Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/06/2010 05:50:00 AM

UGD RSUD Syekh Yusuf Tak Layak

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Sungguminasa dinilai tidak layak untuk rumah sakit tipe B. Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo bahkan menyoroti kondisi RSUD ini yang menjadi rumah sakit rujukan untuk wilayah selatan.
Kondisi rumah sakit yang lebih dikenal dengan sebutan rumah sakit Kallongtala ini saat ini masih kekurangan tempat tidur. Sementara instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dinilai tidak memenuhi standar.
"UGD RSUD memang tidak layak dan belum memiliki IPAL," ungkap Ichsan di lobi ruang tunggu Bupati Gowa.
Sorotan orang nomor satu di Gowa ini juga terkait anjloknya indeks integritas tingkat pelayanan publik yang diberikan rumah sakit tersebut. Berdasarkan hasil survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dirilis Desember lalu, menampatkan Gowa menjadi salah satu 15 kabupaten/kota terburuk layanan publiknya.
Dikonfirmasi per telepon, Direktur RSUD Syekh Yusuf Salahuddin membantah rumah sakit yang dikelolanya ini tidak memiliki IPAL. Ia mengaku IPAL yang dimiliki memang masih kecil.
"Tahun 2010 ini (IPAL) sudah masuk perencanaan. Apa yang kita buat pada 2010 ini adalah instalasi yang lebih besar. Jadi ini hanya bentuk penyesuaian," jelas Salahuddin per telepon, Selasa (5/1).
Senada dengan Salahuddin, Humas RSUD Syekh Yusuf Muh Taslim mengatakan, untuk penyesuaian IPAL dengan kondisi rumah sakit tipe B, sudah dianggarkan dalam APBD 2010 sekitar Rp 900 juta.
"Sebelum ada pengalokasian anggaran khusus IPAL, kami telah melakukan pengolahan limbah sendiri. Untuk limbah padat dimusnahkan dengan insemirator. Sedang untuk limbah cair dibuatkan septik tank yang jika penuh disedot lagi," ungkap Taslim.
Menurutnya, selama ini dampak limbah rumah sakit terhadap warga yang bermukim di sekitarnya belum ada. Pihaknya mengaku belum pernah menerima komplain warga terhadap limbah buangan RSUD.(ute)

program rsud
- Membuat IPAL sesuai standar rumah sakit tipe B dengan anggaran sekitar Rp 900 juta dari APBD
- Membangun IRD dengan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar dari DAK

Rehab Gedung
PADA tahun anggaran 2010 ini, RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa juga akan melakukan rehab gedung UGD. RSUD akan membangun instalasi rawat darurat (IRD) dengan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) sekitar Rp 1,6 miliar.
Dalam IRD itu, sudah akan dilengkapi dengan sistem pelayanan mulai dari pengobatan sampai fasilitas operasi sesuai standar rumah sakit tipe B.
"Jadi akan bersifat seperti rumah sakit dalam rumah sakit. Standar ini yang kami ingin capai. UGD yang saat ini kami miliki baru sesuai tipe C sementara kami sudah naik status ke tipe B," jelas Humas RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa, Muh Taslim.(ute)


0 komentar: