Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
12/09/2010 07:47:00 AM

PDAM Gowa antisipasi Kekeruhan Air

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA-RB. Memasuki musim hujan di Kabupaten Gowa pada awal bulan Desember tahun 2010 ini, tingkat kekeruhan air di Sungai Jeneberang yang menjadi sumber air baku PDAM Gowa, akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan kondisi musim kemarau lalu sehingga harus diantisipasi sedini mungkin.
Hal ini diungkapkan Direktur PDAM Gowa, H Hasanuddin Kamal, SH,MH kepada sejumlah wartawan, baru-baru ini sehubungan dengan tingginya curah hujan di wilayah dataran tinggi yang memungkinkan adanya longsoran di pinggiran atau areal Sungai Jeneberang.
Dijelaskan, tingkat kekeruhan air di Sungai Jeneberang masih normal yakni 250-300 NTU atau satuan kekeruhan air. Diharapkan tingkat kekeruhan air tidak terlalu tinggi. Bila itu terjadi, maka akan berakibat pengeluaran cos yang tinggi dengan membeli obat penjernihan yang biayanya cukup mahal.
''Saat ini angka tingkat kekeruhan tersebut masih tergolong normal untuk wilayah Gowa dan kita berharap hingga pertengahan musim hujan angka tingkat kekeruhan ini dapapat dipertahankan,''harapnya.
Menurut Hasanuddin Kamal, harus diakui bahwa beberapa tahun lalu saat terjadi longsoran Gunung Bawakaraeng beberapa tahun lalu, tingkat kekeruhan mencapai 7.000 hingga 10.000 NTU sehingga air yang ada di Instalasi Penjernihan Air (IPA) Tompobalang dan IPA Pandang-Pandang, tidak dapat diolah ataupun dikonsumsi,''jelasnya.
Terkait dengan masalah penggunaan air baku, soal penggunaan bahan kimia untuk proses penjernihan, diakui ada peningkatan 10-20 persen bila dibandingkan dari kondisi saat musim kemarau.
''Dia berharap pada musim hujan tahun ini, tidak ada longsoran yang sifnifikan di kaldera Bawakaraeng, hingga tingkat kekeruan air baku tidak melebihi dari angka 300 NTU. Namun, pihaknya terus berjaga-jaga dan melakukan pengawasan setiap saat,''katanya.
Disinggung soal pembiayaan yang meningkat karena penambahan bahan kimia untuk penjernihan air, Ketua AMPI Gowa mengatakan, keuangan PDAM Gowa tidak mengalami perubahan mendasar. “Keuangan PDAM Gowa kita tetap aman,” katanya. (k7)

0 komentar: