Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/04/2009 09:07:00 PM

Kades Minta Relokasi ke Belapungranga

Diposting oleh tuGOWA

* Terkait 15 KK Warga Lonjoboko yang Rumahnya Terancam

Sungguminasa, Tribun - Kepala Desa Lonjoboko Ismail Dg Buang meminta agar warganya yang rumahnya terancam tenggelam segera direlokasi ke Kasawan Transmigrasi di Desa Belapungranga, Kecamatan Parangloe.

Sebelumnya, Sejumlah rumah yang ditempati 15 kepala keluarga (KK) di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, terancam tenggelam akibat meluapnya Sungai Balang Malino. Sekitar lima hektare sawah juga terancam akibat hujan yang sabang hari turun di daerah tersebut.

Luapan sungai yang bermuara di Sungai Jeneberang ini juga mengancam Jembatan Lebong. Hujan deras yang menghantam daerah tersebut membuat kondisi jembatan sangat rawan karena makin tergerus.

Ismail juga berharap Balai Besar Sungai Pompengan-Jeneberang untuk segera melakukan pengerukan sedimen Sungai Jeneberang yang mengalami pendangkalan.

"Pendangkalan di sekitar muara Sungai Balang Malino membuat arus tertahan dan berbalik menghantam pondasi jembatan dan permukiman warga," ungkapnya kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Longsor Lagi

Sabtu (3/1)pagi, longsor tebing jalan kembali terjadi di Dusun Galesong, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe. Namun longsor ini tak separah longsor beberapa hari sebelumnya.

Longsoran sempat menutup sisi kiri badan jalan poros Malino. Meski tidak terjadi antrean kendaraan, namun pengendara mesti melambat akibat setengah ruas jalan tertutup.

Kepala Sub Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Praswil Gowa-Makassar, Makmur Rahim Dg Ngerang mengungkapkan hal tersebut saat meninjau keberadaan Jembatan Lebong yang dilaporkan terancam.

Andriyani, warga setempat, mengakui obyek longsor tersebut daerah rawan. "Setiap tahun memang di sini selalu terjadi longsor. Tahun 2005 lalu bahkan menutup seluruh badan jalan," jelasnya.(ute/tribun-timur.com)

0 komentar: