Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
6/27/2009 08:34:00 AM

Petani Kakao Gowa Berguru ke Lutra

Diposkan oleh tuGOWA

Masamba, Tribun - Sebanyak 17 orang petani kakao asal Kabupaten Gowa melakukan studi banding di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), selama dua hari, 24-25 Juni.

Selama berada di Lutra, petani asal Gowa ini berguru ke petani kakao Lutra mengenai tata cara sambung samping, sambung pucuk, sistem perawatan, dan peningkatan produksi tanaman kakao.
Hal itu diungkapkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Lutra, Muhammad Sadiq, melalui telepon selularnya, Kamis (25/6).
"Sejauh ini mereka ingin melihat kegiatan instensifikasi, rehabilitasi dan pembibitan sematic embriogenetic (SE) termasuk sambung pucuk di kelompok tani," kata Sadiq.
Dengan areal perkebunan kakao seluas 56,393 hektare, Lutra dikenal sebagai sentra penghasil kakao terbesar di Sulsel dengan produksi dalam lima tahun terakhir mencapai 20.175 ton atau 250-500 kg per hektare per tahun.
Tahun ini pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 79,43 miliar untuk pembenahan tanaman kakao yang saat ini mengalami kelesuhan sebagai akibat menurunnya produksi dan produktifitas serta kualitas kakao akibat serangan hama PBK, VSD, dan bencana alam.
Dari Rp 79,43 miliar, Rp 44,3 miliar dikelola oleh pemerintah dan Rp 35,13 miliar dikelola Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan untuk membiayai kegiatan pengadaan pupuk, pestisida, dan pengadaan bibit sematic embryogenesis.



0 komentar: