Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/19/2010 08:57:00 AM

Kades-Lurah Serahkan Laporan Kematian

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM—Kadis Kependudukan dan Capil Gowa, H Suwandi Mahendra menegaskan agar para kepala desa maupun lurah harus melaporkan data kematian warganya. Hal itu diminta agar data kependudukan tidak rancu.
Kepada BKM, akhir pekan kemarin, Suwandi didampingi Kabid Kependudukan, Abd Muis dan Kasi Analisa Data Kependudukan, Aminah Rasiman mengatakan, selama ini jumlah penduduk Gowa berdasarkan pengurusan KTP terus bertambah.
Untuk data penduduk total di Gowa, kata Suwandi sebesar 695.697 jiwa, KK 180.390 jiwa dan untuk DP4 (data potensial penduduk pemilih pemilu) sebanyak 479.523 orang
Diakuinya, kekurangan yang dialami dinas saat ini karena data kematian tidak terlapor dari desa/kelurahan. ‘’Seharusnya ada sehingga data KTP tidak hanya bertambah tapi juga berkurang karena laporan kematian tersebut, ada. Sama halnya dengan laporan pindah atau data tenaga kerja Indonesia. Data laporan seperti inilah yang tidak ada (tidak terlapor dari pemerintah desa dan kelurahan,’’ terang Suwandi.
Suwandi juga mengakui, jumlah data penduduk di dinas yang dipimpinnya terdongkrak ketika program pendidikan gratis mulai dicanangkan. Banyak penduduk Gowa yang tiba-tiba urus KTP, sementara tidak jelas asal usulnya. Permohonan KTPnya pun dikabulkan lantaran disertai rekomendasi dari kepala desa dan lurah
‘’Kita mau tolak, tidak bisa karena ada rekomendasi dari kepala desa/lurah. Karena itu kita butuh data primer kematian dan data pindah dan merantau agar data kependudukan bisa disesuaikan, Data warga yang mati bisa dihapus. Inilah salah satu solusi agar data pemilih tidak tumpang tindih misalnya tidak terdata lagi jadi pemilih jika sudah meninggal dunia, pindah atau jadi TKI. Jadi kami berharap kepala desa/ lurah jangan asal merekomendasi untuk pembuatan KTP,’’ kata Suwandi.



0 komentar: