Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/28/2009 11:21:00 PM

SD Tala'borong Sudah Sebulan Disegel

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Penyegelan sekolah karena kasus tanah kembali terjadi di Kabupaten Gowa. Kali ini menimpa SD Tala'borong, Desa Manjalling, Kecamatan Bajeng Barat. Oknum yangmengaku pewaris pemilik tanah menyegel seluruh ruang kelas sejak, 26 Desember 2008 lalu.

Akibat penyegelan tersebut, 144 murid SD Tala'borong nyaris tidak dapat belajar. Akhirnya pihak Cabang Dinas Pendidikan (Cabdiknas) Bajeng Barat memindahkan proses belajar mengajar siswa tersebut ke gedung SD Bontosunggu, Desa Borimatangkasa, sekitar satu kilometer dari SD Tala'borong.

"Masalah ini sudah dilapor ke camat tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut," ungkap Kepala Cabdiknas Bajeng Barat Hayyul Husain saat dikonfirmasi per telepon, Rabu (28/1).

Dijelaskan, penyegelan gedung sekolah dilakukan anak Suaib Dg Liu, Mustamin. Mustamin ingin menggantikan posisi ayahnya sebagai PNS yang telah meninggal dunia.

Pembangunan sekolah yang dilakukan sejak tahun 1980 saat itu menggunakan tanah almarhum Dg Liu. Sebagai kompensasinya, Dg Liu diangkat menjadi PNS.

"Saat itu Dg Liu serahkan tanahnya untuk dibanguni sekolah dan dia diangkat menjadi PNS. Kayak barterlah saat itu. Orang tuanya (Dg Liu) sudah diangkat PNS, tapi anaknya (Mustamin) juga ingin jadi PNS menggantikan ayahnya," ungkap Hayyul.

Terpisah, Kepala SD Tala'borong Abd Rahim mengaku penutupan dilakukan Mustamin karena kecewa janji yang dilontarkan kepadanya tidak direalisasikan hingga sekarang.

"Mustamin mengaku dijanji menjadi PNS sejak dua tahun lalu oleh pemerintah setempat. Tapi sampai sekarang tidak diangkat-angkat. Karena itu dia menutup sekolah sebagai bentuk kekecewaan," jelasnya.

Dikonfirmasi wartawan sebelumnya, Mustamin mengaku akan membuka sekolah kalau dirinya sudah diangkat menjadi PNS. Ia mengaku sudah dua tahun dijanji jadi PNS oleh pemerintah setempat, tapi tidak ada realisasi.(ute/tribun-timur.com)

0 komentar: