Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/02/2009 09:27:00 PM

Rumah 15 KK di Parangloe Terancam

Diposting oleh tuGOWA

* Sungai Meluap, Lima Hektare Sawah Terendam

Sungguminasa, Tribun - Sejumlah rumah yang ditempati 15 kepala keluarga (KK) di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, terancam tenggelam bila hujan deras terus terjadi di daerah ini, Jumat (2/1). Bahkan, Jembatan Lebong di sekitar tempat tersebut juga rawan karena makin tergerus.

Hujan yang terjadi sepanjang hari telah membuat Sungai Balang Malino yang melintas di bawah jembatan itu dilaporkan telah meluap. Luapan sungai ini yang bermuara di Sungai Jeneberang telah merendam sekitar lima hektare sawah penduduk setempat.

Sekretaris Desa Lonjoboko, Muin Nompo, mengaku kondisi air dibawah Jembatan Lebong sisa beberapa sentimeter dari badan jalan. Keadaan ini mulai mengkhawatirkan warga sekitar.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat pemerintah setempat bersama warga terus bersiaga dan melakukan pemantauan. Jembatan Lebong yang menjadi akses jalan menuju daerah wisata Malino terancam runtuh karena tergerus air sungai.

Kepala Desa Lonjoboko, Ismail Dg Buang, mengaku kondisi yang dialami warganya, khususnya 15 KK tersebut makin kritis. Jika hujan deras terus berlangsung, maka dipastikan rumah ke-15 KK tersebut akan tenggelam.

"Situasi seperti ini dialami warga setiap tahun, terutama pada musim penghujan," jelasnya, kemarin.

Menurutnya, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan camat agar ke-15 KK tersebut direlokasi. Jika keadaan makin mengkhawatirkan, maka warga itu akan langsung direlokasi.

Pasalnya, penghuni rumah di sekitar tempat itu mengaku kalau malam dan hujan turun mereka sangat sulit tidur. Bayang-bayang terjadi banjir tiba-tiba dan menenggelamkan mereka selalu menghantui.(ute)

Kenali Daerah Anda
KONDISI hujan an mulai terjadinya longsor pada beberapa titik di Kabupaten Gowa membuat pemerintah dalam siaga satu bencana alam.

Kepala Dinas Prasarana Wilayah Kabupaten Gowa, Muh Amin Yakub, mengaku posko siaga telah diaktifkan selama 24 jam. Curah hujan tertinggi diperkiraan terjadi antara Januari-Februari.

Pada masa tersebut potensi terjadinya banjir, longsor, puting beliung, dan bencana lainnya sangat besar. Masyarakat diimbau waspada untuk segala kemungkinan yang bisa timbul.

Sebagian besar daerah di Kabupaten Gowa, baik yang berada di dataran rendah dan dataran tinggi sangat rawan bencana (lihat Peta Rawan Bencana).(muhtar muis/tribun-timur.com)
rawan bencana alam
- Somba Opu: Angin kencang, banjir, dan kebakaran
- Pallangga: Angin kencang, banjir, dan kebakaran
- Barombong: Angin kencang, banjir, dan kebakaran
- Bajeng: Angin kencang, banjir, dan kebakaran
- Bajeng Barat: Angin kencang, banjir, dan kebakaran
- Bontonompo: Angin kencang dan kebakaran
- Bontonompo Selatan: Angin kencang dan kebakaran
- Bontomarannu: Angin kencang, banjir dan kebakaran
- Pattallassang: Angin kencang dan kebakaran
- Parangloe: Angin kencang, kebakaran, dan tanah longsor
- Manuju: Angin kencang, banjir, kebakaran, dan tanah longsor
- Bungaya: Angin kencang, banjir, kebakaran, dan tanah longsor
- Bontolempangan: Angin kencang, banjir, kebakaran, dan tanah longsor
- Tompobulu: Angin kencang, kebakaran, dan tanah longsor
- Biringbulu: Angin kencang, kebakaran, dan tanah longsor
- Parigi: Angin kencang, kebakaran, dan tanah longsor
- Tinggimoncong: Angin kencang, kebakaran, dan tanah longsor
- Tombolopao: Angin kencang, kebakaran, dan tanah longsor

Sumber: Dinas Sosial dan Linmas Gowa
Data: ute

0 komentar: