Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
10/25/2010 05:20:00 PM

JK-SYL Tabur Benih di Bili-Bili Lewat Udara

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA(SINDO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bekerjasama dengan NV Kalla Group dan Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan ujicoba penaburan benih tanaman hutan melalui udara di Desa Moncongloe,Kecamatan Manuju,Kab Gowa,kemarin.

Desa Moncongloe yang menjadi ujicoba penaburan benih melalui helikopter tersebut merupakan sebuah dusun yang berada di kaki Gunung Bawakareng. Penyemaian bibit tanaman hutan tersebut untuk mengantisipasi terjadinya longsor di pegunungan tersebut. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, selama ini begitu banyak dana reboisasi yang dikeluarkan untuk mengatasi terjadinya longsor di Bawakaraeng.

Namun,namun hasilnya tidak mampu diukur dengan pasti,sehingga aerial seeding ini diharapkan menjadi solusi kerusakan hutan di Sulsel, ”Kami berharap ada program prioritas daerah aliran sungai (DAS) Jeneberang serta daerah patahan serta longsoran Gunung Bawakaraeng,” ungkapnya kemarin. Dalam uji coba penaburan benih tanaman hutan trembesi dan sengon kemarin, sebanyak dua ton bibit disebar di lahan seluas 5 hektare.

Selain Gubernur Sulsel, turut hadir mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla,dan Rektor Unhas Idrus Paturusi. Syahrul mengatakan, penaburan bibit tersebut menggunakan dua unit helikopter dengan menyentuh wilayah pegunungan di Kab Gowa, Maros, serta Kab Takalar,utamanya terhadap DAM Bili-bili yang dianggap mendesak untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam.

”Kondisi hutan Sulsel mengalami kerusakan yang cukup besar. Kita membutuhkan caracara khusus untuk menanggulanginya, salah satunya melalui penaburan benih tanaman hutan melalui udara ini,” ujar mantan Bupati Gowa dua periode tersebut. Sementara itu Jusuf Kalla menuturkan, selama ini pemerintah sudah melakukan upaya penghijauan lahan kritis di Indonesia. Mulai dari program reboisasi sampai program gerakan nasional rehabilitasi hutan.

Hanya saja, dia menilai jika program tersebut belum berjalan maksimal. Apalagi, pada lahan kritis yang memiliki medan yang berat. Belum lagi, waktu pelaksanaan program yang juga terkesan tidak tepat. Oleh karena itu, dia mengaku mendapat ide penghijauan dari alam yang disebutnya dengan “tangan Tuhan”. “Kita mencoba meminta bantuan dari Tuhan. Melalui burung dan angin. Tapi ini burung besi dan anginnya dari baling-baling helikopter,”jelasnya kemarin.

Kalla berharap uji coba penaburan benih ini dapat terus berlangsung. Dia memperkirakan, lahan kritis yang ada di Sulawesi Selatan dapat teratasi dalam dua tahun kedepan dengan menggunakan metode tersebut. Sebelumnya, lanjut Kalla,metode tersebut sudah diuji coba di Bukit Sentul,Bogor,Jawa Barat. ”Ini berguna untuk kemaslahatan orang dan untuk mengantisipasi terjadinya banjir, longsor.

Menteri Kehutanan sudah melakukan rapat berkali-kali tentang metode ini,tapi tidak ada yang jalan.Cuman rapat melulu,” ujarnya kepada wartawan. Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Muh Restu mengatakan, jika selama ini Unhas telah melakukan pengembangan areail seeding.Dia mengatakan, bibit untuk penaburan benih tersebut sudah dirancang sedemikian rupa yang disebut dengan ball seeding. (wahyudi/herni amir)

0 komentar: