Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
7/03/2009 07:10:00 AM

Kadis Dikorda: Tak Selesaikan, Dipolisikan

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Kepala Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda (Dikorda) Kabupaten Gowa Idris Faisal Kadir membenarkan adanya tabungan murid di salah satu sekolah di Kecamatan Bontonompo. Tabungan tersebut dikumpul mantan kepala sekolah bernama Sulaeman Dg Tompo.

Dikorda telah menindaklanjuti masalah tersebut dan telah meminta yang bersangkutan mengembalikan uang tabungan murid di Sekolah Dasar (SD) Inpres Bontonompo (bukan SD Tamannyeleng) di Kelurahan Tamallayang seperti diberitakan sebelumnya. Nilai tabungan terkumpul sekitar Rp 45 juta.
Kami sudah minta agar dikembalikan dan ia berjanji menyelesaikan sebelum berakhir tahun ajaran baru ini. Jika tidak diselesaikan, kita akan lanjutkan ke polisi," tegas Idris yang ditemui saat melayat ke rumah jabatan Wakil Bupati Gowa, Kamis (2/7).
Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikorda Gowa Sappe Mangiriang mengaku sudah menemui Sulaeman. Yang bersangkutan telah menandatangani surat pernyataan untuk menyelesaikan masalah uang tabungan tersebut.
Tagih Janji
Diberitakan sebelumnya, sejumlah orangtua murid SD Inpres Bontonompo, Kecamatan Bontonompo, mempertanyakan nasib uang tabungan anak mereka yang sampai saat ini belum jelas pengembaliannya.
Orangtua murid sudah beberapa kali menemui kepala sekolah namun belum mendapat solusi. Pasalnya, kepala sekolah saat ini, Sompo, mengaku baru menjabat.
"Kami sudah beberapa kali hendak menemui kepala sekolah yang dulu, tapi ia susah ditemui," ungkap salah satu orangtua murid yang minta namanya tidak dilansir dengan pertimbangan masa depan anaknya di sekolah tersebut saat ke berkunjung ke redaksi Tribun Timur di Makassar, Rabu (1/7).
Menurut orangtua tersebut, tabungan murid di sekolah itu sudah lama berjalan. Setiap murid diminta menabung secara sukarela. Uang tabungan diserahkan kepada guru masing-masing untuk dicatat.
"Ada yang menabung setiap pekan, ada juga setiap bulan. Tidak menentu, tergantung anak-anak, kapan mau menyetor dan berapa pun nilainya. Sifatnya sukarela," jelasnya.
Namun, orangtua murid tidak pernah mendapat penyampaian sudah berapa saldo tabungan anak-anak mereka. Termasuk kapan uang tabungan itu akan dikembalikan.(ute)

tindak lanjut dikorda
- Minta mantan Kepala SDI Bontonompo Sulaeman Dg Tompo mengembalikan uang tabungan murid di sekolah tersebut
- Total tabungan mencapai sekitar Rp 45 juta
- Sulaeman berjanji menyelesaikan sebelum tahun ajaran baru
- Sudah buat surat pernyataan untuk menyelesaikan masalah tersebut
- Dikorda ancam polisikan jika tidak dituntaskan

Tabungan Capai Jutaan
TABUNGAN yang menjadi salah satu program di sekolah itu sudah berlangsung sebelum program pendidikan gratis dicanangkan di Butta Bersejarah ini. Orangtua murid mengaku, sudah ada murid yang tabungannya mencapai jutaan rupiah.
Anaknya sendiri, ungkapnya, sudah memiliki saldo tabungan hingga sekitar Rp 300 ribu. Anaknya menabung sejak kelas satu dan sekarang sudah naik ke kelas lima.
"Kepala sekolah lama pernah janji akan dibagikan saat penerimaan rapor. Namun saat itu tidak terealisasi sehingga kami kembali menagih janji tersebut," katanya.
Ditambahkan, ada beberapa sekolah di Kecamatan Bontonompo sebelum pelaksanaan pendidikan gratis menerapkan hal serupa. Namun uang yang ditabung sudah dikembalikan kepada masing-masing anak didik.(ute)


0 komentar: