Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
9/06/2010 09:15:00 AM

1,3 M untuk benah lahan Keritis

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Luas lahan kritis di Kabupaten Gowa masih cukup tinggi. Tercatat sekitar 27 ribu hektare lahan kritis belum terjamah. Karena itu, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gowa menyiapkan anggaran Rp1,3 miliar yang berasal dari APBN melalui Kementerian Kehutanan RI. Anggaran tersebut untuk pola pelibatan masyarakat secara optimal melalui program pengembangan kebun bibit rakyat (KBR). "Penerapan ini terkait masih tingginya angka lahan kritis di Gowa yang masih mencapai 27 ribu hektare kendati gerakan nasional rehabilitasi hutan dan lahan telah bertahun-tahun dilakukan di daerah ini," ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gowa, Djamaluddin Maknun, akhir pekan lalu. KBR tersebar di 27 titik pada sembilan kecamatan dataran tinggi ini. Program ini merupakan sebuah sistem rehabilitasi lahan kritis dengan melibatkan masyarakat secara langsung di dalamnya. mulai dari proses pembibitan, penyemaian, hingga penanaman. Bibit tanaman akan dikembangkan pada 27 titik lokasi KBR dengan jumlah 1,35 juta batang di atas lahan seluas 3.000 hektare. Jika program ini terlaksana maka lahan kritis kita akan berkurang jadi 24 ribu hektare. "Lahan kritis ini akan terus kita kikis hingga akhirnya habis tuntas dan semua lahan produktif dan hijau,'' kata Djamaluddin. Bibit tanaman yang akan ditanam berupa jenis suren, pinus, ekaliptus, mahoni, sengon dan lainnya. Dari berbagai jenis bibit tanaman yang dikembangkan itu, Djamaluddin mengaku cara penanamannya akan disesuaikan kebutuhan wilayah masing-masing. "Misalnya, di Bungaya atau Tinggimoncong yang dibutuhkan adalah suren atau pinus, maka tentunya kita akan suplai kedua jenis bibit tanaman itu ke sana, sama dengan daerah lainnya," jelas Djamaluddin.(ute)
Mulai Januari 2011
PROGRAM KBR yang saat ini sedang dalam tahap penyemaian dengan alokasi anggaran setiap unit KBR sebanyak Rp50 juta atau totalnya mencapai Rp1,3 miliar lebih ini anggarannya bersumber dari APBN melalui Kementerian Kehutanan RI.
"Dana KBR ini disalurkan secara bertahap melalui rekening kelompok masing-masing," sebut Djamaluddin seraya menambahkan proses penanaman akan dilaksanakan pada bulan Januari 2011 mendatang.(ute)

0 komentar: