Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
12/18/2010 04:21:00 PM

Puting Beliung Sapu Bajeng

Diposkan oleh tuGOWA


Sungguminasa, Tribun - Angin puting beliung menerjang wilayah desa Tanetea, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Jumat (17/12) sekitar pukul 18.00 wita. Sedikitnya tiga rumah rusak parah akibat terjangan angin tersebut.

Hampir seluruh atap rumah beterbangan disapu angin kencang yang disertai hujan. Tidak hanya rumah, angin yang terlihat berputar-putar itu juga merusak sedikitnya 12 kios yang terletak di poros Bajeng-Takalar.
Ke 12 kios penjual makanan dan buah itu mengalami kerusakan cukup arah. Bahkan angin yang menyapu cukup cepat itu nyaris meratakan kios tersebut dengan tanah. Posisi kios memang cukup rawan karena langsung berbatasan dengan areal persawahan yang lapang.
Beruntung kios dan atap rumah beterbangan ke arah sawah sehingga tak mengganggu arus lalu lintas di poros negara itu.
Dalam kejadian ini satu warga menjadi korban. Korban yang belum diketahui identitas itu mengalami luka pada bagian lengan dan telah dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapat pertolongan.
Salah seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gowa yang berada di lokasi, Agus, mengatakan, kejadian sekitar pukul 18.00.
"Kejadian sekitar pukul 18.00. Kami sementara mendata kerugian dari korban yang rumahnya rusak" ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah setempat juga telah turun ke lokasi untuk mendata kerugian dan kerusakan akibat angin puting beliung itu. Untuk sementara para korban dievakuasi ke rumah tetangga mereka.
Sementara itu Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gowa Syamsuddin Bidol yang dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan laporan dari anggota Tagana di lokasi kejadian sebelum Magrib.
"Sebanyak 12 kios dan tiga rumah, satu rumah dan baruga dalam kompleks RRI. Tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksi mencapai puluhan juta rupiah," jelasnya.
Menurutnya, untuk sementara pihaknya menunggu laporan resmi pemerintah setempat dan akan dilaporkan berjenjang untuk segera disalurkan bantuan.(ute)

kerusakan
- 12 kios pedagang di poros Tanetea
- Tiga unit rumah, satu rumah dan baragu di dalam kompleks RRI
- Tidak ada korban jiwa


Waspada Bencana
BEBERAPA waktu lalu, Wakil Bupati Abd Razak Badjidu telah memberikan peringatan kepada warga di 18 kecamatan untuk selalu waspada bencana saat ini. Bulan Desember hingga Februari adalah puncak musim hujan dan rawan terjadi bencana banjir, longsor, muapun angin kencang.
Dinas terkait bahkan telah memetakan sekitar 27 titik titik rawan bencana di Kabupaten Gowa. Daerah rawan ini oleh Pemkab Gowa telah dipetakan dan sudah disosialisasikan kepada masyarakat secara luas.
Pemetaan dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana mengingat intensitas curah hujan yang kemungkinannya meningkat pesat.
Daerah yang dianggap berpotensi angin kencang mencakup Kecamatan Tombolopao, Desa Majannang dan Parigi (Kecamatan Tinggimoncong), Desa Sicini (Bontolempangan), Kecamatan Tompobulu, Desa Pattallikang (Manuju), Desa Bontoramba (Pallangga), Kecamatan Parangloe, sebagian wilayah Pattalassang, Barombong, Somba Opu, Bajeng, Bontonompo, Bontonompo Selatan, dan Biringbulu.
Sementara daerah yang jadi titik rawan longsor antara lain Desa Sicini (Bontolempangan), Desa Pallantikang (Manuju), Desa Mangempang (Bungaya) dan Desa Lonjo'boko (Parangloe), Desa Kanreapia (Tombolopao), Desa Parigi dan Majannang (Tinggimoncong), Kecamatan Tompobulu, Desa Berutallasa (Biringbulu), dan Desa Pattallikang (Manuju).(ute)

0 komentar: