Sungguminasa, Tribun - Penyegelan sekolah karena kasus tanah kembali terjadi di Kabupaten Gowa. Kali ini menimpa SD Tala'borong, Desa Manjalling, Kecamatan Bajeng Barat. Oknum yangmengaku pewaris pemilik tanah menyegel seluruh ruang kelas sejak, 26 Desember 2008 lalu.
Akibat penyegelan tersebut, 144 murid SD Tala'borong nyaris tidak dapat belajar. Akhirnya pihak Cabang Dinas Pendidikan (Cabdiknas) Bajeng Barat memindahkan proses belajar mengajar siswa tersebut ke gedung SD Bontosunggu, Desa Borimatangkasa, sekitar satu kilometer dari SD Tala'borong.
"Masalah ini sudah dilapor ke camat tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut," ungkap Kepala Cabdiknas Bajeng Barat Hayyul Husain saat dikonfirmasi per telepon, Rabu (28/1).
Dijelaskan, penyegelan gedung sekolah dilakukan anak Suaib Dg Liu, Mustamin. Mustamin ingin menggantikan posisi ayahnya sebagai PNS yang telah meninggal dunia.
Pembangunan sekolah yang dilakukan sejak tahun 1980 saat itu menggunakan tanah almarhum Dg Liu. Sebagai kompensasinya, Dg Liu diangkat menjadi PNS.
"Saat itu Dg Liu serahkan tanahnya untuk dibanguni sekolah dan dia diangkat menjadi PNS. Kayak barterlah saat itu. Orang tuanya (Dg Liu) sudah diangkat PNS, tapi anaknya (Mustamin) juga ingin jadi PNS menggantikan ayahnya," ungkap Hayyul.
Terpisah, Kepala SD Tala'borong Abd Rahim mengaku penutupan dilakukan Mustamin karena kecewa janji yang dilontarkan kepadanya tidak direalisasikan hingga sekarang.
"Mustamin mengaku dijanji menjadi PNS sejak dua tahun lalu oleh pemerintah setempat. Tapi sampai sekarang tidak diangkat-angkat. Karena itu dia menutup sekolah sebagai bentuk kekecewaan," jelasnya.
Dikonfirmasi wartawan sebelumnya, Mustamin mengaku akan membuka sekolah kalau dirinya sudah diangkat menjadi PNS. Ia mengaku sudah dua tahun dijanji jadi PNS oleh pemerintah setempat, tapi tidak ada realisasi.(ute/tribun-timur.com)
Sidang Delpedro Cs, Petugas PPPA Sebut Pelajar Mengaku Ikut Demo karena
Melihat Ajakan dari Medsos
-
Sejumlah pelajar yang diamankan polisi mengaku ikut demo pada Agustus 2025
karena melihat ajakan dari akun di media sosial (medsos).
1 jam yang lalu







0 komentar:
Posting Komentar