Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
12/15/2008 11:25:00 PM

Gowa Syaratkan Industri Daur Ulang

Diposting oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA (SINDO) – Pemkab Gowa mensyaratkan adanya industri daur ulang dalam pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) Mamminasata yang berlokasi di Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa
Kepala Kantor Kebersihan Pemkab Gowa Andi Arifin mengatakan, ini adalah syarat utama yang diajukan dalam draft sebelum penandatangan agreement yang dilakukan antara Pemprov Sulsel dan empat kota/kabupaten lainnya yang terkait dalam interkoneksitas Mamminasata.
“Masyarakat Gowa akan menolak jika tak ada industri daur ulang. Itu sama saja memindahkan penyakit dari Makassar ke Gowa,”jelas Arifin kepada SINDO di ruang kerjanya kemarin. Arifin mengatakan, pada 15 Desember mendatang, pembebasan lahan seluas 100 hektare (ha) sudah akan rampung.
Nilai pembebasan mencapai Rp10 miliar yang disediakan dari APBD Provinsi. Rencananya, pada 20 Januari 2009 pemerintah RI dan Jepang sudah melakukan pembahasan agreement.Maret diharapkan sudah ada penandatanganan MoU antara kedua pemerintahan, untuk selanjutnya pemerintah pusat menghibahkan ke Pemprov Sulsel dan diteruskan ke Pemkab Gowa.
“Jadi nantinya pembangunan TPA yang menelan anggaran sekitar Rp700 miliar dari pinjaman JBIC, harus mengacu pada konsep sanitary land field atau konsep berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur di Pattalassang,” kata Andi Arifin. (herni amir/seputar-indonesia.com)

0 komentar: