Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/05/2010 06:58:00 AM

Terburuk, Bupati Tegur 3 Pimpinan SKPD

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Masuknya pelayanan publik di Kabupaten Gowa dalam daftar 15 daerah yang tingkat integritas layanan publiknya terburuk versi survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo memberi "selamat" pimpinan unit kerja terkait.
Pada kesempatan coffee morning, Senin (4/1) kemarin, Ichsan menegur tiga pimpinan unit kerja terkait hasil survei tersebut. Masing-masing Kepala Dinas Perhubungan Tajuddin Nur, Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Salahuddin, dan Kepalad Dinas Catatan Sipil Suwandi Mahendra.
Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Gowa Arifuddin Saeni mengatakan, buruknya kinerja ketiga unit SKPD itu karena lambannya sistem pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Hasilnya, standar pelayanan secara administrasi tidak mampu terpenuhi.
Misalnya pada catatan sipil terkait pembuatan akta kelahiran, izin trayek di dinas perhubungan, dan pelayanan pasien pada puskesmas serta rumah sakit.
"Bupati sudah memberi respon dengan mempertanyakan kinerja ketiga SKPD (satu kerja perangkat daerah) itu, termasuk penyebab-penyebab sampai tejadi seperti itu," ungkap Arifuddin di ruang kerjanya, Senin (4/1).
Bupati Ichsan, kata Arifuddin, mengaku hasil survei itu juga memberikan dampak positif bagi perbaikan kinerja SKPD terkait. Karena kalau hal seperti itu terus berlanjut, maka potensi korupsi cukup besar. Sehingga ke depan dibutuhkan perbaikan manajemen.
"Penyebabnya lebih kepada volume yang masuk dengan jumlah pelayanan tidak berimbang. standar administrasi lima menit. Sementara biasanya selesai dalam sejam. Hal ini karena tidak berimbangnya jumlahmasyarakat yang harus terlayani dengan jumlah petugas. Di rumah sakit misalnya, tiga orang yang melayani ratusan pasien yang antre, maka jangan heran kalau sampai tiga jam," jelas Arifuddin.(ute)

disurvei di kabupaten/kota
- Pelayanan kesehatan dasar di puskesmas/RSUD kelas C
- Pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah kabupaten/kota
- Pengurusan akta kelahiran
- Bantuan pembangunan/renovasi/perbaikan fisik sekolah dengan APBD tingkat II

Hasil Survei KPK
SURVEI integritas sektor layanan publik yang dilakukan KPK berlangsung pada April-September 2009. Dilakukan terhadap 371 unit layanan yang berada di 98 instansi, terdiri dari 39 instansi tingkat pusat, 10 pemerintah provinsi, dan 49 pemerintah kota/kabupaten.
Survei melibatkan responden pengguna layanan sebanyak 11.413 orang yang terdiri dari 4.592 orang responden di tingkat pusat, 1.039 orang responden di tingkat pemprov, dan 5.782 orang responden di tingkat pemkot/pemkab.
Seluruh responden merupakan pengguna langsung dari layanan publik yang disurvei. Hasil survei yang dirilis Desember 2009 lalu ini menempatkan Kabupaten Gowa masuk dalam daftar 15 kabupaten/kota dengan tingkat integritas layanan publik terendah.
Selain Gowa, Kota Makassar dan Kabupaten Maros juga masuk dalam daftar 15 dengan nilai terendah. Sedang satu-satunya kabupaten di Sulsel yang masuk 15 besar nilai tertinggi adalah Kabupaten Pangkep.(ute)


0 komentar: