Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
12/17/2010 06:17:00 AM

Filipina Siap Investasi Jarak di Gowa

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA (SINDO) – Filipina siap megembangkan potensi tanaman jarak yang ada di Kabupaten Gowa. Kesiapan itu disampaikan Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnaen Arief saat mendampingi kunjungan investor asal Filipina, Kurt Stuessi (CEO Curcas Oil Philippines Inc/COPI) didampingi General Santos City PT Pengembangan Jarak, Surya, guna melanjutkan rencana kerja sama pengembangan tanaman jarak di Gowa.


Kerja sama pengembangan jarak ini diharapkan dapat berjalan optimal, dimana Gowa akan menyiapkan lahan serta bangunannya sementara pabrikasinya disiapkan oleh investor. “Sebelumnya Pemkab Pinrang menawarkan kerja sama ini dengan COPI,namun pihak investor lebih memilih Gowa lantaran jaraknya sangat dekat dari pelabuhan Makassar,”ungkap Zulkarnaen Arief. Sebenarnya, pengembangan tanaman jarak telah dirintis Pemkab Gowa tahap awal di atas lahan 3.000 hektare di sejumlah kecamatan potensial. Sayangnya, hingga kini belum berjalan optimal. Padahal,dari program pengembangan tanaman yang bisa memproduksi bahan baku biofuel ini, pemerintah sudah menyiapkan enam mesin pengepres,1 unit mesin pemurni serta 1 unit lagi peralatan eksterilisasi.

Namun, upaya itu belum disambut baik petani jarak karena harga beli buah jarak masih rendah.Akibatnya banyak petani nekad memangkas tanaman jaraknya dan menggantinya dengan jagung kuning.Peluang inilah dilirik Kamar Dagang Industri. “Kami sudah tangkap kerisauan ini dan kebetulan saya telah bertemu dengan Pak Ichsan (Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo) baru- baru ini.Maka kami jembatani kerja sama antara Pemkab dengan investor tanaman jarak asal Philipina,”urai Zulkarnaen Arief.

Pada kesemmpatan yang sama, Surya menjelaskan sebuah konsep pengembangan tanaman jarak berikut sistem pengolahannya dengan pabrikasi modern. Surya juga berjanji akan membeli hasil panen jarak petani dengan harga bersaing. (herni amir)

0 komentar: