Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
3/12/2009 01:09:00 AM

Pendataan RTM Raskin di Pattallassang Rancu

Diposkan oleh tuGOWA

Warga Miskin Dicoret, Dua Caleg Dapat Jatah

GOWA, BKM-- Penerima beras miskin (raskin) di Kec. Pattallassang, Gowa kembali disoroti. Pasalnya, hasil pendataan RTM (rumahtangga miskin) penerima kacau lantaran kurang kena sasaran. Banyak warga sangat layak mendapatkan justru dicoret dari daftar penerima. Sementara sebalik diricek banyak warga mampu jadi penerima, bahkan ada dua orang dalam satu rumah mendapatkannya. Selain itu ditemukan pula dalam daftar penerima dua orang caleg peserta pemilu.

Dari hasil pantauan BKM di lapangan, sejumlah warga tak mampu tidak didaftar lagi. Posisinya malah tergantikan warga yang ekonominya lebih mapan. Warga miskin yang tidak terdaftar lagi antara lain, Dg Tonji, janda usia 55 tahun yang menumpang tinggal di perumahan SDI Sangnging-sangnging (tidak punya rumah), Azis Dg Ngoyo (30), Andi Anas (35), Ismail Dg Ngeppe (35) tidak terakomodir lagi.

Sementara dua orang serumah yang mendapatkan jatah yakni Kadus Tassilli, Rahim Dg Nompo (55) serta istrinya. Dua orang caleg yangdapat raskin yakni Nurhayati Dg Kinang (35), caleg PBB serta Taskir Dg Nai (40), caleg Hanura.

Azis Dg Ngoyo saat ditemui, Rabu (11/3) mengatakan dirinya sangat layak dapat namun pembagian raskin kali ini tidak lagi. ''Kami minta, pengelola raskin terlebih pemerintah jangan pilih kasih karena adanya unsur kepentingan dalam pengelolaannya. Kami berharap Pak Bupati perhatikan pola pendataan yang tidak lagi peduli orang miskin,'' kata warga Tassilli tersebut seraya menyebutkan dusun yang paling rancu pendataannya selain Tassilli adalah Dusun Bontolebang, Desa Pattallassang.

Ditambahkan Azis Dg Ngoyo, dirinya setuju saja ada pengurangan data penerima setiap desa asalkan peruntukannya betul-betul tepat bagi warga yang lebih tidak mampu dari kehidupannya. ''Saya tidak mengerti dengan batasan syarat kepemilikan sepeda motor yang sebenarnya rata-rata hanya cicilan saja,'' kata Azis Dg Ngoyo yang selma ini menumpang tinggal di rumah kakaknya yang juga miskin.

Sejumlah warga lainnya yang tersebar di sejumlah dusun di Pattallassang dan layak menerima raskin namun dikeluarkan dari daftar penerima yakni Tajuddin Dg Bunga (40), Haju Dg Ngalle (42), mereka adalah warga kampung Moncong-moncong, Dusun Pattiro, Desa Paccellekang (rumahnya gubuk berlantai tanah berdinding bambu dan papan). Hal sama dialami Ganna Dg Nai (45) warga kampung Gentung, Dusun BorongloE. Ganna yang miskin papa ini bahkan tak pernah tersentuh BLT terlebih raskin.

Camat Pattallassang, Muh Fajaruddin yang dikonfirmasi kemarin soal rancunya pendataan, mengatakan pihaknya sudah klarifikasi ke Kades Pattallassang bahkan Kades mengatakan semua warga miskin dimasukkan daftar hanya saja daftar yang turun dari BPS, banyak yang tersaring.

Pihaknya juga sudah memerintahkan kepada Kades agar tidak ada satupun aparatnya ke bawah yang dapat jatah termasuk Kadus Tassilli yang sudah menyerahkan jatahnya kepada warga yang lebih layak namun tidak terdaftar.

Sementara dua caleg yang terjatah raskin, menurut Camat seharusnya kedua caleg itu secara bijak menyerahkan jatah raskin itu kepada yang layak. ''Bagaimana para caleg itu bisa memperjuangkan rakyat miskin kalau tokh dirinya lebih miskin. Caleg itu indikasi sebuah kemapanan hidup,'' kata Camat seraya mengatakan pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada caleg penerima raskin untuk melepas haknya itu dan menyerahkan kepada warga yang lebih layak menerima. (Saribulan/beritakotamakassar.com)

0 komentar: