Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/18/2010 07:54:00 AM

Calon Independen Protes KPU Gowa

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA(SI) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa diprotes bakalcalon bupati jalur perseorangan atau independen Ahmad Pidris Zain yang berpasangan dengan Abd Ravy Rasyid sebagai bakal calon wakil bupati.

Protes itu dilontarkan Ahmad Pidris terkait aturan tentang dukungan bagi calon independen untuk mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP) sebanyak 27.827,88 atau dibulatkan 27.828 dukungan KTP berdasar ketentuan 4% dukungan dari setengah jumlah penduduk Kabupaten Gowa dari 18 kecamatan atau sebanyak 9 kecamatan Kabupaten Gowa.

Ahmad Pidris menuturkan, dari data jumlah penduduk Gowa sekarang berdasar penyampaian Bupati Gowa Ichsan YL saat orasi pada Hari Jadi Gowa ke 689 Nopember 2009 lalu mencapai 605 ribu lebih. Jumlah ini menurut Pidris hanya mensyaratkan 24.000 KTP sehingga tidak relevan dengan pernyataan KPU Gowa yang menegaskan calon independen harus mengumpulkan 27.000 lebih KTP sebagai persyaratan mendaftar sebagai cabup.
‘’Inikan kesannya mempersulit calon perseorangan,’’ ungkap Pidris. Sehingga, lanjut dia, ini menjadi pembohongan publik ketika disesuaikan dengan ucapan Ketua Divisi Sosialisasi dan Pengembangan SDM KPU Gowa Syarifuddin Kulle yang dilansir sejumlah media termasuk Seputar Indonesia(SI) beberapa waktu lalu.

Sementara itu Syarifuddin Kulle yang diklarifikasi soal aturan perubahan itu mengatakan, jumlah penduduk Gowa per Desember 2009 berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Capil Gowa sebesar 695.967. Setengah dari jumlah ini dibagi 4% sehingga hasilnya 27.827,88 atau dibulatkan 27.828. Hal ini sesuai peraturan KPU No 68 tahun 2009 tentang pedoman teknis tata cara pencalonan pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah Pasal 8 ayat 2.

Dalam pasal ini menyebutkan bahwa bakal calon dapat mendaftarkan diri sebagai bakal pasangan cabup/ cawali dan cawabup/cawawali apabila memenuhi syarat dukungan dengan ketentuan kabupaten/ kota dengan jumlah penduduk lebih dari 500.000 jiwa sampai dengan satu juta jiwa harus didukung sekurang-kurangnya 4 %. Menurut dia,dari Agustus hingga Desember 2009, jumlah penduduk Gowa, memiliki pertambahan 6.000 kepala keluarga (KK).

‘’Dasar kita bukan di situ,tapi dari jumlah penduduknya secara total,’’ kata Syarifuddin Kulle lagi. Secara terpisah, Ketua KPU Gowa Hirsan Bachtiar terkait dengan rancunya data penduduk saat ini mengaku bukan tugas KPU untuk mengurusinya tapi urusan dinas terkait di Pemkab yang menanganinya. ‘’KPU itu hanya pengguna data dan kini masih menunggu data dari Dinas Kependudukan Capil.

Perlu diketahui,data penduduk itu selalu bertambah, dalam sehari saja bertambah ribuan jiwa dan itu akan terus bertambah,’’ ucap Hirsan. Sementara itu, Kasi Analisa Data Kependudukan Dinas Kependudukan dan Capil Gowa Aminah Rasiman mengungkapkan, bahwa DAK (data aggregate kependudukan) saat ini 695.697 berikut jumlah KK 180.390 orang.

Khusus DP4 (data potensial penduduk pemilih Pemilu) sebanyak 479.523 orang dan data ini sudah diserahkan ke KPU Gowa oleh Bupati Gowa, Kamis lalu.“DP4 ini bisa berubah dari jumlah penduduk karena memang setiap hari ada pertambahan,”tandas Aminah. (herni amir)



0 komentar: