Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
12/25/2008 10:25:00 PM

Posisi Kadiskes Terancam

Diposting oleh tuGOWA

* PAD Tidak Mencapai Target

SUNGGUMINASA – Posisi Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pemkab Gowa, dr Herry terancam, lantaran realisasi Pendapatan Akhir Daerah (PAD) Diskes tahun 2008 tidak mampu mencapai target Rp 2,9 miliar sebagaimana yang dibebankan.

Pencapaian PAD Diskes baru mencapai level 40,97 persen atau baru Rp 1.188.295.811. Sementara Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo telah mengeluarkan deadline kepada seluruh kepala SKPD untuk menyelesaikan realisasi PAD sebelum tanggal 20 Desember.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Gowa, Drs H Haruna Rahim MM, kepada wartawan akhir pekan lalu. Sinyalemen terancamnya posisi Kadiskes berasal dari pernyataan Haruna, bahwa setiap kepala SKPD yang belum merealisasi PAD akan mendapatkan sanksi yang jelas.

Lebih lanjut, Haruna mengungkapkan, kompensasi sanksi bagi pengelola PAD saat ini cukup berat. Apalagi berkaitan dengan pelaksanaan perampingan jabatan sekaitan penjabaran PP 41 nanti. "Ini memungkinkan bagi para pejabat yang tidak tepati kewajiban PAD-nya itu," ujar Haruna saat di temui di ruang kerjanya, Jumat 18 Desember.

Mengenai hal ini, Kadiskes Gowa, dr Herry Gaffar yang dihubungi Rabu, 24 Desember melalui telepon enggan berkomentar panjang lebar. “Kita sudah penuhi realisasi PAD,” katanya singkat. Lalu kemudian memberi kewenangan pada sraf bagian perencanaan dan keuangan Dinkes Gowa, Muhammad Sahir untuk menjelaskan lebih lanjut.

“Kami optimis realisasi PAD tahun 2008 bisa tercapai 100 persen. Sebab masih banyak laporan dari puskesmas yang belum masuk. Sementara laporan administrasi tentang itu tidak bisa dibukukan sebelum tanggal 30 Desember. Kami terkendala di persoalan administarasi saja,” paparnya.

Secara total, realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gowa tahun 2008, kata Haruna lebih lanjut baru mencapai 91,34 persen yakni Rp 29.116.274.893,17 dari target Rp 31.875.403.248. Ini dikarenakan, beberapa SKPD selain dinas kesehatan juga belum menyelesaikan realisasi PAD 2008. Antara lain, dinas sosial dan RSU Syekh Yusuf.

Dinas Sosial hanya merealisasi PAD 2008 Rp 9,820 juta atau 49,10 persen dari target yang dibebankan Rp 20 juta. Sementara RSU Syekh Yusuf hanya merealisasi PAD 2008 sebesar Rp 6.186.586.967 dari target Rp 10,500 miliar yang dibebankan. Secara prosentase, pencapaian PAD RSU Syekh Yusuf hanya berada pada level 58,92 persen.

Mengenai pencapaian PAD 2008 Dinas Sosial, Plt Kepala Dinas Sosial Gowa, Abdul Razak Badjidu menampik ketidakberhasilan unit kerjanya. “Sudah mencapai target Rp 20 juta PAD 2008 Dinsos, tanggal 22 Desember. Apa yang dipaparkan Haruna, itu pada perhitungan akhir 18 Desember, pemasukan dari pemeriksaan alat pemadam kebakaran,” ujar lelaki yang juga menjabat sebagai wakil bupati gowa, ditemui di ruang kerja Bupati Gowa, Rabu, 24 Desember.

Sementara mengenai realisasi PAD RSU Syekh Yusuf, dr Risal yang dihubungi Selasa, 23 Desember melalui telepon mengatakan, pihaknya juga sudah mencapai target PAD 2008. Hanya saja, secara laporan tertulis, realisasi itu belum dibukukan. “Kita terkendala pada laporan penerimaan pembiayaan jamkesmas, yang sampai saat ini (Selasa, 23 Desember, red) belum diselesaikan pihak yang bersangkutan,” katanya.

Padahal, menurut dr Risal, pendapatan biaya dari jamkesmas tidak sedikit. Mencapai angka Rp 2 miliar lebih. “Ini yang kita tunggu,” katanya.

Dari posisi prosentase realisasi PAD yang masuk hingga 18 Desember lalu, Haruna menjelaskan, pihaknya masih menunggu selisih dana Rp 2.759.128.355. “Itu harus tuntas sebelum akhir Desember ini. Kalau tidak sanksinya menjadi catatan standar kinerja," pungkas Haruna menutup pembicaraan.(rosmini hamid/fajar.co.id)

0 komentar: