Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
10/05/2010 06:59:00 PM

Pemkab tidak Akan Bongkar Aset di PKG

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Pemerintah Kabupaten Gowa (Pemkab) menegaskan tidak akan
membongkar aset besi tua yang tersimpan di kawasan eks PKG (kini
lokasi pembangunan kampus ITG) di Kec. Bontomarannu.
Hal itu ditegaskan Bupati Gowa melalui Kabag Humas dan Protokol Setkab
Gowa, Arifuddin Saeni, Selasa (5/10) siang. Menurut Arifuddin, Pemkab
sedikitpun tidak akan bergeming dari kesepakatan yang sudah ada dengan
Unhas.
''Pihak Pemkab sudah merapatkan masalah ini. Dan seperti komitmen
sebelumnya, Pak Bupati tidak akan bicara dua kali. Sesuai kesepakatan
awal dengan pihak Unhas, Pemkab tidak akan membongkar aset itu,
kecuali dilakukan Unhas (sesuai kesepakatan dibiayai Unhas Rp 2,5
miliar) atau dibongkar oleh pembeli aset itu nantinya,'' tandas kabag
humas.
Dikatakan Arifuddin, hal ini dipertahankan Pemkab sebab pembongkaran
aset ini jelas memakan dana besar hingga miliaran rupiah. Dan bagi
Pemkab, dana untuk membongkar itu tidak ada dalam mata anggaran APBD
2010.
''Dana untuk membongkar aset itu tidak ada dalam anggaran APBD,''
tambah Arifuddin.
Sementara itu, siang kemarin sekira pukul 11.30 Wita, pihak Pemkab
dipimpin Asisten III, H Abbas Alauddin disertai Kabag Hukum, Chairul
Natsir, Kabag Umum, Taufik serta Kabag Humas Protokol, Arifuddin Saeni
turun ke lokasi penyimpanan aset besi tua. Tim Pemkab turun bersama
dua yayasan pemilik aset lainnya di PKG yakni Yayasan Al Markas dan
Yayasan Bina Bangsa.
Peninjauan lapangan ini dilakukan, menurut kabag humas untuk memeriksa
keutuhan aset Pemkab. Dilibatkannya dua yayasan tersebut, tambahnya
agar para pemilik aset yang ada sama-sama tahu aset miliknya. ''Jangan
sampai ada aset besi tua Pemkab nyasar di kontainer milik yayasan
lainnya, makanya semua pihak akan memeriksa keutuhan aset-asetnya
itu,'' ucap kabag humas berseloroh.
Berdasarkan data Pemkab, aset Pemkab yang ada berupa besi tua sebanyak
46 item. Aset itu sendiri setelah ditaksasi harganya senilai Rp 18
miliar. Kini aset tersebut, menunggu pembeli setelah lelang enam kali
gagal total dilakukan. Jika tahun ini, aset itu terjual maka akan
menjadi pendapatan lain-lain daerah Gowa.
Dipersoalkannya kembali keberadaan aset besi tua ini, lantaran mantan
Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) saat meninjau lokasi proyek pembangunan
kampus ITG tersebut, tampak gusar. JK gusar, lantaran proyek ini
dinilainya lamban dikerjakan semestinya sudah harus segera rampung.
Hanya saja di hadapan JK, pihak Unhas beralasan kelambanan pekerjaan
pembangunan kampus dua Unhas yang termegah di kawasan timur Indonesia
itu disebabkan terhalang keberadaan aset Pemkab Gowa tersebut. (Sar)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Saya sudah ke lokasi dan melihat langsung kondisi barang..yang telah dibongkar, dan sebagain belum dibongkar didepan bangunan baru kampus UNHAS.
Saya bergabung dengan tim jakarta berminat untuk membeli besi bekas tersebut, semua teman pedagang besi bekas , sangat tidak mengetahui dengan jelas , bagaimana pola pelepasan besi bekas ini. simpang siur. slaha satu berita dari sebuah sumber mengatakan : Buyer yang berminat agar menebus dengan nilai borongan senilai 18 Milyar, yang ditampung ke kas PEMDA. disebutkan estimasi volume adalah sekitar 7.500, yang lain mengatakan sampai 9.000 ton dan banyak isu lainnya baik cara lepas maupun estimasi volume.Barang memang rawan curi, emngapa? karena hasil bongkaran berserakan, tidak ditata berdasarkan jenisnya , misal : besi As sebainya disatukan, bekas tangki , bekas tiang, dsb. Sebagai calon peminat, kami sangat ragu atas :
a. proses/cara pelepasan.
b. keutuhan barang
c. cara setor senilai borongan 18M.
Saya bisa kasi masukan kepada tim pelepasan/bupati/sekhumas sbb.

a. PELEPASAN TIDAK DENGAN BORONGAN, karena faktor proses, dan keamanan.dan tidak logik lagi,karena sudah ada pihak bongkar yang terlibat, serta pihak koperasi Unhas.
2. LAKUKAN PELEPASAN DENGAN "TIMBANG BAYAR" cara ini yang paling tepat dengan kondisi barang dan status barang seperti ini. AMANKAN kas pemda DENGAN teliti. setoran penjualan diserahakan langsung ke kas Negara.
3. Kalau ada unsur ,jasa lain yang harus kita biayai , mari diskusikan dengan buyer, dan dihitung dengan baik, tanpa melawan hukum

demikian komentar saya, semoga bermanfaat bagi pemda GOA

hormat saya
romi