Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
3/10/2009 10:40:00 PM

Warga Barombong Resahkan Dai Diduga Sesat

Diposkan oleh tuGOWA

Makassar, Tribun - Sebanyak tiga orang warga Bilaji, Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Gowa, melaporkan munculnya aliran yang diduga sesat ke Kantor Wilayah Departemen Agama Sulawesi Selatan di Jl Nuri, Makassar, Selasa, (10/3).

Ibrahim, salah seorang warga yang ditemui kemarin mengatakan, laporan ini dilakukan bersama dua rekannya karena merasa resah setelah tiga orang dai di daerah tersebut menyampaikan ceramah agama yang dianggapnya menyesatkan.

Menurut Ibrahim, dalam ceramahnya ketiga dai tersebut menyampaikan sebuah ayat Alquran yang artinya "Ketahuilah, bahwa pada diri kalian terdapat rasul" kemudian menyimpulkan dengan doktrin agar masyarakat tidak usah lagi mengikuti nabi yang terlahir di Kota Makkah, dan wafat di Madinah dan dikuburkan di Masjid Nabawi.

"Doktrin inilah yang membuat kami khawatir, mungkin masyarakat yang tidak memahami isi ceramah tersebut tidak menjadi masalah, namun bagaimana bagi mereka yang mengerti kemudian mengamalkannya?" imbuh Ibrahim.

Ibrahim menambahkan, jika hanya seorang saja yang menyampaikan dotrin tersebut mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun hal tersebut sudah disampaikan di Masjid Nurul Huda Bilaji sebanyak tiga kali dengan orang yang berbeda.

"Setiap penceramah tersebut selalu menggunakan baju yang ada lambangnya mirip kepala masjid dengan kalibrasi dengan huruf Arab," katanya.

Hanya saja Ibrahim mengaku lupa saat ditanya siapa nama ketiga penceramah tersebut. Pria berkumis tersebut menegaskan bahwa ketiga dai tersebut berasal dari salah satu tempat perkumpulan di daerah itu.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa perkumpulan tersebut selalu menelurkan alumni setiap bulan Ramadan.

Penjelasan Depag

Secara terpisah Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat dan Pemberdayaan Masjid (Penamas) Kantor Wilayah Depag Sulsel, Syahrul Yalli, mengaku senang adanya perhatian warga tersebut.

Hanya saja Syahrul mengaku tidak mau gegabah dalam melakukan tindakan, karena sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari Departemen Agama Gowa,"Namun laporan tersebut tetap kami apresiasi," Katanya singkat.(cr3/tribun-timur.com)

0 komentar: