Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/25/2010 07:37:00 AM

Saluran Irigasi Sanrobone Jebol

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Tembok saluran sekunder Sanrobone di Kecamatan Bontonompo, jebol sepanjang kurang lebih 30 meter. Akibatnya, air irigasi dengan volume besar meluap menggenangi persawahan dan mengancam banjirnya area pemukiman di sekitarnya.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Gowa Suhartati mengatakan, jebolnya saluran itu karena usianya memang sudah tua dan sudah membutuhkan rehabilitasi berat.
Apalagi dengan tumbangnya pepohonan yang berada di sekitar waduk akibat hujan semakin memperparah kondisi irigasi. Kerusakan ini, katanya, ditangani darurat Dinas PSDA Gowa dengan membuat kisdam dan bronjong.
Meski begitu, PSDA tetap ragu dengan daya tahan kisdam yang diprediksi tidak bisa bertahan lama jika arus air tidak deras.
"Kami minta pihak balai segera memperbaiki permanen agar tumpahan air itu tidak sampai membanjiri pemukiman warga di sekitarnya. Penanganan darurat itu pasti tidak bisa bertahan lama," jelas Suhartati di ruang kerjanya, akhir pekan lalu
Menurutnya, kalau irigasi itu tidak tertangani dengan cepat akan mengganggu persawahan di Gowa dan Takalar.
Sementara itu, Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Gowa Jamil Bagus mengatakan, seyogyanya pihak balai segera melakukan penanganan permanen pada saluran sekunder yang rusak.
Tidak hanya Sanrobone, saluran Kampili di Kecamatan Pallangga yang merupakan sambungan saluran Sanrobone yang mengaliri 10.500 hektare juga harus segera dibenahi dan direhab karena kondisinya memang sudah rapuh.(ute)



0 komentar: