadian, Ty dan Sy berboncengan. Sedangkan pelaku dengan seorang lainnya.

Kepala Polresta Gowa, AKBP Rudi Hananto, mengatakan, identitas pelaku sudah dikantongi dan personelnya sementara melakukan pengejaran. Hingga kemarin siang, Ty masih menjalani pemeriksaan di Polsek Pallangga.

"Dalam keterangannya Ty mengaku sempat mencoba melerai namun dirinya malah diancam oleh pelaku penikaman," jelasnya didampingi Kasat Reskrim Polresta Gowa, AKP Agus Salim, kemarin.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa delapan orang saksi. Dari keterangan saksi-saksi, saat kejadian pelaku bersama tiga orang temannya mengendarai motor. Kemudian motor korban yang melalui genangan air membuat cipratan ke muka pelaku.

Kejadian itu akhirnya berujung penikaman terhadap Briptu Hendra. Hanya seorang pelaku yang melakukan penikaman. Saat itu, pelaku diduga dalam keadaan mabuk.(ute/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/15/2009 11:22:00 PM

Polresta Gowa Tangkap DPO Curas

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Unit khusus Kepolisian Resor Kota (Polresta) Gowa bersama personel Polda Sulsel dan Polwiltabes Makassar berhasil meringkus buronan anggota komplotan pencurian dengan kekerasan (curas) yang meresahkan warga di sejumlah kabupaten, Sangkala Dg Sutte (22), Kamis (15/1) sekitar pukul 04.00 wita.

Sangkala ditangkap di tempat persembunyiannya di Buttadidia, Kecamatan Bontomarannu. Sangkala salah seorang anggota komplotan yang pernah melakukan perampokan emas di Barru, Pangkep, Maros, Sidrap, dan Gowa.

Kepala Polresta Gowa AKBP Rudi Hananto didampingi Kasat Reskrim AKP agus Salim mengatakan, Sangkala terlibat pencurian enam kg emas di Barru dan mendapat jatah Rp 10 juta. Kemudian pencurian di Pangkep dua gram emas mendapat jatah Rp 200 ribu.

"Di Maros komplotannya berhasil mencuri 1,5 kg emas dan Sangkala mendapat jatah Rp 6 juta dan di Samaya, Bontomarannu, ia mendapat jatah Rp 6 juta. Dalam melakukan aksinya, komplotannya kadang berjumlah antara 4-9 orang," jelasnya, kemarin.

Penangkapan Sangkala hasil pengembangan penangkapan anggota komplotan lainnya, Ansar Tutu dan Basri Mone. Ansar Tutu ditangkap oleh gabungan Polwiltabes Makassar, Polresta Gowa, dan Polresta Maros. Sedangkan basri ditangkap Resmob Polda Sulsel di Makassar.(ute/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/15/2009 10:41:00 PM

Kekeruhan Air PDAM Masih Normal

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Hujan deras yang terjadi di daerah hulu Sungai Jeneberang belum meresahkan titik pengambilan air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gowa. Tingkat kekeruhan air baku yang terambil masih berkisar 200-300 NTU (satuan kekeruhan air).

"Kita masih menggunakan air baku yang diambil dari air permukaan Sungai Jeneberang di bawah Jembatan Kambara sehingga tidak terlalu keruh," ungkap Direktur Umum (PDAM) Gowa, Hasanuddin Kamal, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Menurutnya, penggunaan air baku dari bendungan Bilibili belum dilakukan karena jaringan perpipaan belum tuntas. Masih ada alat yang ditunggu kedatangannya dari pusat.

Penggunaan air permukaan saat ini hanya membuat penggunaan bahan kimia magna flog meningkat 10 persen dari keadaan normal. Namun, pembersihan bakK sudah dilakukan sekali sepekan.

Batas toleransi kemampuan pengolahan air baku PDAM hingga kekeruhan 5.000 NTU. Jika sudah melebihi batas toleransi, maka kemungkinan pompa air dihentikan.

Pascahujan deras sejak akhir Desember lalu, PDAM telah menetapkan status siaga satu untuk pelayanan air bersih. Petugas jaga yang semula hanya dua orang, sekarang disiagakan lima orang.
Pelanggan

Sementara itu, peningkatan pelanggan PDAM Gowa selama tahun 2008 bertambah sekitar 1.700 saluran sambungan rumah. Sehingga total pelanggan telah mencapai 13 ribu saluran sambungan.

Untuk penambahan saluran sambungan, menurut Hasanuddin, kapasitas masih besar. Namun, khusus Kota Sungguminasa dan sekitarnya masih terbatas pada jaringan. Penambahan hanya bisa sampai 100 sambungan.

"Ini karena jaringan yang PDAM miliki masih sebatas jalan poros. Kalau di Kota Sungguminasa masih agak berat," katanya.(ute/tribun-timur.com)

Selanjutnya...
1/14/2009 10:42:00 PM

Gapoktan Datangi Pengecer Pupuk Bersubsidi

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Lambannya penyaluran pupuk yang dilakukan distributor Karaengta Data ke pengecer, akibatnya Rabu (13/1) kemarin, para kelompok tani (KT) di dua desa yakni Bontobiraeng Utara dan Bontobiraeng Selatan mendatangi pengecer.

Ketua Gapoktan Bontobiraeng Selatan, Manyingarri mengatakan, sejak Desember 2008, anggotanya sudah melunasi pupuk berdasarkan rencana daftar kebutuhan kelompok (RDKK).

Namun hingga hari ini baru 60 persen yang diterima anggotanya, bahkan ada juga kelompoknya yang tidak dapat seperti KT Taeng, padahal sudah melunasi melalui Gapoktan.

Saat ditemui pengecer di gudang, H Gading selaku pengecer mengakui memang pupuk mengalami keterlambatan distribusi. "Kami menerima dari distributor memang agak terlambat, kata mereka dari perusahaannya di Kalimantan Timur (Kaltim) pupuk itu terlambat dikirim," jelas H Gading. (Md4/saribulan/beritakotamakassar.com)

Selanjutnya...
1/14/2009 10:11:00 PM

Kantor Kebersihan Kesulitan Armada

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Pihak Kantor Kebersihan dan Pertamanan Kab. Gowa, mengaku kewalahan dalam melakukan aktivitasnya mengangkut sampah, apalagi selama musim penghujan kini, volume sampah cukup besar ditambah lagi beberapa unit armada pengangkut rusak termasuk buldozer yang ada di TPA (tempat pembuangan akhir).

Dikatakan Kepala Kantor Kebersihan Pertamanan Gowa, Drs A Arifin saat ditemui di kantornya, Rabu (14/1) kemarin, rasa kesulitan dalam hal pengangkutan dari TPS ke TPA itu cukup tinggi lantaran sejak 18 Desember 2008 lalu, tiga unit armada mobil truk rusak.

Sehingga jalur-jalur pengangkutan yang sudah diatur sesuai truk pengangkut, menjadi terhambat. Hal itu dibarengi pula dengan ditutupnya TPA sejak 26 hingga 31 Desember lalu.

TPA ditutup, jelas Arifin karena masyarakat yang bermukim di sekitar TPA tersebut, malah menggunakan kawasan TPA sebagai jalur umum, sehingga turut mengalami kerusakan yang cukup berarti.

"Pihak kami sempat mengeluarkan pembiayaan untuk menimbun jalanan rusak tersebut. Kesulitan kami yang lain karena buldozer di TPA itu juga sudah empat hari ini dalam perbaikan," jelas Arifin secara tidak langsung menjawab keluhan masyarakat terkait lambannya sampah diangkut.

Didampingi Kasi Pemakaman, Drs Syahrir R, mantan Camat Bontomarannu ini mengatakan, hal lain yang menjadi faktor kesulitannya karena selain armada yang kurang (hanya 10 unit truk serta 9 unit kontainer) juga jumlah tenaga buruh/tukang sapu hanya 80 orang.

"Kami cuma punya 80 buruh, itu sudah termasuk sopir, penyapu, penjaga taman dan penjaga TPA. Padahal semestinya Kab. Gowa sebagai kategori kota sedang idealnya memiliki tenaga kebersihan sekitar 300-an orang," ujar Arifin.

Menyikapi kesulitan itu, menurut Arifin, pihaknya dalam ekspose kesiapan anggaran tahun 2009 mendatang, telah mengusulkan penambahan sarana dan prasarana berupa 35 unit kontainer, 10 truk angkut, 2 dump truk dan 2 amroll serta 200 tenaga kebersihan dan gerobak sampah.

"Jika usulan ini diterima, Insya Allah semuanya bisa diatasi," kilahnya. Namun kendati terhimpit persoalan armada dan tenaga, unit kerja ini masih mampu merealisasi target PAD (pendapatan asli daerah) hingga 100 persen yakni target Rp 328,452 juta terealisasi 335 juta. Bahkan untuk 2009, kata Arifin pihaknya berencana menarget Rp 340 juta PAD.(saribulan/beritakotamakassar.com)

Selanjutnya...
1/14/2009 10:01:00 PM

Saluran Irigasi Bobol, Pusat Acuh

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA -- Saluran air di sejumlah wilayah Kabupaten Gowa mulai dalam kondisi kritis, bahkan beberapa kali ambruk. Bila kondisi ini terus menerus terjadi hingga musim gadu (kemarau) maka bisa membahayakan produksi padi di Butta Bersejarah. Pasalnya, sistem pengairan sekitar 3000 hektar sawah di Kabupaten Gowa bertumpu pada saluran tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pengelolahan Sumber Daya Air, Hj Suhartati didampingi A Yusla, staf teknis PSDA, di Desa Parepare, Kecamatan Bajeng, saat memantau saluran sekunder Kalukuang, pintu BK 4 yang ambruk, Rabu, 14 Januari.

Hingga Rabu kemarin, dalam kurun waktu sebulan, menurut Suhartati, sedikitnya empat saluran telah pernah ambruk. Yakni saluran induk limbung, saluran sekunder BK 7 di Dusun Boka, saluran sekunder Bontolangkasa di Kelurahan Tamanglayang Kecamatan Bontonompo, dan yang baru saja ambruk Rabu kemarin, saluran sekunder Kalukuang, pintu BK 4.

Sayangnya, meski dalam kondisi yang parah, pihak pemerintah pusat tidak jua mengambil langkah preventif, guna menyelesaikan persoalan ambruknya beberapa saluran. Suhartati sendiri dalam hal ini mengaku telah berkali-kali meminta rehabilitasi berat ke balai pusat, namun
tidak ditanggapi.

"Beberapa kali saya mengusul, meminta, tapi tidak ada realisasi sampai saat ini. Padahal rata-rata saluran yang rusak adalah masih buatan zaman Belanda, yang memang sudah sangat butuh penanganan," lugas Suhartati.

Dari kondisi yang ada saat ini sedikitnya, rehabilitasi saluran diperlukan dari bendungan Kampili sampai saluran induk Limbung sampai ke saluran sekunder, itu sekitar 20 kilometer.

"Saya minta pusat segera turun tangan dan melakukan rehabilitasi," tegas Suhartati.(mimi/fajar.co.id)

Selanjutnya...
1/14/2009 09:59:00 PM

12 Desa Dilanda Banjir

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA -- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Gowa belakangan ini membuat Sungai Bontorea di Kecamatan Pallangga meluap. Akibatnya, Selasa 13 Januari, sekitar 63 kepala keluarga (KK) di Dusun Kunjungmange dan 50 KK Dusun Parangmalino, Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga terendam air selama satu hari penuh.

Menurut Camat Pallangga, H Abdul Rahman, S.Sos, ketinggian air di kedua dusun tersebut Selasa lalu mencapai satu meter lebih. Merendam rumah masyarakat, dari Selasa siang sekira pukul 14.00 Wita hingga tengah malam.

"Air berangsur-angsur surut mulai pukul 23.00 Wita. Hingga Rabu pagi kemarin, ketinggian air tidak lagi mencapai 50 centimeter di kedua dusun tersebut, hingga tidak perlu ada evakuasi, hanya saja kita tetap siaga, antisipasi kalau-kalau hujan keras datang, air naik lagi," tutur Rahman menjelaskan.

Pernyataan Rahman dipertegas Kasi Penanggulangan Bencana Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Bahrul Alam, dikornfirmasi Rabu siang kemarin. Ia mengungkapkan, di Dusun Parangmalino, Desa Panakkukang juga terendam banjir sekitar 50 Kepala Keluarga (KK).

"Air sudah turun, tapi kita tetap lakukan pemantauan. Untuk melakukan pemantauan diturunkan perahu karet," jelasnya, Rabu kemarin.

Sementara itu, Selasa, 13 Januari lalu, menurut laporan Kepala Cabang Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Pallangga, Hj Sahriwati kepada Camat Pallangga, Abdul Rahman, Rabu siang kemarin, ketinggian air yang mengenai wilayah Desa Panakkukang meluber ke 11 desa lainnya. Yakni Desa Bunga Ejaya, Julukanaya, Julupa'mai, Bontoramba, Kampili, Desa Parangbanoa, Desa Toddo to'a, Desa Julu bori, Desa Pallangga, Desa Bontoala, dan Desa Taeng.

Ketinggian air yang merendam desa tersebut skitar air 50 centimeter hingga satu meter. Beruntung tidak sampai merusak pemukiman warga, hanya saja 171 hektar sawah tidak luput menjadi korban.(mimi/fajar.co.id)

Selanjutnya...
1/13/2009 11:07:00 PM

Gebrakan Pemkab Gowa

Diposkan oleh tuGOWA

Setelah Gaji Naik, Guru di Gowa Akan Diantar Jemput

TAHUN 2009 ini menjadi tahun berbahagia bagi guru, khususnya mereka yang bertugas di Kabupaten Gowa. Betapa tidak, penghasilan guru meningkat, pemerintah malah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Februari mendatang, kenaikan gaji guru sebesar 100 persen dari gaji pokok dibayarkan. Perhitungan jumlah total yang diterima seorang guru golongan IV dengan jabatan kepala sekolah minimal Rp 10 juta. Sedangkan golongan III yang menjabat kepala sekolah berpendapatan minimal Rp 7,8 juta.

Bukan hanya itu, Pemerintah Kabupaten Gowa malah "memanjakan" guru dengan menyiapkan tenaga antarjemput guru. Sekitar 400 orang tenaga satuan polisi (satpol) pendidikan akan direkrut dalam waktu dekat.

Tenaga satpol pendidikan akan bertugas mengantar jemput guru yang rumahnya berjarak sekitar satu kilometer dari sekolah. Tahap awal akan dikhususkan pada guru-guru sekolah dasar.

"Jadi tidak ada alasan lagi bagi guru untuk tidak pergi mengajar dengan alasan sulit transportasi," jelas Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, beberapa waktu lalu.

Selain bertugas mengantar jemput guru, satpol pendidikan juga akan mengawasi siswa yang berkeliaran di jam-jam pelajaran. Setiap satpol akan dilengkapi kendaraan.

Satpol pendidikan itu akan dilengkapi sepeda motor untuk melakukan tugas antarjemputnya. Tahun ini sebanyak 392 unit sepeda motor akan diadakan lewat dinas pendidikan nasional (diknas).

"Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah SD (sekolah dasar) di daerah ini. Sementara kita fokus untuk SD dulu dan setiap sekolah memperoleh satu unit. Jadi tenaga satpol pendidikan nanti sudah harus siap melakukan tugas antarjemput guru," ungkap Kepala Dinas Diknas Kabupaten Gowa Idris Faisal Kadir, kemarin.

Anggaran pengadaan kendaraan tersebut sekitar Rp 5 miliar. Anggaran ini sudah termasuk biaya operasional tahap awal. Biaya operasional selanjutnya akan diusahaan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan dana pendididikan gratis.

Semua hal tersebut merupakan bagian dari penerapan pendidikan gratis di Butta Bersejarah ini. Awal tahun 2008 lalu, di Kabupaten Gowa telah diberlakukan pendidikan gratis mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat.

Pendidikan gratis ini wajib bagi sekolah negeri dan swasta bisa ikut. Hingga saat ini, hny tersisa kurang lebih 10 unit sekolah swasta yang belum bergabung menerapkan pendidikan gratis. Umumnya adalah sekolah kejuruan yang membutuhkan biaya praktek besar.(muhtar muis/tribun-timur.com)

Selanjutnya...