Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/18/2010 08:15:00 AM

Angin Kencang Rusak Lima Rumah di Gowa

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Angin kencang kembali memporak-porandakan sedikitnya lima rumah di Dusun Taborong, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Sabtu (16/1) sekitar pukul 19.35 wita. Kelima rumah itu mengalami kerusakan cukup parah.
Beberapa rumah atap seng beserta rangkanya terangkat sejauh beberapa meter. Rumah tersebut masing-masing milik Dg Tarang, Dg Manye, Dg Tata, Dg Mene, dan Dg Nuju.
Salah seorang warga Dusun Taborong, Aswan, menjelaskan, hujan dan angin kencang yang tiba-tiba memang sempat mengejutkan warga. Ketika beberapa rumah atapnya mulai diterbangkan angin kencang mereka mulai berhamburan keluar sembari berteriak-teriak.
Masyarakat mulai tenang, lanjutnya, ketika hujan dan angin kencang mulai reda beberapa menit kemudian. Kelima pemilik rumah yang mengalami musibah, sebagian di antaranya mengungsi kerumah kerabat terdekatnya sedangkan yang lainnya langsung melakukan pembenahan.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protoko Pemkab Gowa, Arifuddin Saeni, meminta kepada masyarakat Kabupaten Gowa untuk mewaspadai gejala alam yang ekstrim, hujan yang disertai angin kencang, agar tidak menimbulkan korban.
"Masyarakat diminta waspada. Kalau ada hujan deras disertai angin kencang agar berjaga-jaga. Tindakan ini dilakukan agar tidak menimbulkan korban jiwa,"' kata Arifuddin, Minggu (17/1).
Bagi masyarakat yang ada di dataran tinggi khususnya di daerah kemiringan yang rawan longsor, lanjutnya, untuk mengungsi sementara ke daerah yang lebih aman mengingat pergerakan tanah pada saat sekarang ini rawan terjadi.
Diungsikan
Sementara itu, hujan deras di daerah hulu sungai membuat Sungai Balang Malino meluap. Sekitar 15 keluarga terpaksa diungsikan karena rumahnya berada di bantaran sungai.
Sekretaris Desa Lonjo'boko, Muin Dg Nompo, mengatakan, rumah warga, banjir juga menggenangi sekitar lima hektare sawah di daerah ini.
"Kalau hujan terus turun, maka 15 KK yang tempat tinggalnya berdekatan dengan bantaran sungai terancam terendam banjir," ungkap Muin Dg Nompo, kemarin.
Camat Parangloe Muh Saleh Saud Krg Tompo saat dikonfirmasi mengatakan, telah mengimbau kepada warga Lonjo'boko tetap waspada. Dia menambahkan, ke 15 Kepala keluarga tersebut akan di evakuasi untuk menghindari bencana banjir di pemukiman tersebut.(ute)

updating
- Angin kencang merusak lima rumah di Dusun Taborong, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Gowa
- Di Parangloe, Sungai Balang Malino meluap yang mengakibatkan 15 keluarga diungsikan
- Sedikitnya 330 rumah terendam banjir di tiga dusun di Desa Bontomatene, Kecamatan Marusu, Maros
- Kantor desa, TK, sawah, dan tambak juga terendam

Kantor Desa Bontomatene Terendam
SEMENTARA itu di Kabupaten Maros, sedikitnya 330 rumah sudah terendam banjir di tiga dusun di Desa Bontomatene, Kecamatan Marusu, Maros, Sabtu (16/1). Ketiga dusun itu masing-masing Dusun Bontolangkasa, Dusun Kapala, dan Dusun Bontolirae.
Ikut terendam banjir kantor Desa Bontomatene, sebuah taman kanak-kanak (TK), sawah, dan tambak. Untungnya, sejumlah rumah yang terkena dampak banjir adalah rumah kayu berlantai dua.
"Sehingga masyarakat bisa pindah ke lantai dua meski kolong rumahnya sudah penuh dengan air," ungkap Kepala Desa Bontomatene, Sangkala Upa.
Sangkala menambahkan, jika dibandingkan dengan lokasi banjir yang ada di Kabupaten Maros, sebenarnya, daerahnya paling parah. "Hanya saja mungkin karena tidak terlalu terekspos oleh media," terangnya.
Di lokasi, sejumlah rumah ada yang terlihat hanya atapnya saja. Beberapa warga menggunakan sampan untuk menuju ke rumah mereka karena jalan sudah tertutup oleh air.
Sangkala sendiri, harus menjadi korban banjir. Kantor tempatnya beraktivitas sehari-hari harus dipindahkan ke rumah salah satu staf kantor yang rumahnya tidak terkena dampak banjir.
Selain rumah warga yang terkena dampak banjir, masyarakat di Desa Bontomatene harus menerima nasib jika sawah dan tambak mereka harus menjadi korban banjir.
Penduduk Desa Bontomatene termasuk yang menyandarkan kehidupannya di dua bidang itu. "Tapi bulan ini mereka harus gagal panen. Sawah rusak dan ikan di tambak lari semua," ujarnya.
Sangkala hanya berharap agar kondisi cuaca kembali normal sehingga air surut dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya. "Akibat banjir, masyarakat bingun mau berbuat apa," tandasnya.(ink)



0 komentar: