Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/14/2010 06:45:00 AM

Mahathir Mohammad Kagumi Lontara Gowa

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA (SI) – Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Tun Dr Mahathir Mohammad sangat mengagumi aksara lontara yang dimiliki kerajaan Gowa.
Kekaguman itu diungkapkannya saat mengunjungi Istana Balla lompoa di Sungguminasa kemarin. Menurutnya,keberadaan aksara lontara yang lahir pada tahun 1538 oleh Dg Pamatte merupakan salah satu bukti ketinggian budaya yang dimiliki daerah berjuluk butta bersejarah ini di masa lampau. “Mengagumkan di sini punya alphabet sendiri dan mampu menciptakan tulisan sendiri,”ungkap Mahathir kepada Seputar Indonesia (SI) di Balla Lompoa kemarin. Mahathir dan rombongan tiba pukul 16.00 wita yang disambut langsung oleh para pemangku adat kerajaan Gowa, seperti Ketua Dewan Adat Bau Tayang dan Wakil Bupati Gowa Abdul Razak Bajidu.
Selain pengalungan bunga, Mahathir yang didampingi isterinya, Tun DR Siti Hasmah Moh Ali, juga disambut pasukan bertombak Tobarani khas kerajaan Gowa. Berbeda dengan beberapa kunjungan pejabat negara, pengamanan Mahathir tidak terlalu ketat. Jumlah pasukan yang diturunkan hanya setingkat satuan kompi dari Polresta Gowa. Keprotokoleran pun ditiadakan. Sesampai di dalam Balla Lompoa, Mahathir dijamu dengan kue-kue tradisional seperti brongko dan cucuru bayao. Mahathir tidak bisa menyembunyikan kekagumannya saat berkeliling Balla Lompoa melihat bukti kebesaran kerajaan gowa seperti mahkota kerajaan dan alat perang sambil mendengarkan penuturan Jufri Pile, sejarawan dari Gowa.

“Saya memang tertarik mengunjungi daerah ini untuk melihat lebih dekat sebagian wilayah Indonesia dan karena kebesaran nama Gowa dalam sejarah yang selalu dimuat pada buku-buku,” terang Mahathir seusai menerima cinderamata berupa miniatur patung Sultan Hasanuddin. Ketertarikan Mahathir pun ditegaskan kembali oleh Minister Consellor Education Malaysia Datuk Dr Junaidy Abu Bakar. Menurutnya, Mahathir sangat tertarik akan kebesaran Makassar baik sebagai penghasil rempah maupun budayanya termasuk keberanian pelaut-pelautnya menjelajah samudra dengan kapal Phinisi.

“Jadi memang ingin melihat bagaimana kesejahteraan dan kemajuan masyarakat di sini,daerah leluhur PM kami (Malaysia) saat ini,”ujarnya. Dia mengatakan, secara kekerabatan Indonesia dan Malaysia memang memiliki hubungan khusus. Apalagi kerjasama yang sudah dan sementara dirintis kedua belah pihak semakin mengokohkan hubungan itu. Tidak hanya di bidang pendidikan seperti terdapatnya 356 mahasiswa Malaysia yang sedang belajar di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Fakultas Kedokteran, tapi juga banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia, termasuk dosen-dosen Unhas.

Rencananya,Sabtu (16/1),Menteri Pertanian Malaysia akan berkunjung ke Sulsel. “Ini untuk memantapkan kerjasama dibidang impor beras, yakni merancang impor beras dari Makassar untuk pasar Malaysia dan rencananya esok (hari ini) Beliau akan bersilaturahmi dengan mahasiswa Malaysia di Unhas,”tutur Junaidy.

Bicara Demokrasi di Unhas

Hari ini, mantan Perdana Menteri Malaysia ke 4 Mahathir akan berbicara tentang penerapan demokrasi untuk kesejahteraan rakyat dalam Seminar Internasional Pascasarjana Unhas. Selama 22 tahun memimpin negeri jiran tersebut,mulai 16 Juli 1981 hingga 31 Oktober 2003,Mahathir dinilai berhasil menanamkan sendi-sendi demokrasi dalam pemerintahan Malaysia.

Di bawah kepemimpinannya Malaysia mengalami modernisasi yang pesat dan menikmati kemakmuran di segala lapisan masyarakat. Mahathir Mohammad akan menjadi pembicara bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Rektor Unhas Idrus Paturusi dalam seminar sehari yang dirangkaikan dengan Dies Natalis Unhas di Baruga AP Pettarani. Mahathir Mohammad tiba di Makassar dengan pesawat pribadi didampingi isterinya,Minister Consellor Education Malaysia Datuk DR Junaidy Abu Bakar serta tiga anggota rombongan lainnya.

Sesaat setelah tiba di Makassar, Mahathir Mohammad dan rombongan dijamu makan siang oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rumah Jabatan Gubernur Jalan Sungai Tangka. (abriandi/herni amir)


0 komentar: