Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/19/2010 09:07:00 AM

Gowa Kekurangan 52.000 Vaksin Antraks

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA (SINDO)-Tahun 2010, Kabupaten Gowa dipastikan masih
kekurangan sedikitnya 52.299 vaksin antraks untuk menjangkau seluruh
jumlah populasi ternak menyusui di daerah ini.
Sebab jumlah populasi saat ini sudah mencapai 62.299 ekor. Sementara
jumlah vaksin yang mampu ditalangi dari dana APBD 2010 hanya 10.000
dosis atau 15% dari populasi yang ada
Ketidakseimbangan itu diakui Kepala Sub Dinas Kesehatan Hewan
(kasubdin Keswan) Dinas Peternakan (Disnak) Gowa Junaedi. Karenanya,
untuk mengatasi kekurangan itu pihaknya juga masih menunggu suplay
dari Disnak provinsi.
"Sayangnya sampai sekarang kita belum mendapat informasi kapan bantuan
vaksin akan cair,"ungkap Junaedi kepada Seputar Indonesia (SI) di
Sungguminasa
Dia menuturkan, untuk menyiasati minimnya jumlah vaksin, pihaknya
lebih mendahulukan vaksinansi ternak di empat kecamatan yang dinilai
rawan penyebaran antraks yakni Bontonompo, Bajeng, Manuju, dan
Pattallassang.
"Pernah ada kejadian di tahun 2006 dan 2009 lalu. Tapi Gowa secara
umum sudah aman. Hanya untuk menjaga kita tetap mendahulukan daerah
ini,"katanya.
Langkah lain lanjut Junaedi, dengan melakukan bio security atau
penyemprotan kandang dan pengawasan terhadap jalur migrasi hewan.
Setiap ternak yang dikeluarkan atau dijual ke luar wilayah Gowa harus
dilengkapi surat keterangan berbadan sehat dari Dinas peternakan.
Begitupula dengan ternak yang masuk ke Kab Gowa.
Upaya lain, dengan pemeriksaan fisik hewan. Bila sapi terlihat dungu,
lesu atau suhu badan tinggi, petugas akan memeriksanya lagi secara
cermat. ''Jadi, pemeriksaan awal bisa lewat pengamatan perilaku fisik
sapi,'' jelasnya.
Dengan model ini, sapi yang menderita antraks bisa diketahui secara
dini. Salah satu gejala yang hampir bisa dipastikan terserang antraks
adalah dari anus, hidung, telinga, dan kulit binatang tersebut
mengeluarkan darah.
"Bila sudah ada tanda-tanda seperti itu, sapi tidak boleh dipotong dan
harus segera dibakar dan dikubur. Dengan demikian, spora tidak akan
menular pada manusia,"urainya.(herni amir)
Bahan grafis:
4 kecamatan rawan:patallasaang-manuju-bajeng-bontonompo
Jumlah populasi 62.299 jumlah vaksin 10.000
Riwayat penyebaran antraks di Gowa
2006: Agustus di Desa Bategulung Kec Bontonompo, satu ekor sapi.
September di Desa Maccini Bajeng Kec Bajeng dua ekor sapi, menyusul
Sembilan ekor sapi lainnya.
2009:Juni 2009 19 ekor ternak mati mendadak di dusun Maccini dale Kec Manuju.
__________________



0 komentar: