Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/08/2011 02:25:00 PM

Bupati Gowa Humbau Jangan Percaya isyu

Diposkan oleh tuGOWA


GOWA, BKM-- Bupati Gowa, H Ichsan YL meminta para camat yang tersebar
pada 18 kecamatan di Gowa untuk melakukan pencerahan kepada masyarakat
agar tidak terprovokasi isu penculikan anak melalui SMS (short message
service). Pasalnya, kata bupati, dengan beredarnya SMS yang berisi
sebuah warning kepada masyarakat untuk berhati-hati karena adanya
komplotan penculikan 400 orang target (anak dan dewasa) dengan motif
pengambilan organ dalam manusia, kini tengah meresahkan masyarakat
secara umum.
Dampaknya yang lain, karena sebaran SMS ini telah berbuah korban jiwa
yakni tewasnya warga tak berdosa bernama Agus Rianto, distributor buku
yang dikira pelaku pencurian anak di Lantebung, Dusun Pakkatto Lompo,
Desa Pakkatto, Kec. Bontomarannu, Rabu (2/2) lalu.
Hal itu dilontarkan Bupati Gowa, H Ichsan YL saat rapat dengan para
camat yang digelar mendadak di Baruga Pattingaloang, kemarin.
Didampingi Kepala Bakesbang Politik dan Linmas Gowa, H Hasan Hasyim,
bupati meminta para camat mencermati situasi dan kondisi pasca
menyebarnya pesan SMS meresahkan tersebut.
Ichsan menegaskan, masyarakat tidak boleh mempercayai isu-isu yang
berkembang selama ini di mana kebenarannya tidak bisa
dipertanggungjawabkan karena akan berakibat
fatal. ''Karena itu camat, kepala desa, kepala lingkungan dan kepala
dusun, agar memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa SMS yang
beredar selama ini adalah tidak benar dan sangat menyesatkan. ‘’Bisa
banyak korban sia-sia padahal dia bukan pelakunya,’’ tegas bupati.
‘’Pak Pak bupati berharap isu sesat ini sedapat mungkin diredam para
camat di wilayah masing-masing agar tidak terjadi pengrusakan tatanan
sosial dan perbuatan melanggar hukum akibat masyarakat terprovokasi
untuk main hakim sendiri,'' jelas Hasan Hasyim.(sar)

0 komentar: