Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
12/27/2008 04:36:00 PM

SYL: 3 Komoditas Jadi Prioritas

Diposting oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA (SINDO) – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku, produksi tiga komoditas utama tanaman pangan,yakni padi,jagung,dan kedelai,cukup menggembirakan.

Berdasarkan data ARAM III 2008, produksi padi Sulsel sebesar 4.066.139 ton, jagung 1.120.441 ton pipilan kering, dan kedelai 28.252 ton biji kering. Pencapaian produksi tersebut merupakan produksi tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Dia menjelaskan, untuk 2008, komoditas padi terjadi peningkatan produksi 11,9% dibandingkan produksi 2007 lalu.

Sementara jagung meningkat 15,5% dan kedelai 48,9%.Dengan pencapaian tersebut, posisi Sulsel secara nasional untuk padi, jagung berada di urutan keempat dan kedelai urutan keenam. Menurutnya, keberhasilan peningkatan produksi padi pada tahun ini merupakan modal yang berharga guna menunjang program pencapaian surplus beras 2 juta ton 2009 di Sulsel.

”Kami berharap peningkatan produksi ini terus berlanjut pada tahuntahun mendatang, khususnya musim tanam Oktober 2008–Maret 2009 dan musim tanam April–September 2009,” ungkap Syahrul di sela-sela penanaman perdana padi IPAT-BO dan Biotech musim tanam 2008/2009.

Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo mengatakan, di daerah yang dipimpinnya dikenal dua musim tanam, yaitu musim kemarau (gadu) pada April–September dan musim hujan (rendengan) pada Oktober–- Maret. Sementara curah hujan rata-rata 2000-3000 mm per tahun, suhu udara di dataran rendah 22 derajat Celcius–25 derajat Celcius dan dataran tinggi 10 derajat Celcius–21 derajat Celcius.

Kondisi ini mendukung Gowa bisa menanam padi dua kali dan palawija satu kali per tahun di sawah irigasi teknis. Sementara di sawah tadah hujan dapat ditanami padi satu kali dan palawija dua kali per tahun. Untuk lahan kering dimanfaatkan komoditi jagung, ubi kayu, kacang tanah, sayur-sayuran, dan buah-buahan. ”Alhamdulillah, tahun ini Gowa bisa mencapai produksi padi 7,6% dari target nasional yang hanya 5 %,”papar dia. (herni amir/seputar-indonesia.com)

0 komentar: