Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
4/03/2009 10:46:00 PM

7.000 RTM di Gowa Tak Dapat Raskin

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Tunggakan pembayaran beras untuk rakyat miskin (raskin) yang dilakukan pengelola maupun aparat terkait membuat sekitar 7.000 rumah tangga miskin (RTM) di tiga kecamatan di Kabupaten Gowa tidak mendapat jatah tahun 2009 ini.

Ketiga kecamatan tersebut masing-masing Bontonompo, Bajeng Barat, dan Pallangga. Tunggakan Bontonompo sebesar Rp 52,3 juta yang tersebar di Desa Katangka Rp 17,144 juta, Desa Bategulung Rp 30,468 juta, dan Manjapai Rp 4,688 juta.

Kemudian Desa Bontomanai di Bajeng Barat dengan tunggakan Rp 14,692 juta. Sedangkan Kecamatan Pallangga menunggak Rp 53,57 juta. Total tunggakan Gowa di tiga kecamatan itu sekitar Rp 120,56 juta.

Dari jumlah tersebut, 7.000 RTM menjadi sasaran tidak mendapat jatah raskin. RTM terbesar berada di Kecamatan Pallangga, yakni sebanyak 5.794 RTM.

Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Gowa Muhlis berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Pengelola raskin dan pemerintah setempat diharapkan bisa mengkoordinir pembayaran dengan baik sehingga tidak terjadi kemandekan pembayaran lagi.

"Jumlah ini telah berkurang dari tunggakan yang dilakukan 10 kecamatan menjadi tersisa tiga kecamatan. Namun, belum adanya penyelesaian dari tiga kecamatan itu sehingga diambil langkah tegas," jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/4).(ute)

masih menunggak
- Kecamatan Bontonompo Rp 52,3 juta ( Desa Katangka Rp 17,144 juta, Desa Bategulung Rp 30,468 juta, dan Manjapai Rp 4,688 juta)
- Kecamatan Bajeng Barat Rp 14,692 juta (Desa Bontomanai)
- Kecamatan Pallangga Rp 53,57 juta
- Total: Rp 120,56 juta

Pengelola Diperiksa Polisi
AKIBAT tunggakan itu juga, kepala desa dan pengelola akan menjalani pemeriksaan dari pihak bawasda dan kepolisian. Dikabarkan, sudah dua hari tim bawasda dan polisi turun menyisir daerah yang mengalami tunggakan pembayaran raskin.

"Saat ini, kepala desa dan pengelola di tingkat desa sudah akan menjalani pemeriksaan polisi setelah bawasda menyisir langsung ke lapangan selama dua hari berturut," jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/4).

Langkah tegas ini, katanya, diambil sebab dampak dari ulah pengelola atau aparat terkait sudah merugikan masyarakat miskin. Padahal sistem distribusi yang dilakukan selama ini pembayaran langsung saat akan mengambil jatah beras oleh masyarakat.(ute/tribun-timur.com)

0 komentar: