Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/11/2010 07:45:00 AM

Jembatan Pelimpah Daraha Putus Nyambung

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Akses river crossing atau jembatan pelimpah Daraha yang berfungi sebagai penyeberangan sementara daerah Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, dengan Desa Majannang, Kecamatan Parigi, kembali terputus, Sabtu (9/1) pagi.
Terputusnya jembatan pelimpah tersebut karena curah hujan di hulu Sungai Jeneberang cukup tinggi. Kendati putus, tapi bukan berarti jalur penyeberangan yang menghubungkan Kecamatan Parigi dan Tinggimoncong ini mengalami kepatahan fisik.
Hanya tidak nampak di permukaan karena luapan air sungai bersampur sedimen melimpah di atasnya. Siang hari, jembatan tersebut kembali menyambung.
Pemimpin Pelaksana Kegiatan Pengendalian Sedimen Bawakaraeng, Haeruddin mengatakan, penyeberangan ini memang digunakan melintas baik warga maupun kendaraan jika kondisi aliran air berikut sedimen yang terbawa, normal.
Tapi jika volumenya naik, maka warga termasuk pengendara sepeda motor bisa menyeberang lewat jembatan gantung yang terbentang di atasnya sepanjang 400 meter. Masyarakat tidak dibolehkan melintas di atas river crossing karena dikhawatirkan dapat terseret arus sedimen yang bergerak kencang dari hulu.
"Jika kondisi penyeberangan seperti itu, maka warga harus melalui jembatan gantung di atasnya jika ingin ke kota Malino atau jika mau ke kota Makassar lebih baik melalui consolidation dam (CD) 2 akses penyeberangan Tanete-Jonjo," jelas Haeruddin di sela-sela peninjauan lokasi, Sabtu (9/1).
Haeruddin mengatakan, yang perlu diketahui masyarakat river crossing itu memang sudah didesain putus kiri dan kanan kalau ada banjir dan itu bersifat sementara. Sementara jembatan daraha yakni jembatan dengan rangka baja yang sementara dikerja.
Hanya saja, dengan tingginya intensitas curah hujan pada Januari dan Februari mendatang maka daerah dataran tinggi terutama Parigi dan Manuju diimbau untuk waspada. Sebab memiliki tingkat kerawanan untuk terjadi banjir debris atau banjir lumpur.
Menurutnya, curah hujan sangat mempengaruhi. Dengan tingginya curah hujan akan memacu terlepasnya danau buatan yang memicu banjir lumpur. Titik lain yang perlu diwaspadai adalah daerah hulu Jeneberang. Sehingga semua masyarakat yang bermukin di sepanjang sungai jeneberang perlu ekstra hati-hati.
Meski demikian, lanjut Haeruddin, pihaknya sudah mengantisipasi dengan membangun tujuh buah sabodam termasuk dua sabo seri di atas bangunan sabodam 72 dan 73. Kemudian, satu sabo multipurpose yang juga berfungsi sebagai jembatan, plus dua bangunan groundsill di Sungai Daraha yang ada Kecamatan Parigi.
Di bagian hilir juga dibangun empat consolodation DAM (CD)jembatan penyeberangan sebagai akses masyarakat yang bermukim pada beberapa desa di sebelah kiri Sungai Jene'berang, tiga jembatan evakuasi, serta pembangunan jembatan daraha yang akan rampung Desember ini. "
"Yang jelas secara struktur kita lebih siap tahun ini, karena sudah hampir semua bangunan kita selesaikan untuk tahap most urgen work. Sehingga palung Sungai Jeneberang sedikit lebih normal kondisinya," tandas Haeruddin.(ute)


0 komentar: