Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
7/09/2010 07:19:00 AM

Puluhan Ekor Ayam Kampung Mati Mendadak

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Puluhan ekor ayam kampung milik warga di Jl Melati, Kelurahan Bonto-bontoa, Kecamatan Somba Opu, Gowa, mati mendadak sejak awal pekan lalu. Pemilik ayam langsung membakar ayam mati tersebut karena khawatir terserang virus flu burung.


Salah seorang pemilik ayam, Dg Gassing mengaku, tidak mengetahui pasti penyebab ayam-ayam miliknya mati. Jumlah ayam kampung miliknya yang mati mendadak sudah lebih 20 ekor. Sedang milik tetangganya sekitar 40-an.
''Saya sendiri heran, pagi sudah terlihat sakit, sorenya langsung mati. Padahal sebelumnya ayam-ayam tersebut masih dalam keadaan sehat,'' ujar Dg Gassing, Rabu (7/7).
Dg Gassing menuturkan, hingga kemarin sudah tiga hari ini kasus kematian ayam terjadi di daerahnya. Kasus ini, katanya, sudah dilaporkan ke dinas terkait, baik ke dinas peternakan maupun dinas kesehatan dan sudah dilakukan peninjauan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Gowa, Abidin Yaman, membenarkan pihaknya sudah turun ke lokasi ditemukannya ayam mati mendadak. Para pemilik ternak sudah diperiksa untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.
Hanya sejauh ini kata Abidin, belum ada satupun masyarakat di wilayah tersebut, menunjukkan gejala demam yang mengarah kepada tertularnya penyakit dari hewan ke manusia. Semua masih dalam kondisi normal.
Pihaknya pun sudah mengimbau masyarakat, jika terdapat gejala-gejala mencurigakan segera memeriksakan diri. "Tanggung jawab kami hanya pada manusianya sementara untuk urusan hewan itu urusan dinas peternakan," jelas Abidin.
Kesulitan Identifikasi
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kelautan dan Perikanan (PKP) Gowa Junaedi memaparkan, pihaknya sudah menerima laporan dan sudah ke lokasi. Hanya belum bisa diketahui persis penyebab kematian ayam itu karena semua ayam mati sudah dibakar pemiliknya.
Dugaan apakah ayam itu terserang flu burung atau karena penyakit newcastle disease (ND) atau dikenal dengan nama tetelo belum bisa dipastikan. Gejala penyakit tetelo memang mirip flu burung, namun tidak menular pada manusia.
"Semua tidak bisa dipastikan tanpa ada pemeriksaan laboratorium," jelas Junaedi.
Sebagai langkah antisipasi, kata Junaedi, pihaknya sudah melakukan biosecurity dengan penyemprotan disinfektan ke kandang-kandang masyarakat. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk mencegah penularan penyakit. Pihaknya juga menyiapkan sekitar 10 ribu dosis vaksin.(ute)

Pancaroba, Ayam Rentan Tetelo
MUSIM pancaroba, ternak jenis unggas rawan terserang penyakit antara lain Newcasftle Discase (ND) atau lebih dikenal dengan tetelo. Gejala klinis akibat penyakit tetelo memang mirip flu burung, namun tidak menular pada manusia.
Penyakit ini termasuk penyakit musiman yang selama ini menjadi salah satu ancaman peternak unggas (lihat Gejala Klinis). namun, untuk antisipasi bisa dilakukan dengan rutin melakukan pembersihan kotoran, kandang unggas, pemberian vaksinasi, serta penyemprotan disinfektan.(ute)

grafis
gejala klinis
* Tetelo (ND)
- Nafsu makan hilang tetapi nafsu minum bertambah
- Ayam terlihat lesu
- Nafas mengorok, bersin dan batuk,
- Gangguan syaraf, otot-otot gemetar,
- Kepala dan sayap terkulai ke bawah dan diikuti kelumpuhan
- Jengger dan jawer berwarna kebiru-biruan
* Flu Burung
- Jengger, pial, kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan
- Kadang-kadang ada cairan dari mata dan hidung
- Pembengkakan di daerah bagian muka dan kepala
- Pendarahan di bawah kulit
- Pendarahan titil (ptchie) pada daerah dada, kaki, dan telapak kaki
- Batuk, bersin, dan ngorok
- Unggas mengalami diare dan kematian tinggi

0 komentar: