Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
9/06/2009 09:52:00 PM

Pemkab Beri Kemudahan Mengangsur 10 Thn.

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Tiang utama pembangunan pasar tradiosional modern Minasa Maupa telah dipancangkan, Kamis kemarin. Kini tahapan pembangunan telah mulai berjalan. Seiring itu, Pemkab pun tak menutup mata dengan masalah baru terkait harga tawaran kios yang akan diberikan kepada calon pedagang yang akan menempati. Jumat (4/9) sekitar pukul 10.00 Wita, Bupati Gowa H Ichsan YL mengundang perwakilan pedagang pasar induk untuk mengemukakan soal harga kios.
Sebanyak 50 perwakilan pedagang memenuhi baruga Krg Pattingaloang Pemkab. Bupati didampingi Asisten III, H Abbas Alauddin dan Kadis Perindag Gowa, H Abd Kahar Atjo serta Kepala UPTD Pasar Induk, H Abd Rajab Dg Tunru, menampung segala aspirasi pedagang tersebut. Seperti dikatakan H Rizal (pedagang pakaian) kemarin, dominan pedagang menginginkan harga kios yang tidak memberatkan mereka. Hal itu dibenarkan pula kepala pasar. Menurut H Abd Rajab Dg Tunru, pedagang sepakat minta standar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta saja.
Pertemuan kemarin malah membuat masyarakat pedagang lega setelah mendengarkan penuturan bupati yang memberikan kebijakan dapat mengangsur mulai 1 tahun, 5 tahun hingga 10 tahun. Menurut bupati, dari Rp 73 miliar lebih dana pasar yang dikumpulkan Pemkab untuk biaya pembangunan pasar tersebut (dana stimulus dan Dana cadangan) tak satupun didalamnya ada niat Pemkab untuk mencari keuntungan.
''Makanya, saya gelar pertemuan dengan pedagang untuk menginput masukan dari para pedagang soal harga kios yang sudah berdasarkan hasil rembukan bersama pedagang itu sendiri. Saya cuma minta satu, yakni taati peraturan di pasar, taati kebersihan pasar dan harus seia dengan Pemkab. Kenapa harus bersih karena kita mau tarik pengunjung dari Makassar. Kita memang persyaratkan pasar harus bersih, aman, nyaman dan tidak macet,'' kata bupati.
Bupati juga tetap mengingatkan kepala pasar agar 1.801 pedagang palapara' (kakilima) semuanya harus masuk pasar nanti. Tidak boleh lagi jualan di jalan. '' Jika tidak mau masuk maka yang saya salahkan pertama adalah kepala pasar. Kasih tahu saya kalau ada pejabat di belakang yang backup pedagang tambahan. Saya lawannya. Dan saya ingatkan selama berada di pasar baru nanti, pedagang hanya terima dua pungutan yakni retribusi dan pungutan dari komunitas pasar (pengelola) yang fungsinya menata terminal dan kebersihan pasar. ((Sar))



0 komentar: