Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
12/22/2008 03:30:00 PM

Harga Jagung Kuning Anjlok

Diposting oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA (SINDO)-Petani jagung kuning di Kabupaten Gowa mengeluh akibat anjloknya harga pasar hingga 130%.

Jika jagung kering biasanya dijual dengan kisaran Rp2700/kg, saat ini turun mencapai level Rp1300/kg atau menurun Rp1400/kg. Sementara untuk jagung basah dijual dengan Rp900/kg, yang sebelumnya dijual pada harga Rp2200/kg atau menurun Rp1300/kg.

” Dengan terjadinya penurunan harga seperti sekarang ini, kami petani otomatis merugi, apalagi terjadinya penurunan harga tidak dibarengi dengan penurunan biaya produksi”ungkap Dg Rani salah satu petani jagung di desa Sengka Kec Bontonompo kepada SINDO di Sungguminasa kemarin.

Dia mengatakan, untuk satu hektare (ha) biaya produksi yang dikeluarkan sekitar Rp4 juta, dengan kapasitas produksi mencapai enam hingga tujuh ton. Artinya, dengan kondisi pasar saat ini, pendapatan kotor petani hanya Rp7,8 juta. Sementara untuk pendapatan normal seperti saat musim panen lalu mencapai Rp16,2 juta.

Untuk itu ungkap Dg rani, dia dan petani jagung lainnya berharap adanya intervensi pemerintah untuk mengangkat kembali harga jagung kuning di pasaran. ”Jauh sekali menurunnya. Kalau kondisinya terus-menerus begini kasian kami. Walaupun belum merugi tapi lebihnya itu hanya untuk menutupi ongkos capek saja,”keluhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubdin Padi dan Palawija Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kab Gowa Abdul Rauf mengakui kondisi anjloknya harga jagung tersebut. Penurunan itu kata dia, imbas dari menurunnya pula kualitas jagung yang dihasilkan. Jika biasanya kadar air normal pada jagung basah hanya 18%, maka saat ini jagung-jagung tersebut berada pada kadar air diatas 20 %.

Meski demikian, Rauf meyakini jika kondisi tersebut tidak akan bertahan lama. Sebab meningkatnya kadar air pada musim penen kali ini lebih kepada faktor cuaca dimana petani melakukan panen di musim hujan.

Seperti diketahui, jagung merupakan komoditi terbesar kedua setelah padi di kab Gowa . Pada musim rendengan luas areal tanam mencapai 19.000 ha dan pada musim gaduh 7000 ha.(herni amir/seputar-indonesia.com)

0 komentar: