Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/20/2010 06:25:00 PM

Lurah Harus Serahkan Laporan Kematian

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA -- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gowa, Suwandi Mahendra, meminta kepada seluruh lurah dan kepala desa agar melaporkan data kematian warganya. Hal tersebut dilakukan demi membuat data kependudukan yang tidak rancu.

Kepala Disdukcapil Gowa, Suwandi Mahendra, Selasa, 19 Januari, mengatakan, selama ini jumlah data penduduk sesuai penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Gowa terus meningkat. Data penduduk Gowa saat ini sebanyak 695.697 jiwa.

Jumlah tersebut terus naik setiap tahun, sementara Disdukcapil Gowa sangat jarang menerima laporan kematian. "Seharusnya ada juga data kematian, sehingga data KTP tidak hanya bertambah tapi juga berkurang karena laporan kematian tersebut, sama halnya dengan laporan pindah atau data tenaga kerja Indonesia.
Data laporan seperti inilah yang tidak ada dari pemerintah desa dan kelurahan," terang Suwandi.
Suwandi mengatakan, jumlah penerbitan KTP juga terdongkrak dengan adanya program pendidikan gratis.

Permohonan KTPitu pun dikabulkan karena disertai rekomendasi dari kepala desa dan lurah. "Kami mau tolak, tidak bisa karena ada rekomendasi dari kepala desa/lurah. Karena itu kita butuh data primer kematian dan data pindah dan merantau agar data kependudukan bisa disesuaikan," jelas Suwandi. (eka)


0 komentar: