Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
7/05/2010 11:13:00 AM

Gowa-Sinjai Diterjang Longsor

Diposkan oleh tuGOWA

SINJAI(SI) – Hujan deras yang mengguyur daerah pegunungan Bawakaraeng sepanjang hari kemarin, berbuah bencana.Longsor menerjang daerah perbatasan Kabupaten Gowa dan Sinjai yang berada di kaki salah satu gunung tertinggi di Sulsel itu.

Longsoran jutaan matriks ton material yang terjadi dini hari kemarin, membuat akses jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Gowa dan Sinjai putus total. Di Sinjai, longsor yang terjadi sekitar pukul 03.10 Wita membuat dua desa di Kecamatan Sinjai Barat,terancam terisolir.Yakni Desa Terasa dan Turungan Baji. Satu-satunya jalan menuju kedua desa tersebut, dari Desa Balakia, tertimbun tanah runtuhan dari tebing.Tak hanya itu,separuh badan jalan tergerus karena jurang yang ada di sisi jalan amblas.

Berdasarkan data, longsor terjadi enam titik di Sinjai Barat,yakni Desa Bontosalama,dua titik dengan panjang longsor sekitar 50 meter,Desa Arabika (Poros Sinjai- Gowa) tiga titik sekitar 300 meter, dan satu titik di Desa Balakia. “Dua desa yang jalannya nyaris terputus itu memang mengkhawatirkan, sehingga satu-satunya jalan yang paling aman harus melewati rute Kecamatan Bulupoddo. Artinya harus memutar lagi,” ungkap salah seorang warga, Abidin. Camat Sinjai Barat, Agung Budi Prayogo mengatakan,putusnya jalan poros Sinjai-Gowa disebabkan longsoran di dua titik,dan satu jembatan di Desa Biringmamingko juga putus total.

Data dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Bankom Merpati Gowa, longsor di daerah perbatasan itu menutup sekitar empat kilometer jalan di Desa Mamampang dan Desa Tabbingjai yang menghubungkanTombolopao- Manipi-Sinjai. Kemarin, kata Agung, Dinas Prasarana Daerah dan Binamarga telah menurunkan dua alat berat ke lokasi.Tak hanya itu,tim search and rescue (SAR) Sinjai, dipimpin Andi Jefriyanto Asapa, yang juga Kepala UPTD Kebersihan Dinas Prasda Sinjai, dan tim dari Bakominfo Sinjai turun ke lokasi bencana. Saat hujan deras, bencana longsor di daerah Sinjai Barat sudah kerap terjadi. Beberapa waktu lalu, Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan dan Pertambangan (Kapedaltam) Sinjai, telah menyampaikan kewaspadaan bencana longsor.

Diperkirakan, pada Juni- Juli adalah puncak musim hujan, yang dapat memicu pergerakan lempengan di wilayah Sinjai dan mengakibatkan terjadinya longsor. Kapedaltam mencatat, potensi longsor pada daerah terdapat pada empat kecamatan yakni di Desa Gantarang Kecamatan Sinjai Barat,Desa Kompang Sinjai Tengah (perbatas Sinjai Tengah dan Barat), Desa Bonto Katute,Kecamatan Sinjai Borong; Kelurahan Mannanti,Kecamatan Tellu Limpoe; Desa Tompo Bulu Bulupoddo. Hal itu disebabkan, karena letak wilayah Kecamatan rawan longsor itu karena kemiringannya mencapai 45 derajat.

Selain bencana longsor,pagi kemarin,warga di Kecamatan Sinjai Utara, terutama di Kelurahan Biringere, juga dilanda kepanikan. Pasalnya air Sungai Mangottong yang membatasi Kecamatan Sinjai Utara dan Sinjai Timur meluap. Trauma banjir besar tahun 2006, membuat ratusan warga mengungsi. Beruntung air mulai surut pada siang kemarin,sehingga warga yang sempat mengungsi bisa pulang kerumahnya.

Longsor Gowa

Sementara itu, di Gowa, longsor menerjang tiga desa di Kec Tombolopao,yakni Ballasuka,Mamampang, dan Tabbingjai. Selain memutus jalan provinsi antardua kabupaten, tran kabupaten di Kanreapia Bolaromang tertutup longsor sekitar dua kilometer. Tidak hanya itu, timpaan tanah disertai bebatuan itu, menyebakan hancurnya lima jembatan. Dua jembatan beton permanen di Desa Ballasuka, satu di Desa Tabbingjai,serta dua jembatan gantung yang digunakan masyarakat sebagai akses sehari-hari di Tabbingjai,hanyut.

“Akibatnya tiga desa ini terisolir tertutup dengan longsoran,” ungkap Koordinator Tagana Bankom Merpati Gowa Daniel Oppo dari lokasi bencana kepada harian Seputar Indonesia (SI) kemarin Selain itu, dua rumah ikut tertimpa material tanah dan batu, yakni rumah Dg Nai di Desa Mamampang amblas dan kediaman Dg Bale yang mengalami kerusakan ringan.Meski tidak ada korban manusia,bencana yang terjadi sekitar pukul 04.00 Wita itu membuat tujuh ternak mati tertimbun tanah.Tiga kuda dan empat sapi. “Beruntung tidak ada korban jiwa. Saat ini rumah Dg Bale pun sudah dibersihkan oleh tim penyelamat,” kata Daniel.

Dia menjelaskan, korban jiwa dapat dihindari sebab ketika hujan deras disertai kilat terjadi,sebagian warga terbangun. Warga yang memang berada di titik rawan longsoran seperti di daerahdaerah perbukitan sudah mengevakuasi diri dan keluarganya terlebih dulu.Termasuk keluarga Dg Nai dan Dg Bale. Saat ini lanjut Daniel,evakuasi sementara berjalan. Tidak hanya dari Tagana, bantuan dari Pemkab Gowa beserta Dinas PU Sulsel berupa loader sudah tiba di lokasi. Diperkirakan besok semua jalan sudah bisa dilalui. Hanya saja, pihaknya masih meminta masyarakat agar tetap berwaspada jika hujan turun. Selain kondisi jalan yang licin, untuk Kecamatan Tombolopao sendiri sudah diidentifikasi 61 titik rawan longsor.

Camat Tombolopao Andi Sura Suaib, saat dikonfiormasi juga membenarkan kejadian tersebut. Sekira pukul 15.00 Wita kemarin, Wakil Bupati gowa Abdul Razak Badjidu sudah meninjau lokasi. “Bantuan berupa tenda, makanan, juga sudah kami berikan. Kami berharap longsoran ini tidak berlanjut dan semuanya akan teratasi secepatnya,”katanya

Sungai Meluap

Tak hanya bencana longsor yang mengantui warga Gowa yang berada di kaki Gunung Bawakaraeng, hujan yang turun deras dalam beberapa hari menyebabkan Sungai Balang Malino di Kampung Lebong, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe meluap. Akibatnya, sekitar 20 unit rumah warga yang terletak di kawasan bantaran sungai tergenang air. Bahkan, 10 unit di antaranya untuk sementara sudah tidak dapat dihuni. “Tidak hanya rumah, 20 hektare sawah juga ikut tergenang,” kata Camat Parangloe Saleh Saud kemarin. Saleh Saud menjelaskan, Balang Malino meluap sejak subuh kemarin sekira pukul 05.00 Wita, dengan ketinggian air luapan satu meter.

Dan hingga sore kemarin, kondisi air belum juga surut. “Ini sudah kami laporkan ke pemerintah kabupaten,” ujarnya sembari mengatakan jika Balang Malino adalah titik paling rawan banjir di wilayah pemerintahannya. (rahmi djafar/herni amir)

0 komentar: